Home » Ekonomi » Omzet Puluhan Juta di Jakarta Fair 2022 Diraih PT Food Station Tjipinang Jaya

Omzet Puluhan Juta di Jakarta Fair 2022 Diraih PT Food Station Tjipinang Jaya

dito 16 Jul 2022 106

NasionalPos.com, Jakarta– Gelaran Jakarta International Expo, Kemayoran, diperoleh informasi yang menyebutkan adanya keikusertaan  PT Food Station Tjipinang Jaya di ajang  Jakarta Fair 2022 dengan membuka gerai dalam anjungan Pemprov DKI Jakarta, Hall C1 Zona, dengan menjual berbagai kebutuhan pokok seperti  beras, gula, minyak dan tepung terigu dengan merek dagang FS, demikian disampaikan Aldino Ramadhan ketua Tim Pemasaran PT Food Station Tjipinang Jaya, kepada awakmedia, Jum’at,(15/7/2022) malam di Jakarta International Expo, Kemayoran.

“Kami menjual beragam kebutuhan pokok, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau. Kami juga memberikan diskon 5 hingga 7 persen dan kami juga memberikan hal menarik setiap pembelian 30-50 ribu rupiah dapat ikut games lucky spin dengan membawa hadiah yang menarik,” ungkapnya.

Aldino menjelaskan, aneka beras yang dipamerkan terdiri dari beras Setra Ramos kemasan 5 kilogram yang dijual dengan harga Rp 59.000, beras segi pulen, Jasmine dan sentra wangi  kemasan 5 kilogram seharga Rp 60.000, beras organik  kemasan 4 kilogram seharga Rp 70.000 dan nutri rice kemasan 1 kilogram seharga Rp 17.000.

Baca Juga :  Diduga Ada Rekayasa Dalam Penanganan Kasus Vina, Negara Harus Hadir

“Kami menjual beragam varietas beras dengan kemasan atau ukuran bervariasi, antara lain beras merah, beras hitam, beras Japonica, ketan hitam, ketan putih serta beras long grain. Harga beras lebih murah dari harga pasaran,” ujarnya.

Selain beras ada pula minyak goreng kemasan 2 liter yang dijual dengan harga Rp 46.000, gula pasir 1 kilogram seharga Rp 13.500 dan tepung terigu 1 kilogram seharga Rp 10.000.

“Kita buka booth sejak awal pembukaan PRJ Kemayoran tanggal 9 Juni dan selesai 17 Juli besok. Alhamdulilah, dalam kurun waktu singkat ini omset  kita bisa mencapai lebih dari 30 juta, karena hari-harinya kita bisa mendapatkan 200 ribu hingga dua juta saja, saat ini sudah kurang lebih 500 bungkus beras terjual,” terangnya.

Baca Juga :  Cegah Manipulasi Pemberian Status Opini WTP Melalui Pembentukan Team Khusus

Disampaikan Aldino, antusias warga terhadap booth ini cukup tinggi karena penasaran dengan beras yang ditawarkan. Banyak juga masyarakat yang sudah berlangganan dengan beras FS langsung mendatangi booth ini. Sejauh ini beras Jasmine dan sentra wangi masih menjadi idola masyarakat.

Sementara itu, salah seorang pemberli di booth FS, Siti Zulikah (48) warga Tangerang, mengakui tertarik dengan beras produksi  PT Food Station Tjipinang Jaya ini. Selain harga yang murah dan terjangkau, kualitas beras ini juga bagus dan bersih, ia membeli beras Jasmine 5 kilogram dengan harga 60 ribu rupiah kemudian ia mendapatkan kupon games lucky spin.

“Beras FS ini kualitasnya sangat bagus dan harganya juga terjangkau. Tadi saya beli dan ikut lucky spin, Alhamdulillah saya dapat lima kilogram beras Ramos. Semoga booth seperti ini bisa diadakan setiap tahunnya,” pungkasnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

x
x