Home / Headline / Megapolitan / Peristiwa / Ragam

Senin, 23 Januari 2023 - 20:02 WIB

Perlunya Rekonsiliasi Budaya, Lestarikan Tradisi Nganter Bandeng Di Perayaan Imlek Nyang Hampir Punah

NasionalPos.com, Jakarta- Perayaan Imlek yang dilakukan seluruh warga Tionghoa di seluruh dunia, sebenarnya juga menciptakan suatu tradisi bagi warga Jakarta, khususnya etnis Betawi, adapun tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun di setiap merayakan Imlek, salah satunya adalah tradisi Nganter Bandeng yang dilakukan etnis Betawi ke setiap warga etnis Tionghoa yang merayakan hari Imlek, sehingga melegitimasi perayaan Imlek tidak lengkap tanpa adanya hidangan bandeng.

Padahal sesungguhnya tradisi itu dilakukan sebagai wujud jalinan silahturahmi antara etnis Betawi dengan etnis Tionghoa, demikian disampaikan Ketua Forum Kajian Budaya Betawi (FKBB), Mathar Ibnu Kamal kepada nasionalpos.com, Senin, 23/1/2023 di Jakarta.

“Tradisi Nganter Bandeng saat perayaan Imlek menggambarkan hubungan kekerabatan antar warga, bukan dalam konteks pelaksanaan ibadah, Ini sama halnya tradisi malam takbiran. Warga Betawi memasak dan saling berbagi makanan lontong dan opor ayam yang juga masih dilestarikan,” terangnya.

Menurut Mathar, Ciri orang Betawi yang egaliter atau mudah bergaul dengan siapa saja berpartisipasi bareng merayakan Imlek dengan cara makan. Itu hal lumrah dalam sosial masyarakat, mestinya tradisi itu dijaga dan harus terus dilestarikan, namun sayangnya, sebagai dampak dari Pertumbuhan kemajuan kehidupan, khususnya didaerah tengah Jakarta yang juga mencakup daerah pinggir.

Baca Juga  Dispen TNI AL Siap Cetak Presenter dan Reporter Handal

Mulai muncul fenomena Orang Tionghoa menutup diri, kemudian membatasi pergaulan sosial diluar kelompoknya, situasi itu, nampak semakin renggang, ketika Orang Betawi mulai tergeser dari pemukimannya. Situasi terbentuk karena ada kesulitan ekonomi. Akibatnya kehidupan guyub mulai hilang pelan-pelan, sedangkan orang Betawi selalu terbuka, menerima siapa saja dalam interaksi pergaulan sosial, ini sikap egaliter Kaum Betawi. Di tengah kota Jakarta, makin jelas hilang keguyuban tanpa menyalahkan siapapun. Realitas kehidupan membuat orang makin jauh dari pergaulan sosial. Kalau dalam konteks adat dan tradisi Betawi, khususnya event tertentu, masih tetap dipertahankan.

“Sikap memberi dan berbagi merupakan ciri kehidupan sosial kaum Betawi, namun kemudian muncul persoalan semakin menghilangnya tradisi nganter bandeng, di era sekarang ini, tentunya jangan dilihat dari satu aspek saja, melainkan secara komprehensif, banyak hal yang mempengaruhi terkikisnya tradisi tersebut, tapi terlepas dari itu semua Prinsipnya Betawi tak punya kebencian terhadap Tionghoa, dan saya rasa orang Tionghoa juga tak punya kebencian ke etnis Betawi”tutur Mathar.

Baca Juga  Pejabat Korut Sebut Trump Pria Tua Labil

Bahkan, lanjut Mathar, Dalam konteks sosial budaya sesungguhnya tradisi tersebut harus dipertahankan untuk kebersamaan hidup dinegeri yang tinggi peradaban nya. Jika menghilang, bisa disebabkan perkembangan jaman yang mengabaikan sikap berbudaya saja, bisa juga terjadi oleh adanya pihak-pihak yang kagak demen pada terciptanya harmonisasi etnis Betawi dengan etnis Tionghoa, karena itu diperlukan langkah solusi yang tepat untuk mengembalikan tradisi yang hilang itu.

“Bisa saja salah satu langkah solusinya adalah melakukan rekonsiliasi budaya, dalam bentuk dialog dari kehati-hati, dengan mengabaikan atau menyudahi berbagai sikap dan pandangan yang dapat menjadi penyebab hilangnya tradisi tersebut, yang namanya rekonsiliasi itu kembali guyub, kembali menjalin tali silahturahmi, ini bisa saja difasilitasi pemerintah untuk membentuk kesadaran bersama, dengan memulai menghidupkan kembali tradisi nganter bandeng di setiap Perayaan Imlek, yang hampir punah di Era Kekinian dan di era mendatang”pungkas Mathar. (*dit)

 

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

Rudiantara

Ekonomi

Rudiantara Ditunjuk Sebagai Dirut PLN
gubernur anies resmikan KUBedit

Ekonomi

Kelompok Usaha Bank (KUB) Telah Dibentuk Pemprov DKI Bersama Maluku dan Maluku Utara
anis

Megapolitan

Fordim Jakarta: Gubernur Jangan Salah Pilih Pemimpin Pendidikan di Jakarta
heru pimpin upacara edit

Headline

Di Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Heru Sampaikan Pesan
Ariza

Headline

Jokowi Resmi Lantik Ariza Jadi Wagub DKI di Istana Negara
Ataturk

Headline

Tokoh Sekuler Ataturk Akan Dijadikan Nama Jalan di Kawasan Menteng
mabes polri

Headline

Terkait Surat Jalan Joko Tjandra, Brigjen Prasetyo Dicopot dan Ditahan
Jokowi

Headline

Presiden Perintahkan Menkes Atur Penempatan Pasien Corona