Home » Headline » Makna Kepahlawanan Dalam Islam, Utamakan Keimanan & Keiklasan Dalam Perjuangan

Makna Kepahlawanan Dalam Islam, Utamakan Keimanan & Keiklasan Dalam Perjuangan

dito 10 Nov 2024 238

NasionalPos.com, Jakarta- hari ini tepat tanggal 10 November, Bangsa Indonesia senantiasa memperingatinya setiap tahun sebagai Hari Pahlawan, Hari ini bukan hanya sekadar memperingati pertempuran besar di Surabaya pada tahun 1945, tetapi juga menjadi momen refleksi untuk mengapresiasi jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban, serta untuk memperkuat semangat nasionalisme di kalangan generasi muda, demikian disampaikan KH Yusuf Aman Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Daerah Khusus Jakarta kepada nasionalpos.com, Minggu, 10 November 2024 di Jakarta.

“Hari Pahlawan bukan hanya sekedar mengenang sejarah, tetapi juga memberikan kita pelajaran penting tentang keberanian, pengorbanan, dan semangat perjuangan di berbagai bidang kehidupan dan tentunya di sepanjang masa, masa dahulu, sekarang dan masa mendatang. “ ucap KH Yusuf Aman Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Sedangkan dalam konteks ajaran Islam, lanjutnya, pahlawan dapat dimaknai sebagai orang Islam yang berjuang menegakkan kebenaran (al-haq) demi memperoleh ridha Allah semata. Di sini maknanya, kebenaran adalah segala sesuatu (baik yang berupa perintah maupun larangan) yang datang dari Allah Swt melalui ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Saw. (Wama atakum al-Rasulu fakhuzuhu wama nahakum ‘anhu fantahu), Dengan demikian, pahlawan dalam perspektif Islam harus memiliki koridor dan konteks ini (memperjuangkan kebenaran dan untuk menjunjung nilai luhur Islam sebagai agama yang benar). Dalam konteks makro, pahlawan Islam adalah orang Islam yang berjuang membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan bangsa dan Negara dari penindasan dan penjajahan.

Dalam perspektif Islam, yang disebut pahlawan tentunya memiliki kontribusi atau jasa besar bagi orang lain, karena semua ajaran dalam Islam memiliki implikasi positif bagi orang lain, bahkan untuk semesta alam ini (semua makhluk hidup), sebagaimana sabda Nabi: Khair al-Nas anfa’uhum li al-nas dan firman Allah: Wama arsalnaka illa rahmatan li al-‘alamin.

Baca Juga :  Sejumlah Rumah Warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar Rusak Akibat Gempa M7,5

Mengenai berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan ini banyak disebut dalam al-Quran, di antaranya adalah: “Perangilah mereka sehingga tidak ada lagi penindasan, dan yang ada hanya keadilan dan keimanan kepada Allah (QS, 2:193) seluruhnya dan dimana saja (QS, 8:39). Dan kenapa kamu tidak berperang di jalan Allah. dan untuk mereka yang lemah, laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang berkata “Tuhan, keluarkanlah kami dari kota ini yang penduduknya zalim; dan berilah kami dari pihak-Mu orang yang dapat menjadi pelindung, dan berilah kami dari pihak-Mu penolong.” (QS, 4:75).

“ Nah konteks peringatan Hari Pahlawan ke 79 ini, maka dapat di katakan nilai-nilai kepahlawanan itu tidak terlepas dari keimanan, bahkan keimanan itu menjadi dasar seseorang untuk berjuang secara iklas melawan berbagai bentuk penzoliman, penjajahan dan kemungkaran, mereka yang berjuang di 79 tahun yang lalu, layak di sebut sebagai pahlawan, karena mereka iklas berkorban mempertaruhkan hidupnya untuk suatu perjuangan mempertahankan kemerdekaan.” Tukas KH. Yusuf Aman.

Lebih lanjut KH Yusuf Aman mengatakan Hari Pahlawan juga menjadi momen untuk refleksi diri tentang bagaimana kita sebagai generasi penerus dapat melanjutkan perjuangan bangsa. Dalam menghadapi era globalisasi, tantangan yang dihadapi Indonesia pun berbeda. Namun, semangat perjuangan pahlawan harus tetap menjadi inspirasi untuk berjuang di bidang apapun yang di geluti—baik dalam dunia pendidikan, ekonomi, kesehatan, atau teknologi, terutama untuk kalangan gen Z, agar lebih memaknai peringatan Hari Pahlawan ini, tidak sekedar seremonial, melainkan di implementasikan pada sikap berani berkorban, berani berjuang berdasarkan keimanan & keiklasan untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan berdasarkan pada kepentingan pribadi ingin di puji, maupun ingin di beri penghargaan.

