Home » Nasional » Pengamat :Wacana Pemakzulan Jokowi Jangan Hanya Gertak Politik

Pengamat :Wacana Pemakzulan Jokowi Jangan Hanya Gertak Politik

dito 20 Jan 2024 118

NasionalPos.com, Jakarta- Wacana pemakzulan Presiden Joko Widodo atau Jokowi semakin bergulir kencang, hal tersebut muncul lantaran dugaan pelanggaran konstitusional Jokowi, contohnya adalah nepotisme dalam Mahkamah Konstitusi, intervensi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, maupun dugaan adanya cawe-cawe Jokowi terhadap pasalon tertentu, yang berindikasi berimplikasi terciptanya sikap tidak netralnya penyelenggara negara, ASN dan TNI, sehingga apa yang dilakukan oleh Jokowi tersebut  dianggap berindikasi melanggar sumpah jabatan Presiden diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945, demikian disampaikan Damuri Fikri Aktivis NU kepada awak media, Sabtu, 20/1/2024 di Jakarta.

“ Jika dicermati dengan seksama, adanya wacana pemakzulan Jokowi itu, dipicu oleh meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap Jokowi, jadi ini realitasnya, bukan seperti yang dikatakan beberapa Lembaga survey yang memanipulasi tingkat kepuasaan Masyarakat terhadap Jokowi yang di katakan masih tinggi.”ungkap Damuri Fikri yang juga pengamat sosial politik.

Bukan hanya itu, lanjut Damuri, ketidak puasan Masyarakat terhadap Jokowi tersebut, nampaknya seperti snow ball, terus meningkat karena di picu oleh semakin meningkatnya upaya-upaya ketidaknetralan pemerintah dalam kontestasi Pilpres 2024 dengan berbagai cara, tentunya fenomena tersebut terindikasi adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan, dan bahkan menafikan nila-nilai-nilai luhur yang terdapat dalam Pancasila maupun UUD1945.

Baca Juga :  Penanganan Korban Perdagangan Orang Diperkuat Kementerian PPPA

“Kalau fenomena tersebut dibiarkan, maka bukan hanya membahayakan demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia, tapi bahkan bisa mengancam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, .bisa saja terjadi chaos politik maupun sosial, korbannya adalah rakyat.”Tukas Damuri.

Lebih lanjut Damuri mengatakan mencermati fenomena yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang akan di kembalikan ke era Otoritarian ala Orde baru, yang sudah nampak jelas tatkala pemerintah Jokowi kerap menggunakan pendekatan-pendekatan represif terhadap kebebasan mengemukakan pendapat, maka sudah sepatutnya para elit politik terutama yang ada di Partai Politik maupun para legislator di DPR dan DPD,

Tidak mendiamkan atau bahkan membiarkan fenomena tersebut berlangsung karena tersandera oleh ancaman intimidatif Jokowi beserta kroni-kroninya, dan mestinya mereka berani melawan ancaman intimidasi tersebut, dan berpihak kepada kepentingan rakyat, bangsa dan negara dengan mendukung aspirasi wacana yang disampaikan para tokoh bangsa yang tergabung di petisi 100 tersebut, dengan langkah mengkonkritkan wacana tersebut melalui prosedur maupun mekanisme konstitusional di Lembaga Parlemen..

Baca Juga :  Pengamat : Putusan MK & Gibran Berimplikasi Merusak Tatanan Demokrasi

Sementara itu, Di sisi lain, Damuri juga memberikan apresiasi terhadap adanya sikap berani membela supremasi demokrasi, hukum dan Hak Kedaulatan rakyat yang dilakukan oleh para praktisi hukum salah seorang diantaranya adalah Petrus Selestinus, SH telah menggugat Keputusan MK nomor 90 yang cacat etis, dan juga menggugat KPU.

“ Apa yang telah di lakukan para praktisi hukum tersebut, sepatutnya Para elit politik dan para anggota DPR yang masih berpihak pada kepentingan rakyat, bangsa dan negara, mengikuti jejak para praktisi hukum tersebut melalui ranah politik, dan lebih baik jangan hanya bicara di publik saja, namun lebih baik jalan kan saja proses di DPR itu adalah yang harus di lakukan seharusnya, kalau soal bicara ke publik itu ranahnya pengamat, dengan demikian demi selamatkan kedaulatan rakyat, wacana Pemakzulan Jokowi jangan hanya Gertak Sambal Politik doank, tapi mesti dikonkritkan, jika tidak, Rakyat akan menjadi korbannya”pungkas Damuri

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Kantor Hukum Layangkan Pemberitahuan Aksi, Kepastian Hukum di Polresta Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

20 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Dugaan Penggelapan hingga Dokumen Tanah Perusahaan, Empat Laporan di Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

19 Okt 2026

Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …

PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

x
x