Home » Headline » KONGRES PDIP: MAKIN JAUH DARI ASPIRASI WONG CILIK

KONGRES PDIP: MAKIN JAUH DARI ASPIRASI WONG CILIK

dito 04 Agu 2025 401

NasionalPos.com, Jakarta-Kongres PDIP kali ini tidak terlalu hingar bingar seperti pelaksanaan Kongres yang lalu-lalu.

Kongres kali ini seng ada kejutan. Karna Kongres hanya sekedar memberi legitimasi pada wajah lama yang sudah uzur. Wajah lama yang itu-itu saja.

 

Kongres kali ini kalah populer dengan Hasto Kristi yanto ( terpidana kasus suap Harun Masiku ), demikian di sampaikan Silvester Mbete pengamat politik.

“PDIP yang dulu dijuluki sebagai partai Wong Cilik, kini berubah karakter jadi partai elitis yang jauh dari semangat kerakyatan.

Sebagai orang yang dimasa lalu pernah terlibat aktif di Partai Banteng bermoncong putih ini, menyaksikan realitas ini sungguh tragis dan menyedihkan. Ada apa dengan PDIP hari ini ? ” Ucap Silvester Mbete yang juga senior GMNI kepada wartawan, Senin, 4 Agustus 2025 di Jakarta.

Sepertinya, lanjut Silvester Mbete, ada ketakutan yang luar biasa.

Sehingga Kongres yang harusnya berlangsung tahun lalu, tapi diulur/ditambah satu tahun, yang mana keabsahannya formalnya diberikan oleh Menkumham ( Yasona Laoly ) yang nota bene adalah kader PDIP ketika itu.

Selain itu, ia juga menyoroti kongres kali ini sepertinya sepi dari pemberitaan. Di Media sosial yang biasanya gaduh, ternyata perhatian lebih ditujukan pada sosok Hasto Kristi yanto dan Tom Lembong yang mendapatkan hadiah istimewa dari rezim Prabowo Subianto dengan pemberian amnesti dan abolisi yang menjadi perdebatan publik.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Jember Pindahkan Narapidana Secara Besar-Besaran Sebanyak 58 Narapidana

“Kok bisa amnesti/abolisi diberikan pada terpidana kasus korupsi/pemberian suap yang yang belum berkekuatan hukum tetap ? Tapi sudahlah… Katanya itu hak prerogatif Presiden.

Padahal kalau kita kilas balik dari para terpidana dimasa lalu yang menerima Abolisi dan Amnesti adalah orang – orang hebat yang masuk penjara bukan karena kasus korupsi tapi kasus besar dimana mereka setia prinsip perjuangannya. “Tukas nya

Menurut Silvester Mbete, Dalam sejarah kalau boleh di sebut kasus Karto Suwirjo ( Pendekar Negara Islam Indonesia ) beliau rela mati demi mempertahan idealismenya, walaupun Bung Karno memberikan sejumlah pengampunan sesuai hak prerogatif nya sebagai Presiden/Kepala Negara,

 

tapi Karto Suwirjo menolaknya. Dia memilih mati dieksekusi di ujung peluru TNI ketika itu. Itu baru seorang kesatria.

 

“Kongres kali ini, selain memperpanjang kekuasaan Megawati Soekarnoputri di PDIP, tapi yang paling tragis adalah PDIP secara kelembagaan sudah buang handuk sebelum bertarung dilapangan politik. Istilah ” buang handuk ” biasanya terjadi pada ring tinju atau olah raga bela diri lainnya. ” Ucap nya

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPR RI : Terhadap Fenomena Kotak Kosong, Jangan Berpikir Negatif

 

 

Mengapa dirinya katakan ” Buang Handuk “, karena belum apa-apa PDIP sudah mendeklarasikan supaya para anggota Parlemen ( DPR/DPRD Propinsi dan Kabupaten Kota ) untuk mendukung Program Presiden Prabowo Subianto.

Padahal publik mengharapkan PDIP menjadi Partai oposisi diluar Rezim.

Ada apa dengan perubahan sikap yang drastis itu ?

Apakah sebagai bentuk barter politik dengan pembebasan Hasto dari jeratan penjara ? Atau ada hal yang lebih besar ditakutkan oleh Megawati dan PDIP ?

 

“Sedih melihat sepak terjang PDIP sebagai Partai Pemenang Pemilu , dengan performa yang tidak lagi sebagai Banteng ketaton, tapi menjelma menjadi kambing congekan. ” Tandas Silvester Mbete.

 

Mulai hari ini, sambungnya, nampak nya kaum Nasionalis Marhaenis untuk tidak perlu berharap banyak pada PDIP,

 

” Oleh karena sudah waktunya memikirkan pembentukan Partai alternatif untuk menampung aspirasi rakyat marhaen. ” Pungkas Silvester Mbete.

 

Comments are not available at the moment.

Sorry, the comment form has been disabled on this page/article.
Related post
Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

Diduga Ilegal!!  Penebangan di Sempadan Sungai Kedaleman Rogojampi Disorot.

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAPOS.COM – Aktivitas penebangan pohon di tepi sungai Jalan Abu Hasan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, memicu sorotan tajam. Kegiatan tersebut Diduga kuat melanggar aturan sempadan sungai dan terindikasi berlangsung tanpa izin resmi, Selasa (07/04/2026). Awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati sejumlah pekerja tengah melakukan Penebangan dan Pemotongan batang pohon menggunakan mesin …

SE Pemkab Banyuwangi Disorot Tajam : LDKS PIJAR Tantang DPRD Bertindak, Satpol PP Dituding Tumpul!!!

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAL POS.COM – Kebijakan Surat Edaran (SE) Pemkab Banyuwangi Nomor: 00.8.3/442/429.107/2029 yang mengatur jam operasional dan kepatuhan regulasi pelaku usaha kini memantik gelombang kritik keras. Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) mendesak DPRD Banyuwangi tidak setengah hati dalam mengevaluasi kebijakan yang dinilai menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ketua Umum LDKS …

x
x