Home » Headline » Perlunya Rekonsiliasi Budaya, Lestarikan Tradisi Nganter Bandeng Di Perayaan Imlek Nyang Hampir Punah

Perlunya Rekonsiliasi Budaya, Lestarikan Tradisi Nganter Bandeng Di Perayaan Imlek Nyang Hampir Punah

dito 23 Jan 2023 134

NasionalPos.com, Jakarta- Perayaan Imlek yang dilakukan seluruh warga Tionghoa di seluruh dunia, sebenarnya juga menciptakan suatu tradisi bagi warga Jakarta, khususnya etnis Betawi, adapun tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun di setiap merayakan Imlek, salah satunya adalah tradisi Nganter Bandeng yang dilakukan etnis Betawi ke setiap warga etnis Tionghoa yang merayakan hari Imlek, sehingga melegitimasi perayaan Imlek tidak lengkap tanpa adanya hidangan bandeng.

Padahal sesungguhnya tradisi itu dilakukan sebagai wujud jalinan silahturahmi antara etnis Betawi dengan etnis Tionghoa, demikian disampaikan Ketua Forum Kajian Budaya Betawi (FKBB), Mathar Ibnu Kamal kepada nasionalpos.com, Senin, 23/1/2023 di Jakarta.

“Tradisi Nganter Bandeng saat perayaan Imlek menggambarkan hubungan kekerabatan antar warga, bukan dalam konteks pelaksanaan ibadah, Ini sama halnya tradisi malam takbiran. Warga Betawi memasak dan saling berbagi makanan lontong dan opor ayam yang juga masih dilestarikan,” terangnya.

Menurut Mathar, Ciri orang Betawi yang egaliter atau mudah bergaul dengan siapa saja berpartisipasi bareng merayakan Imlek dengan cara makan. Itu hal lumrah dalam sosial masyarakat, mestinya tradisi itu dijaga dan harus terus dilestarikan, namun sayangnya, sebagai dampak dari Pertumbuhan kemajuan kehidupan, khususnya didaerah tengah Jakarta yang juga mencakup daerah pinggir.

Baca Juga :  Di Kantor Wali Kota Jakut, Pada Ruang Ketiganya Diperuntukkan Sebagai Wadah Kolaborasi

Mulai muncul fenomena Orang Tionghoa menutup diri, kemudian membatasi pergaulan sosial diluar kelompoknya, situasi itu, nampak semakin renggang, ketika Orang Betawi mulai tergeser dari pemukimannya. Situasi terbentuk karena ada kesulitan ekonomi. Akibatnya kehidupan guyub mulai hilang pelan-pelan, sedangkan orang Betawi selalu terbuka, menerima siapa saja dalam interaksi pergaulan sosial, ini sikap egaliter Kaum Betawi. Di tengah kota Jakarta, makin jelas hilang keguyuban tanpa menyalahkan siapapun. Realitas kehidupan membuat orang makin jauh dari pergaulan sosial. Kalau dalam konteks adat dan tradisi Betawi, khususnya event tertentu, masih tetap dipertahankan.

“Sikap memberi dan berbagi merupakan ciri kehidupan sosial kaum Betawi, namun kemudian muncul persoalan semakin menghilangnya tradisi nganter bandeng, di era sekarang ini, tentunya jangan dilihat dari satu aspek saja, melainkan secara komprehensif, banyak hal yang mempengaruhi terkikisnya tradisi tersebut, tapi terlepas dari itu semua Prinsipnya Betawi tak punya kebencian terhadap Tionghoa, dan saya rasa orang Tionghoa juga tak punya kebencian ke etnis Betawi”tutur Mathar.

Baca Juga :  Rencana Kemenhub Naikkan Tarif Ojol, kebijakan yang tidak Bijaksana"

Bahkan, lanjut Mathar, Dalam konteks sosial budaya sesungguhnya tradisi tersebut harus dipertahankan untuk kebersamaan hidup dinegeri yang tinggi peradaban nya. Jika menghilang, bisa disebabkan perkembangan jaman yang mengabaikan sikap berbudaya saja, bisa juga terjadi oleh adanya pihak-pihak yang kagak demen pada terciptanya harmonisasi etnis Betawi dengan etnis Tionghoa, karena itu diperlukan langkah solusi yang tepat untuk mengembalikan tradisi yang hilang itu.

“Bisa saja salah satu langkah solusinya adalah melakukan rekonsiliasi budaya, dalam bentuk dialog dari kehati-hati, dengan mengabaikan atau menyudahi berbagai sikap dan pandangan yang dapat menjadi penyebab hilangnya tradisi tersebut, yang namanya rekonsiliasi itu kembali guyub, kembali menjalin tali silahturahmi, ini bisa saja difasilitasi pemerintah untuk membentuk kesadaran bersama, dengan memulai menghidupkan kembali tradisi nganter bandeng di setiap Perayaan Imlek, yang hampir punah di Era Kekinian dan di era mendatang”pungkas Mathar. (*dit)

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Usulkan Status Hybrid bagi Ojol dan pembentukan BLU bid Transportasi Online Berbasis Koperasi

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menanggapi usulan pemerintah agar ojol Berstatus sebagai pelaku UMKM, kepada wartawan, Ign Wibowo ketua umum Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Rabu, 12/8/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ojol di masukkan sebagai pelaku UMKM, pasalnya ojol bukan pelaku usaha mandiri seperti pelaku UMKM yang lain, karena tergantung pada penyedia layanan …

GGBC Jabotabek Tolak Ojol Berstatus UMKM”

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gojek Grab Bikers Comunity (GGBC) Jabotabek menolak status ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rencana peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang segera disahkan Pemerintah, demikian di sampaikan Aping Ketua Umum GGBC Jabotabek kepada wartawan, Rabu, 12/8/2026 di …

Dosen Dipecat Laporkan Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Naim ke Polda Metro Jaya

dito

11 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta –  Berangkat dari persoalan PHK sepihak tanpa pemberitahuan dan tanpa pesangon, yang di duga dilakukan oleh pihak Universitas Trisakti dan di dukung oleh Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Na’im terhadap seorang dosen senior berinisial NIS, dengan alibi tidak dibayarkannya hak tersebut di karenakan yang bersangkutan masih dikategorikan sebagai calon dosen tetap selama 2015-2025, Serta …

Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

PRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR

dito

06 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …

PMKRI CABANG JAKARTA PUSAT DIPERCAYA MENJADI TUAN RUMAH KONGRES XXXV DAN MPA XXXIV PMKRI TAHUN 2028

dito

29 Jul 2026

Nasionalpos.com, Ruteng-   Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat Sanctus Robertus Bellarminus resmi dipercaya menjadi tuan rumah Kongres XXXV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIV PMKRI Tahun 2028. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI yang dipimpin oleh Mandataris Terpilih Cristian A. D. Rettob, setelah forum memberikan kesempatan kepada …

x
x