Baca Juga :  MUDIK, DAMPAK SOSIAL EKONOMI DAN PERLINDUNGAN ANAK.

Selain itu, menurut KH Yusuf Aman, dalam memperingati momentum Hari Pahlawan ini, tidak hanya mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang gugur dalam sebuah pertempuran fisik maupun non fisik dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, serta pahlawan dalam mengisi kemerdekaan yang telah berusia 79 tahun, melainkan peringatan Hari Pahlawan ini juga sepatutnya sebagai momentum mengenang dan menghormati diantara Pahlawan yang harus di junjung tinggi, dan di hormati adalah, ayah bunda sebagai pahlawan dalam melahirkan, membesarkan dan membentuk akhlaq, dan juga guru para pendidik sebagai pembina aklaq, serta tokoh agama yang Istiqomah ,mereka juga adalah para pahlawan yang tidak boleh di lupakan, peran dan konstribusi mereka juga sangat besar dalam perkembangan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara di masa lalu, masa kin serta masa mendatang.

“Harapan Kami, di peringatan Hari Pahlawan ke 79 ini, terutama untuk generasi z atau generasi milineal, Jadilah pahlawan dengan cara kalian dengan bakat dan minat yang kalian miliki. Kalian bisa menjadi pahlawan di bidang pendidikan, lingkungan, teknologi, atau bidang apa pun yang kalian cintai, tapi ingat mesti di dasarkan pada keimanan sesuai ajaran Rasulullah Muhammad SAW, serta keiklasan tanpa pamrih, oleh karena itu Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu & Tegakkan Amar maruf Nahi Munkar.” Pungkas KH Yusuf Aman.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketika Dasco Turun Menjadi Operator Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia NasionalPos.com, Jakarta – Penunjukan Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI mungkin dimaksudkan sebagai langkah percepatan. Tetapi dalam perspektif demokrasi, ia menyimpan pertanyaan yang jauh lebih serius: mengapa lembaga pengawas kini justru ikut menjadi pelaksana?   Di atas kertas, fungsi DPR sangat jelas: legislasi, …

Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Dhio Justice Law

25 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Diirwktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.Com – Mengapa mahasiswa hari ini tidak lagi seganas generasi sebelumnya? Meski demonstrasi masih ada. Kritik masih terdengar. Namun gaungnya tak lagi cukup kuat mengguncang kekuasaan. Lalu muncul kesimpulan sederhana: mahasiswa telah melemah. Padahal persoalannya mungkin lebih dalam. Bisa jadi mahasiswa bukan kehilangan daya, melainkan menghadapi …

Di HUT ke 23, FSAB Serukan Perkuat Soliditas Kebangsaan Dalam Hadapi Badai Krisis Global

dito

25 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada setiap tanggal 25 Mei, seluruh pengurus beserta anggota keluarga besar Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) memperingati hari lahirnya FSAB, sebuah organisasi yang memiliki missi menyebarkan “Benih” perdamaian ke masing-masing kelompok yang terkait konflik masa lalu, serta menyuarakan mencegah terjadinya konflik di masa kini dan di masa mendatang. Terkait dengan momentum peringatan Hari …

Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law

24 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)    NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat. Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan? Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, …

Forum Komunikasi Ojol Tertindas Gelar Aksi Unras Bertajuk Revisi Perpres 27 Tahun 2026 atau Reformasi

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekitar Ribuan Driver ojol dari wadah taktis bernama Forum Komunikasi Ojol Tertindas (FORKOT) yang merupakan gabungan berbagai Organisasi, Komunitas dan Paguyuban ojol Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan patung kuda di Jalan Thamrin Jakarta pusat, Kamis, 21/5/2026.   ” Kami dari FORKOT dengan ini menyatakan dengan tegas dan mengapresiasi sikap Pemerintah terhadap …

Jaker Bakal Gelar Diskusi Merawat kebudayaan

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) bekerja sama dengan Perpustakaan Jakarta akan menggelar “Diskusi Kebudayaan” bertajuk “Merawat Ingatan di Tengah Budaya Instan dan Krisis Makna di Era Digital”   pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00–17.00 WIB di Ruang Belajar Lantai 6 Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.   Diskusi ini dihadirkan …

x
x