Home » Ekonomi » Pasar Sedang Lesu, IHSG Ditutup Melemah 35 Poin

Pasar Sedang Lesu, IHSG Ditutup Melemah 35 Poin

dito 04 Mar 2024 86

NasionalPos.com, Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah dalam penutupan perdagangan sore ini. Berdasarkan data RTI Business, IHSG berada di level 7.276, menurun 35 poin (0,48 persen).

Pergerakan IHSG sepanjangan perdagangan hari ini dinamis,  dengan level tertinggi mencapai 7.328 dan level terendah di posisi 7.259. Pelemahan IHSG dipicu oleh mayoritas saham yang nilainya turun, sebanyak 321 saham dan 254 saham lainnya stagnan.

Hari ini, hanya 196 saham yang nilainya naik. Saham-saham sektor energi mengalami kenaikan tertinggi (0,24 persen), dan saham sektor teknologi mengalami penurunan terdalam (-2,67 persen).

Baca Juga :  Bitcoin Menuju Tahun 2025: Peluang Besar atau Risiko Tinggi?

Volume saham yang diperdagangan sebanyak 20,65 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,24 juta kali.  Total nilai transaksi mencapai Rp7,86 triliun, dan nilai kapitalisasi pasar pada sore ini sebesar Rp11.690.38 triliun.​

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisisnya, Senin (4/3/2024) menyebutkan, IHSG melemah karena sikap wait and see pelaku pasar.  Mereka menantikan hasil rekapitulasi pemilu 2024, yang dijadwalkan selesai tanggal 20 Maret 2024.

Hari ini, Bursa di kawasan Asia bergerak fluktuatif karena elaku pasar menantikan kesaksikan Ketua The Fed Jerome Powell. Powell dijadwalkan menyampaikan kesaksiannya di hadapan Parlemen Amerika Serikat pada Rabu dan Kamis lusa.

Baca Juga :  SIP Trunk Terbaik untuk Memaksimalkan Komunikasi Perusahaan

Pasar memperkirakan The Fed masih akan melihat kondisi inflasi, termasuk perkembangan ketenagakerjaan di AS yang datanya akan dirilis Jumat lusa. Tingkat pengangguran di AS diperkirakan masih di kisaran angka 3,7 persen.

Di Eropa, pasar menunggu pengumuman tingkat suku bunga. Bank Sentral Eropa dipreidksi masih akan menahan suku bunga di level 4 persen.

Pergerakan IHSG, juga dipengaruhi oleh dinamika perekonomian di Tiongkok. Utamanya menjelang pelaksanaan Kongres Nasional yang diperkirakan akan membahas lebih banyak stimulus untuk mengangkat perekonomian Tiongkok.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

x
x