Home » Headline » Mentan Pastikan Ketersediaan Beras Sepanjang 2023 Aman

Mentan Pastikan Ketersediaan Beras Sepanjang 2023 Aman

dito 12 Jul 2023 69

NasionalPos.com, Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan Beras di dalam negeri sepanjang tahun 2023 dalam kondisi aman. Menurutnya, hanya ada sekitar 70 ribu hektar lahan pertanian padi yang terdampak fenomena alam EL Nino.

Jumlah tersebut jauh dari total 10 juta hektar lahan yang ditanam. “Oleh karena itu kehawatiran gak boleh berlebihan banget, walaupun kita tidak boleh over confidence (terlalu percaya diri),” kata Mentan kepada pers, Rabu (12/7/2023) di Jakarta.

Baca Juga :  BKSAP DPR Ingatkan Krisis Gaza di Forum Parlemen G20

Mentan mengatakan selain El Nino, terdapat 60 ribu hektar lahan padi yang mengalami fuso (gagal panen). Hal itu dikarenakan berbagai macam, salah satunya banjir.

Akan tetapi Ia memastikan lahan yang fuso itu juga telah diganti dengan pertanaman baru. Sehingga, kata dia, saat ini hanya tinggal menunggu waktu panennya saja.

“Hari ini kami sangat firm (tegas) dengan data sampai 2023 Desember kita cukup aman,” ujarnya. Lebih lanjut, ia mengakui bahwa Indonesia bukan negara kontinental tetapi kepulauan.

Baca Juga :  Yonarmed 19/105 Tarik Bogani Gelar Acara Lepas Sambut Komandan Batalyon

Sehingga permasalahan harga masih terjadi karena biaya distribusi beras yang berbeda-beda ke tiap daerah. Hal ini pun menimbulkan perbedaan harga.

Akan tetapi, ia memastikan pemerintah juga telah mengatisipasi hal tersebut dengan berbagai cara. Salah satunya memberikan subsidi biaya angkut dan memanfaatkan tol laut.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

x
x