Home » Nasional » daerah » Lemahnya Edukasi & Pengawasan, Picu Bencana Kebakaran, Jakarta Darurat Kebakaran

Lemahnya Edukasi & Pengawasan, Picu Bencana Kebakaran, Jakarta Darurat Kebakaran

dito 29 Jul 2025 362

NasionalPos.com, Jakarta- Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat telah terjadi 951 kasus kebakaran di wilayah DKI Jakarta sejak 1 Januari hingga 20 Juli 2025. Ini bisa menjadi indicator lemahnya mitigasi bencana kebakaran dari Pemprov DKI Jakarta serta belum optimalnya upaya pencegahan kebakaran serta masih belum optimalnya ,

Sehingga bencana kebakaran masih menghantui dan bahkan menjadi ancaman serius bagi Masyarakat Jakarta, tentunya kondisi tersebut, menuntut pentingnya perhatian lebih serius dari pihak Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta, demikian disampaikan Rudy Darmawanto, SH kepada wartawan, Selasa, 29 Juli 2025 di Jakarta.

” “Ya, dengan adanya fenomena 951 kejadian kebakaran sampai juli 2025 tersebut, ini menunjukkan kondisi darurat yang perlu penanganan bukan hanya oleh Gulkarmat melainkan lintas sektoral, tentunya Pemprov DKI Jakarta harus bertanggung jawab atas fenomena kejadian kebakaran tersebut, dan sudah seharusnya segera mengambil peran kunci dalam edukasi dan revitalisasi Ini berkenaan dengan nasib rakyat Jakarta karena sudah menelan korban jiwa.” Kata Rudy Darmawanto.

Ketua Poros Rawamangun juga mengungkapkan bahwa adanya fenomena 951 kejadian dalam 7 bulan hal tersebut rata-rata 4–5 kebakaran per hari dan 90% lebih terjadi di kawasan permukiman padat yang mana merupakan permukiman dengan bangunan semi permanen dan kawasan dengan akses terbatas bagi petugas pemadam, ini juga menunjukkan lemahnya pengawasan pemprov DKI Jakarta melalui dinas terkait dalam hal ini DPRKP ( Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan pemukiman ). Menjamurnya permukiman yang tumbuh tanpa perencanaan tata ruang serta masih minimnya infrastruktur sarana prasarana penyelematan dari bencana kebakaran.

Baca Juga :  BPS: Ayam Kampung Biasa Paling Banyak Diusahakan Di Jakarta

“Masih banyak di temukan bangunan berdempetan yang dibangun dari bahan mudah terbakar. Selain itu akses jalan sempit menyulitkan pemadam kebakaran masuk. Hal tersebut perlu menjadi perhatian dan kajian Gubernur melalui DPRKP.” Tukas Rudy

Lebih lanjut Rudy mengatakan dengan masifnya terjadinya bencana kebakaran dalam kurun waktu 7 bulan menunjukkan adanya indikasi darurat social maupun darurat kebencanaan kebakaran , tentunya dengan keadaan tersebut, struktural. DPRKP dan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta harus berperan aktif tidak hanya dalam perbaikan fisik lingkungan,

Baca Juga :  Pendaftaran KJMU Tahap I Tahun 2024 Diperpanjang, 11.470 Sudah Mendaftarkan Diri

Tapi juga pemberdayaan masyarakat untuk menjadi pelaku utama dalam pencegahan dan kesiapsiagaan, selain itu, perlu adanya audit bangunan, audit sekaligus penertiban terhadap adanya pemasangan instalasi listrik melanggar aturan dan membahayakan, serta yang tidak kalah pentingnya adalah Program “Satu APAR Satu Rumah”, tentunya berbagai usulan program tersebut, patut dipertimbangkan guna mencegah dan meminimalisir terjadinya bencana kebakaran terutama di Kawasan pemukiman padat penduduk.

Mengakhiri perbincangannya dengan insan pers, ia mengingatkan tentunya pencegahan bencana kebakaran mesti juga parallel dengan penataan pemukiman, yang harus dibarengi dengan program edukasi komunitas berbasis kampung dengan membentuk dan memperluas “Kampung Siaga Api”. Lakukan pelatihan warga tentang bahaya kebakaran, penggunaan APAR, dan evakuasi mandiri. Bersama PLN dan dinas teknis lakukan Inspeksi instalasi listrik rumah tangga di kampung padat.

“Bila perlu berikan Subsidi perbaikan instalasi listrik dan penghapusan kabel ilegal. Dipertegas dengan edukasi penggunaan listrik yang aman (penggunaan stopkontak, kabel, dsb ), intinya Lemahnya edukasi dan pengawasan picu bencana Kebakaran masih menghantui Jakarta ” Pungkasnya

Comments are not available at the moment.

Sorry, the comment form has been disabled on this page/article.
Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

x
x