- HeadlineMomentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman
- daerahPerkuat Kualitas Penegakan Hukum, Polres Pesisir Barat Jalani Supervisi Semester II Ditreskrimum Polda Lampung
- HeadlineRaport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”
- daerahSentuhan Perubahan Irwan Hakim: Membangun Gunung Kemala Melalui Musyawarah dan Transparansi
- NasionalKantor Hukum Layangkan Pemberitahuan Aksi, Kepastian Hukum di Polresta Banyuwangi Jadi Perhatian

Pengamat :Wacana Pemakzulan Jokowi Jangan Hanya Gertak Politik
NasionalPos.com, Jakarta- Wacana pemakzulan Presiden Joko Widodo atau Jokowi semakin bergulir kencang, hal tersebut muncul lantaran dugaan pelanggaran konstitusional Jokowi, contohnya adalah nepotisme dalam Mahkamah Konstitusi, intervensi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, maupun dugaan adanya cawe-cawe Jokowi terhadap pasalon tertentu, yang berindikasi berimplikasi terciptanya sikap tidak netralnya penyelenggara negara, ASN dan TNI, sehingga apa yang dilakukan oleh Jokowi tersebut dianggap berindikasi melanggar sumpah jabatan Presiden diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945, demikian disampaikan Damuri Fikri Aktivis NU kepada awak media, Sabtu, 20/1/2024 di Jakarta.
“ Jika dicermati dengan seksama, adanya wacana pemakzulan Jokowi itu, dipicu oleh meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap Jokowi, jadi ini realitasnya, bukan seperti yang dikatakan beberapa Lembaga survey yang memanipulasi tingkat kepuasaan Masyarakat terhadap Jokowi yang di katakan masih tinggi.”ungkap Damuri Fikri yang juga pengamat sosial politik.
Bukan hanya itu, lanjut Damuri, ketidak puasan Masyarakat terhadap Jokowi tersebut, nampaknya seperti snow ball, terus meningkat karena di picu oleh semakin meningkatnya upaya-upaya ketidaknetralan pemerintah dalam kontestasi Pilpres 2024 dengan berbagai cara, tentunya fenomena tersebut terindikasi adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan, dan bahkan menafikan nila-nilai-nilai luhur yang terdapat dalam Pancasila maupun UUD1945.
“Kalau fenomena tersebut dibiarkan, maka bukan hanya membahayakan demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia, tapi bahkan bisa mengancam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, .bisa saja terjadi chaos politik maupun sosial, korbannya adalah rakyat.”Tukas Damuri.
Lebih lanjut Damuri mengatakan mencermati fenomena yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang akan di kembalikan ke era Otoritarian ala Orde baru, yang sudah nampak jelas tatkala pemerintah Jokowi kerap menggunakan pendekatan-pendekatan represif terhadap kebebasan mengemukakan pendapat, maka sudah sepatutnya para elit politik terutama yang ada di Partai Politik maupun para legislator di DPR dan DPD,
Tidak mendiamkan atau bahkan membiarkan fenomena tersebut berlangsung karena tersandera oleh ancaman intimidatif Jokowi beserta kroni-kroninya, dan mestinya mereka berani melawan ancaman intimidasi tersebut, dan berpihak kepada kepentingan rakyat, bangsa dan negara dengan mendukung aspirasi wacana yang disampaikan para tokoh bangsa yang tergabung di petisi 100 tersebut, dengan langkah mengkonkritkan wacana tersebut melalui prosedur maupun mekanisme konstitusional di Lembaga Parlemen..
Sementara itu, Di sisi lain, Damuri juga memberikan apresiasi terhadap adanya sikap berani membela supremasi demokrasi, hukum dan Hak Kedaulatan rakyat yang dilakukan oleh para praktisi hukum salah seorang diantaranya adalah Petrus Selestinus, SH telah menggugat Keputusan MK nomor 90 yang cacat etis, dan juga menggugat KPU.
“ Apa yang telah di lakukan para praktisi hukum tersebut, sepatutnya Para elit politik dan para anggota DPR yang masih berpihak pada kepentingan rakyat, bangsa dan negara, mengikuti jejak para praktisi hukum tersebut melalui ranah politik, dan lebih baik jangan hanya bicara di publik saja, namun lebih baik jalan kan saja proses di DPR itu adalah yang harus di lakukan seharusnya, kalau soal bicara ke publik itu ranahnya pengamat, dengan demikian demi selamatkan kedaulatan rakyat, wacana Pemakzulan Jokowi jangan hanya Gertak Sambal Politik doank, tapi mesti dikonkritkan, jika tidak, Rakyat akan menjadi korbannya”pungkas Damuri
dito
21 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri. Terkait dengan situasi …
dito
21 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta. Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum. …
- Banyuwangi
20 Okt 2026
BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …
dito
19 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim. Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …
- Banyuwangi
19 Okt 2026
Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …
dito
17 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional. Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …
21 Nov 2024 2.508 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.915 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
28 Jul 2025 1.664 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
17 Mei 2022 1.662 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.562 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.516 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.332 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.