Home » Headline » Kowal Mantapkan Profesionalisme dan Adaptasi Teknologi Jelang HUT ke-63

Kowal Mantapkan Profesionalisme dan Adaptasi Teknologi Jelang HUT ke-63

Dame.T 05 Nov 2025 394

Jakarta,NasionalPos.com — Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan wawasan prajurit perempuan TNI Angkatan Laut (TNI AL), sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) yang akan diperingati pada 5 Januari 2026 mendatang, Kowal menggelar ceramah pembekalan bertema “Kowal Adaptif Teknologi Mendukung TNI Angkatan Laut Modern”.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/11/2025), dibuka oleh Asisten Personalia Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers Kasal) Laksda TNI Dr. Bambang Irwanto, M.Tr.(Han)., CHRMP. Turut hadir Wakil Ketua Umum Jalasenastri Ny. Ketty Erwin S. Aldedharma, mewakili Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali selaku Ibu Catra Ratnanggadi Jalakanyasena.

Acara dihadiri Pengurus Pusat Jalasenastri, Pakor dan Pater Kowal wilayah Jakarta, serta sekitar 350 Kowal dan PNS wanita secara langsung. Sementara itu, Kowal di berbagai daerah mengikuti kegiatan ini secara daring dari satuan masing-masing di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Laksda TNI Dr. Bambang Irwanto menegaskan bahwa eksistensi Kowal merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AL. “Kowal harus memiliki identitas, etika, dan jati diri yang kuat sebagai prajurit wanita yang tangguh, profesional, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya. Ia menambahkan, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama agar prajurit Kowal mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus berubah.

Baca Juga :  Peringati Hari Perempuan Internasional, Kowal Gelar Pembekalan Penghapusan Diskriminasi Gender

Sementara itu, Catra Ratnanggadi Jalakanyasena, melalui sambutan yang dibacakan oleh Ny. Ketty Erwin S. Aldedharma, menyampaikan apresiasi atas kiprah Kowal selama lebih dari enam dekade. “Ceramah ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang Kowal — dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para srikandi laut. Kowal telah membuktikan bahwa prajurit wanita bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting dalam mendukung tugas TNI AL,” ujarnya.

Kegiatan pembekalan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi yang membahas topik aktual seputar ketahanan perempuan, keamanan digital, dan kemandirian ekonomi.

Para pembicara di antaranya Eva Yulianti Noor dari Women in Cyber Security (IWCS) dengan materi “Perlindungan dari Ancaman Siber terhadap Perempuan dan Anak”; Muhamad Fajar Hidayat, CFP, dari PT Bank Mandiri Manajemen Investasi dengan tema “Mengenal Perencanaan Keuangan melalui Produk Keuangan Negara”; Shafia Putri Rahayu dari PT Pegadaian yang membawakan topik “Melestarikan Budaya Warisan Nenek Moyang dengan Menabung Emas di Era Digital”; serta Kolonel Laut (K/W) Dr. drg. F. Sri Wahyuni, MARS., CIQaR., FICD, dengan materi “Digital tapi Tetap Bijak: Membangun Rumah Tangga Aman dan Sehat Finansial di Era Siber”.

Diskusi dipandu oleh Moderator Letkol Laut (KH/W) Afrida Kurniasari, S.Psi., M.Si., CBEI, CTMP, Psikolog.

Baca Juga :  Dua Orang Diduga Pengedar Narkotika Jenis Sabu Diamankan Satresnarkoba Polres Pessel

Melalui kegiatan ini, Kowal diharapkan semakin siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat profesionalisme dan adaptasi terhadap kemajuan teknologi. Pembekalan yang berkelanjutan menjadi wujud nyata komitmen TNI AL dalam membentuk prajurit wanita yang berdaya saing, adaptif, dan berintegritas tinggi, sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (red)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x