Home » Nasional » Potret Problematika dan Solusi Anak di Negeri Pancasila

Potret Problematika dan Solusi Anak di Negeri Pancasila

dito 01 Jun 2022 113

NasionalPos.com, Bogor– Perkembangan anak Indonesia saat ini, sedang menghadapi berbagai permasalahan yang mempengaruhi perkembangan kepribadian maupun psikisnya, diantaranya adalah masalah yang di picu oleh  implikasi kemajuan teknologi, karena itulah diperlukan adanya langkah pencegahaannya, padahal di Pasal 20 UU Perlindungan Anak menegaskan bahwa Negara, pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, keluarga dan orang wajib memberikan Perlindungan Anak, dengan demikian terkait berbagai kasus anak kecanduan gadget saat ini menjadi tanggung jawab kita semua utamanya orang tua., demikian disampaikan Waspada MK Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, saat dihubungi awak media, Rabu, (1 /6/2022) di Bogor.

“Kalo saya bilang hari ini sudah masuk katagori darurat bahaya gadget bagi anak – anak, apalagi anak usia dini. Dampak kecanduan gatget ini luar biasa bahayanya bagi anak – anak, baik fisik maupun psikis. Dibanyak kasus selain anak menjadi invidual, egoistis, asosial, tidak mau belajar dibeberapa kasus menimbulkan prilaku menyimpang misalnya kriminal dan tindak kekerasan antar teman.”ungkap Waspada MK.

Tidak sedikit, lanjut Waspada,  yang berdampak kerusakan saraf mata sehingga menimbulkan kebutaan, serangan saraf otak, sehingga akan tidak lagi mampu mengendalikan diri. Hal ini tentu sangat membahayakan masa depan anak, karena itulah, beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk menghindaridan bahkan mencegah timbulnya kecanduan gadget, antara lain, orang tua hendaknya meningkatkan perhatian dan kasih sayang terhadap anak – anak, berikan permainan yang educatif dan memotivasi anak utk meningkatkan kreatifitas, awasi dan batasi  anak dalam memanfaat gadget, jauhkan anak – anak Balita dari Gadget, bukan hanya itu, Dalam rangka sosialisasi bahaya dampak gadget, dirinya juga telah menjalankan program ” Bijak Dalam Menggunakan Gadget ” ke Sekolah – sekolah.

Baca Juga :  Politisi Partai Gerindra Ingatkan Pemerintah, Program Kompor Harus Dikaji Ulang

“Untuk mencegah bahaya dampak Gadget, kami telah melakukan Program Parenthing ” Hindari Bahaya Gadget Untuk Anak Usia Dini ” diberbagai Lembaga PAUD di Kabupaten Bogor, dan ternyata masyarakat menyambut antusias program ini, ya, alhamdulilah, program di dukung oleh masyarakat”tukas Waspada MK.

Dalam kesempatan ini, Waspada Mk juga mengungkapkan, selain masalah dampak perkembangan teknologi di negeri ini, masalah yang tak kalah penting, adalah masalah Kemiskinan yang sangat mempengaruhi dampak pertumbuhan kepribadian seorang anak, yang ssebenarnya dalam hal ini pemerintah sudah  memiliki program pembangunan berkelanjutan dan juga SDGs. Dalam SDGs ini ada 17 tujuan (Goals), nah Goals 1,2,3dan4 berkorelasi langsung dengan pemberantasan kemiskinan. Tujuan SDGs pertama tanpa kemiskinan, kedua tanpa kelaparan, ketiga kehidupan sehat dan sejahtera dan yang keempat pendidikan yang berkualitas. Nah Goals 1sampai dengan 4, itu semua beririsan dengan tumbuh kembang Anak dan Pemenuhan Hak Anak,

“Untuk itu langkah paling sederhana yaa kita harus berperan aktif dalam menyukseskan SDGs tersebut, dan menyampaikan kepada seluruh stakeholders hingga akar rumput akan pentingnya tujuan SDGs tersebut. Jika target target tersebut tercapai, dengan sendirinya kemiskinan akan bisa dihapus dan sebagian hak dasar anak akan terpenuhi.”ucap Waspada MK.

