Home » Headline » KONGRES PDIP: MAKIN JAUH DARI ASPIRASI WONG CILIK

KONGRES PDIP: MAKIN JAUH DARI ASPIRASI WONG CILIK

dito 04 Agu 2025 502

NasionalPos.com, Jakarta-Kongres PDIP kali ini tidak terlalu hingar bingar seperti pelaksanaan Kongres yang lalu-lalu.

Kongres kali ini seng ada kejutan. Karna Kongres hanya sekedar memberi legitimasi pada wajah lama yang sudah uzur. Wajah lama yang itu-itu saja.

 

Kongres kali ini kalah populer dengan Hasto Kristi yanto ( terpidana kasus suap Harun Masiku ), demikian di sampaikan Silvester Mbete pengamat politik.

“PDIP yang dulu dijuluki sebagai partai Wong Cilik, kini berubah karakter jadi partai elitis yang jauh dari semangat kerakyatan.

Sebagai orang yang dimasa lalu pernah terlibat aktif di Partai Banteng bermoncong putih ini, menyaksikan realitas ini sungguh tragis dan menyedihkan. Ada apa dengan PDIP hari ini ? ” Ucap Silvester Mbete yang juga senior GMNI kepada wartawan, Senin, 4 Agustus 2025 di Jakarta.

Sepertinya, lanjut Silvester Mbete, ada ketakutan yang luar biasa.

Sehingga Kongres yang harusnya berlangsung tahun lalu, tapi diulur/ditambah satu tahun, yang mana keabsahannya formalnya diberikan oleh Menkumham ( Yasona Laoly ) yang nota bene adalah kader PDIP ketika itu.

Selain itu, ia juga menyoroti kongres kali ini sepertinya sepi dari pemberitaan. Di Media sosial yang biasanya gaduh, ternyata perhatian lebih ditujukan pada sosok Hasto Kristi yanto dan Tom Lembong yang mendapatkan hadiah istimewa dari rezim Prabowo Subianto dengan pemberian amnesti dan abolisi yang menjadi perdebatan publik.

Baca Juga :  Rakyat Dukung Gebrakan PJ Gubernur DKI Jakarta Benahi BUMD

“Kok bisa amnesti/abolisi diberikan pada terpidana kasus korupsi/pemberian suap yang yang belum berkekuatan hukum tetap ? Tapi sudahlah… Katanya itu hak prerogatif Presiden.

Padahal kalau kita kilas balik dari para terpidana dimasa lalu yang menerima Abolisi dan Amnesti adalah orang – orang hebat yang masuk penjara bukan karena kasus korupsi tapi kasus besar dimana mereka setia prinsip perjuangannya. “Tukas nya

Menurut Silvester Mbete, Dalam sejarah kalau boleh di sebut kasus Karto Suwirjo ( Pendekar Negara Islam Indonesia ) beliau rela mati demi mempertahan idealismenya, walaupun Bung Karno memberikan sejumlah pengampunan sesuai hak prerogatif nya sebagai Presiden/Kepala Negara,

 

tapi Karto Suwirjo menolaknya. Dia memilih mati dieksekusi di ujung peluru TNI ketika itu. Itu baru seorang kesatria.

 

“Kongres kali ini, selain memperpanjang kekuasaan Megawati Soekarnoputri di PDIP, tapi yang paling tragis adalah PDIP secara kelembagaan sudah buang handuk sebelum bertarung dilapangan politik. Istilah ” buang handuk ” biasanya terjadi pada ring tinju atau olah raga bela diri lainnya. ” Ucap nya

Baca Juga :  Serah Terima Kunci Rumah Parahyangan Garden City di Margaasih: Wujudkan Impian Hunian Nyaman dan Strategis

 

 

Mengapa dirinya katakan ” Buang Handuk “, karena belum apa-apa PDIP sudah mendeklarasikan supaya para anggota Parlemen ( DPR/DPRD Propinsi dan Kabupaten Kota ) untuk mendukung Program Presiden Prabowo Subianto.

Padahal publik mengharapkan PDIP menjadi Partai oposisi diluar Rezim.

Ada apa dengan perubahan sikap yang drastis itu ?

Apakah sebagai bentuk barter politik dengan pembebasan Hasto dari jeratan penjara ? Atau ada hal yang lebih besar ditakutkan oleh Megawati dan PDIP ?

 

“Sedih melihat sepak terjang PDIP sebagai Partai Pemenang Pemilu , dengan performa yang tidak lagi sebagai Banteng ketaton, tapi menjelma menjadi kambing congekan. ” Tandas Silvester Mbete.

 

Mulai hari ini, sambungnya, nampak nya kaum Nasionalis Marhaenis untuk tidak perlu berharap banyak pada PDIP,

 

” Oleh karena sudah waktunya memikirkan pembentukan Partai alternatif untuk menampung aspirasi rakyat marhaen. ” Pungkas Silvester Mbete.

 

Comments are not available at the moment.

Sorry, the comment form has been disabled on this page/article.
Related post
MBG : Jangan Jadi Karpet Merah Korporasi, Petani Banyuwangi Jangan Jadi Penonton

- Banyuwangi

15 Agu 2026

BANYUWANGI, MASIONALPOS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program pemberian makanan, tetapi peluang ekonomi raksasa bagi petani, peternak, pembudidaya ikan dan nelayan Banyuwangi. Namun tanpa kebijakan tegas, peluang tersebut justru berpotensi menjadi karpet merah bagi korporasi dan distributor besar dari luar daerah. Pemkab Banyuwangi jangan sampai hanya menjadi penonton ketika uang program pemerintah …

Jajaran Pemkot Lubuk Linggau Hadiri dan Ikuti Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan

Andi Ledi Lubuk Linggau

14 Agu 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat diwakili Sekretaris Daerah (Sekda),  H Trisko Defriyansa menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau, Jumat (14/8/2026). Baca Juga :  Kalapas Lumajang …

Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Usulkan Status Hybrid bagi Ojol dan pembentukan BLU bid Transportasi Online Berbasis Koperasi

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menanggapi usulan pemerintah agar ojol Berstatus sebagai pelaku UMKM, kepada wartawan, Ign Wibowo ketua umum Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Rabu, 12/8/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ojol di masukkan sebagai pelaku UMKM, pasalnya ojol bukan pelaku usaha mandiri seperti pelaku UMKM yang lain, karena tergantung pada penyedia layanan …

Lagi-Lagi Kabupaten Pesisir Selatan Raih Nilai Terbaik, JDIH Diganjar Predikat AA Istimewa

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Pesisir Selatan berhasil meraih nilai 94 dengan predikat AA (Istimewa) berdasarkan hasil Evaluasi Penilaian Kinerja Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Tahun …

Viral Isu Minim Bendera di Siguntur, Hasil Cek Lapangan: Warga Justru Semarakkan HUT RI dengan Berbagai Lomba dan Goro

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Isu minimnya pemasangan Bendera Merah Putih di Kanagarian Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, akhirnya diklarifikasi. Kodim 0311 Pessel menurunkan langsung personil kelapangan untuk memastikan hal tersebut, Dari hasil pengecekan langsung ke lapangan pada Senin (10/8/2026) menunjukkan kondisi …

GGBC Jabotabek Tolak Ojol Berstatus UMKM”

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gojek Grab Bikers Comunity (GGBC) Jabotabek menolak status ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rencana peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang segera disahkan Pemerintah, demikian di sampaikan Aping Ketua Umum GGBC Jabotabek kepada wartawan, Rabu, 12/8/2026 di …

x
x