Pastor Johanes Robini: Manajemen Universitas Katolik, Jangan Emosional, Bertanyalah dan Komunikasikan
Home » Nasional » daerah » Pastor Johanes Robini: Manajemen Universitas Katolik, Jangan Emosional, Bertanyalah dan Komunikasikan

Pastor Johanes Robini: Manajemen Universitas Katolik, Jangan Emosional, Bertanyalah dan Komunikasikan

dito 11 Agu 2022 117

Nasionalpos.com, Pontianak- Bertempat di Gedung Falkutas Kesehatan Akper Akbid di Kampus Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Rabu, 10 Agustus 2022 telah diadakan Rapat Kerja yayasan Landak Bersatu Tahun 2022 (Raker). Dalam raker tersebut, dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Landak Bersatu RP Dr. Johanes Robini Marianto, OP, kemudian hadir pula Witjaksono dan Anggota DPR-RI Komisi X, Dr. Adrianus Asia Sidot, M.Si, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Dr. Muhammad Akbar, Kepala LLDIKTI XI periode sebelumnya  Prof. Dr. H. Udiansyah, M.Si serta seluruh staf manajemen dan dosen.

Dalam Raker pertama, Pastor Johanes Robini Marianto, OP menyampaikan bahwa kesempatan itu adalah sebagai bentuk telah sahnya menjadi Universitas  dengan SK Mendikbudristek pada 12 Juli 2022, terkait dengan hal tersebut, ia juga menghimbau agar untuk semua dosen dan staf untuk tidak emosional dalam bekerja.

“Jangan emosianal, jangan marah-marahan. Banyak bertanya, komunikasi, jangan banyak drama. Jangan ada ego sektoral, kita satu kesatuan. Tidak ada yang lebih berkuasa, kita sama-sama bekerja,” ucap Pastor Johanes.

Dia juga berharap agar untuk setahun ini,  manajemen bisa menyiapkan internal arrangement (organisasi). Sehingga manajemen tidak rapuh, baik dari dalam maupun tercitra hebat di luar. Oleh karena itu mengatur kurikulum, perubahan, dan yang lain sebagainya memang harus disiapkan.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah berusaha berupaya, saya berikan apresiasi. Termasuk kepada pimpinan dulu di STKIP, AKPER-AKBID. Kita harus saling terbuka, bersatu. Tidak ada yang demosi, ini hanya restruturisasi,” tutur Pastor Robini.

Mempersiapkan SDM

Dalam kesempatan yang sama juga, sebagai staff profesional Witjaksono menghimbau bahwa statuta dan SOP yang sudah harus dipatuhi. Baginya hanya dengan cara itulah tujuan dari organisasi akan tercapai terlebih kedepan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (USA) akan menjadi besar.

“Kita manfaatkan ini agar anak-anak muda gaungkan ini seluas-luasnya. Jalankan saja motto “Adil ka’ talino, bacuramin ka’ saruga, basengat ka’ Jubata,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Adrianus Asia Sidot, menurutnya selain struktur organisasi, juga diperlukan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus disiapkan terlebih untuk hadapi disrupsi digital dan disrupsi teknologi, untuk itulah, maka setiap orang saat ini harus lakukan disrupsi (perubahan/penyesuaian) untuk hadapi disrupsi itu. Adrianus Asia Sidot berpandangan bahwa sebenarnya organisasi USA ini sudah siap untuk menghadapi tantangan di depan.

Baca Juga :  Warga Jakarta Antusias Lepas Rindu CFD Di Sepanjang Jalan Thamrin-Sudirman-Senayan

Universitas Jangan nambah pengangguran

Bagi Adrianus Asia Sidot hadirnya Unviersitas tersebut  justru jangan menambah jumlah pengangguran. Dia memaparkan berdasarkan data Dikbudristek bahwa angka pengangguran intelektual terus bertambah. Mendikbud menghadirkan  konsep MBKM, supaya Perguruan Tinggi (PT) tidak bingung untuk pola pendidikan bagi mahasiswanya. Dengan era revolusi industry 4.0 kita sesuaikan program ke depan. Dengan model pola kerja ke depan yang mengarah ke penggunaan teknologi. Begitu juga dengan pelayanan kesehatan, yang sudah semakin berkembang.

“Teknologi itu menentukan. Peralatan teknologi memang mahal, tapi mau tidak mau kita harus ikuti itu,” ujar Adrianus.

Adrianus mengajak staff dan manajemen untuk melihat banyak hal ke depan, Universitas jangan hanya mencetak sarjana saja. Justru yang harus dikedepankan adalah orientasi untuk meluluskan anak menjadi sarjana. Baginya menyiapkan Universitas menjadi Center of excellence bagi Kalimantan khususnya dan Indonesia pada umumnya adalah menjadi target utama, Menutup sambutannya Adrianus Asia Sidot mengingatkan tentang pesan Uskup Agustinus saat press conference.