Sementara itu, terkait Penanaman Nilai Pancasila kepada anak, Waspada pun angkat bicara, ia mengatakan bahwa  pada saat ini merupakan hal yang sangat penting, mendasar dan mendesak. Kenapa karena pada hari ini anak – anak usia dini hingga pelajar SLTA tampaknya sudah kurang peduli terhadap Pancasila, dan ini bahaya untuk masa depan anak utamanya dalam konteks cinta tanah air dan bangsa. Tapi kita tidak bisa serta Merta menyalahkan anak – anak, karena orang tua dan bahkan lembaga pendidikan kurang serius dalam mengenalkan Pancasila terhadap anak – anak. Ada mata pelajaran PPKn, tapi faktanya mata pelajaran itu hanya sekedar untuk mencari nilai di rapot, tidak untuk menanamkan nilai atau ideologi Pancasila. Yang memprihatikan saat ini banyak anak – anak sdh tidak hafal teks Pancasila. Untuk mengatasi itu perlu penguatan kurikulum  tentang nilai – nilai Pancasila dari PAUD hingga Perguruan Tinggi. Pelatihan Bagi Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan tentang Pentingnya Pancasila, yaa semacam Penataran P4 jaman dulu. Kemudian di masyarakat perlu dikuatkan kembali sosialisasi 4 Pilar Bangsa . Untuk  menanamkan nilai2 Pancasila sejak dini,

Baca Juga :  IIFPG Gelar Baksos dan Khatam Al-Qur’an di Bulan Suci Ramadhan 1444H

“Kebetulan saya ada lembaga PAUD ” PAUD Aji Karima Nusantara “, sejak awal kurikulumnya berbasis Pancasila, jadi anak – anak PAUD kami sdh mengenal dan hafal Pancasila. PAUD kami sudah menanamkan nilai2 keberagaman sejak dini. Menurut saya ini bisa ditularkan ke lembaga PAUD lain, ya, inilah potret kondisi anak Indonesia di negeri ini, yang menjadi refleksi kita semua di hari lahirnya Pancasila ini,”pungkasnya (*dit)

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dari Hutan Lindung ke Tambang Emas: Keputusan yang Merusak Tanah Air. ​

Indra

06 Des 2025

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran – Kerusakan alam lingkungan yang semakin meluas di kawasan Tumpang Pitu, Banyuwangi, kini ditunjuk ke peran mantan Bupati Banyuwangi Kyai Haji Abdullah Azwar Anas yang kini menjabat di pengurus pusat PDI-Perjuangan dan PCNU Kab Banyuwangi. Menurut pemerhati lingkungan Amir Ma’ruf Khan alias Raja Angkasa Banyuwangi, keputusan mantan bupati …

Dr.Munawaroh, MSi Desak Pemerintah Libatkan Kelompok & Organisasi Perempuan Kirim Relawan ke Sumatera Pasca Bencana

dito

05 Des 2025

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah duka mendalam atas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat akhir November 2025, memicu respon dari berbagai kalangan, salah seorang diantara dari seorang akademisi perempuan yakni Dr. Munawaroh, MSi seorang dosen di Universitas Negeri Jakarta Kepada wartawan, Jumat, 5/12/2025 di Jakarta, ia mengatakan bahwa dirinya …

Dewi Astutik, Aktor Jaringan Sabu 2 Ton, Ditangkap di Sihanoukville

ardi

04 Des 2025

Jakarta,NasionalPos.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, serta Bea dan Cukai berhasil menangkap Dewi Astutik alias Mami. Dewi merupakan buronan internasional dan aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan Mei 2025, serta terkait beberapa kasus besar tahun …

Implikasi Tragedi Ekologis di Aceh, Sumbar & Sumut, Biru Voice Serukan Pertobatan Ekologis.

dito

04 Des 2025

NasionalPos.com, Jakarta- Jelang akhir tahun tepatnya 26 November 2025, bencana besar yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera bukan sekadar fenomena hujan ekstrem atau siklus cuaca yang dikaitkan dengan La Niña, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Kamis, 4/12/ 2025 di Jakarta. “Narasi itu terlalu sederhana untuk sebuah tragedi ekologis …

PGI Desak Presiden Tetapkan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar sebagai Bencana Nasional

ardi

03 Des 2025

Jakarta,NasionalPos.com – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan duka cita mendalam dan solidaritas penuh kepada keluarga korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Luka, kehilangan, isolasi, dan ketidakpastian yang dialami saudara-saudari kita di Sumatra adalah luka kita bersama sebagai satu bangsa,” ujar Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Dharmawan, dalam pernyaan …

Kemensos Bangkitkan Jiwa Patriotisme Mahasiswa Mataram melalui Bedah Buku “Menghadang Kubilai Khan” karya AJ Susmana

dito

28 Nov 2025

NasionalPos.com, Mataram- Membangkitkan jiwa patriotisme merupakan salah satu kebutuhan bangsa saat ini. Oleh karena itu, Arif Rohman, S.ST. M.SIP, MAWG, Ph.D selaku Kepala Sentra Paramita Mataram Kementerian Sosial RI melalui program inovasi Gerakan Generasi Muda Peduli Cultural Awareness, Reading & Excursion (CARE) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif melalui bedah buku “Menghadang Kubilai Khan” karya Antun Joko …

x
x