“Universitas Katolik ini bukan eksklusif jangan hanya untuk orang Katolik tetapi terbuka bagi siapapun,” kata Adrianus Asia Sidot menyampaikan pesan Uskup Agustinus.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Dr. Muhammad Akbar menjelaskan bagi LLDIKTI, hal itu merupakan 1 faktor peningkatan IKU (Indeks Kinerja Utama) LLDIKTI XI, karena Menteri Nadiem menyatakan penyatuan Perguruan Tinggi menjadi prestasi capaian yang sangat baik, bagaimana LLDIKTI XI nanti mungkin ada penambahan LLDIKTI baru di Kalbar, tentunya dengan jumlah perguruan tinggi (PT) yang ada di Kalbar. Ini untuk lebih mempercepat proses layanan bagi seluruh perguruan tinggi di Kalimantan.

Dia mengatakan bahwa fakta setelah COVID-19, maka seluruh PT wilayah mereka alami masalah yang sama dengan wilayah lain. Khususnya dalam hal jumlah mahasiswa yang menurun. Meski sudah ada KIP Kuliah, yang memang dikhususkan bagi keluarga miskin atau rentan miskin, sehingga membantu mereka untuk bisa berkuliah di PT sesuai pilihan mereka.

Muhammad Akbar juga menceritakan bahwa mereka kehilangan selisih 1000 mahasiswa di seluruh LLDIKTI XI. Jika ada yg memang ingin kuliah, mereka upayakan pastikan calon mahasiswa tersebut adalah yang benar-benar memerlukan bantuan biaya kuliah.

Untuk itu mereka hindari hal-hal penyalahgunaan KIP ini untuk yang tidak berhak, agar tidak jadi temuan atau kasus hukum. Rektor bisa lakukan mapping  SDM terutama dosen prodi (ada S3, S2). Yayasan juga perlu untuk terus memantau proses peningkatan SDM di PT-nya, Sebagai dosen adalah tugas utama Tridharma, jabatan adalah tugas tambahan, sedangkan dalam manajemen, Lanjut Muhammad Akbar, Rektor diberikan kekhusususan untuk tidak banyak mengajar, ini ketetntuan dari Undang-Undang . Rektor baiknya focus di tugas belajar, Mereka usahakan di LLDIKTI untuk hindari beban berat yang ditanggung oleh Rektor, karena harus sambil mengajar, adapun dalam dokumen LED PT, tata pamong adalah hal utama menciptakan atmosfir kelola kampus yang baik. Di situ akan diatur, demokratisasinya, cara penempatan SDM sesuai keahliannya, the right man on the right place.

Baca Juga :  Bakal Naik 9,68% Pagu Indikatif Kemendikbud-Ristek 2023 Di Sorot DPR RI

“Perlu diingat karena kita mengelola uang public (masyarakat) maka kita PT wajib di audit, meski PT adalah badan usaha nirlaba. Kerjasama penelitian dan pendidikan sangatlah penting, baik dengan industry dunia kerja. PT tinggal update laporannya, bukan hanya sekedar MoU saja, tapi ada action setelah perjanjian itu,” tukas Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Dr. Muhammad Akbar.

Hak Masyarakat mendapat Pendidikan

Sementara itu, dalam kesempatan itu, Kepala LLDIKTI XI periode sebelumnya  Prof. Dr. H. Udiansyah, M.Si menegaskan tentang UU pendidikan yang paling utama adalah mandat akademik bagi PT untuk hak masyarakat mendapat pendidikan, Rapat Kerja ini baginya merupakan langkah yang sudah dilakukan untuk tata kelola PT oleh Yayasan dengan tujuan pendidikan yang didalamnya mempertimbangkan dan mengembangkan potensi mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri, punya potensi yang semuanya itu adalah untuk kepentingan bangsa, ia juga menghimbau bahwa dosen-dosen harus bisa difasilitasi meningkatkan  kapasitasnya.

“Ketika kita berinvestasi di manusia, maka baiknya diprioritaskan dosennya, meski dampaknya baru terlihat pada tahun2 yang akan datang. Mahasiswa diberi pengimbangan agar juga mendapat keuntungan dari salah 1 prioritas tadi,” kata Prof. H. Udiansyah.

Bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), imbuh Prof H Udiansyah, harus berada lebih dekat dengan semua pihak internal institusi, tempatkan sesuai fungsinya, evaluasi koreksi terus berjalan untuk system yang diterapkan.  Penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, peningkatan (PPEPP) adalah prinsip penerapan SPMI yang baik di institusi.

“Networking ini penting dalam hal pengurusan apapun,” tegas Prof. H. Udiansyah. (*Red/ Oleh: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dinas Perpustakaan Kota Bandung Gelar Gala Final Pemilihan Duta Baca 2026

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Bandung, NasionalPos.com – Dinas Perpustakaan Kota Bandung menggelar Gala Final Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2026 dengan mengusung tema “Peran Strategis Duta Baca dalam Pengembangan Budaya Literasi di Lingkup Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balairung Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Kamis (30/04/2026). Acara tersebut di hadiri oleh Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan …

Aktifitas Lapangan Padel Dianggap Mengganggu, Jalan Sutami Mengadu Ke Komisi I

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Komisi I DPRD Kota Bandung menerima dua audiensi dari perwakilan warga, di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Bandung, Rabu, 29 April 2026. Penerimaan audiensi itu dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, dan dihadiri Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama, A.Md., Ir. H. Kurnia …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x