- Top NewsPeringati Harganas ke-33, Wawako Lubuk Linggau Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga
- daerahRita Shafira Bongkar Dugaan Konspirasi Jahat di Pemkot Bandung
- daerahKepsek dan Guru SD se-Kecamatan Koto XI Tarusan Ikuti Lokakarya Bimtek Analisis CP, TP, dan ATP untuk Penyusunan KSP Tahun Ajaran 2026/2027
- HeadlineKetika Meritokrasi Dipertanyakan dalam Pengangkatan Komisaris BUMN
- daerahUsung Semangat Pengabdian dan Persaudaraan, Kepengurusan DPW 234 SC Jawa Barat Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan

Prof Sudaryanto Eksil 65; Berharap Pemerintah Baru Indonesia Perkuat Harmonisasi Indonesia-Rusia,Sambut Indonesia Emas 2045
NasionalPos.com, Jakarta- Yanto Priyono adalah pria Jawa kelahiran kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur, berkat prestasi dan kecerdasannya, ia mendapatkan kesempatan untuk belajar ke Rusia pada tahun 60-an. Dia yang merupakan lulusan sebuah akademi bidang perkoperasian adalah satu dari ratusan mahasiswa yang dikirim oleh pemerintah Soekarno untuk belajar ilmu teknik ke Uni Soviet,
Saat itu rasa kebanggaan dan kegembiraan pada dirinya, tiba-tiba berubah menjadi kecemasan dan kegalauan ketika kesentimenan anti komunis makin menguat di Indonesia, hubungan kedua negara berdampak kurang baik.
Para mahasiswa yang belajar di Uni Soviet tidak bisa pulang ke kampung halaman mereka karena itu akan terlalu riskan. Berbeda dengan teman-teman senasibnya yang pindah ke Belanda, namun dirinya memilih untuk menetap di Rusia, demikian disampaikan Prof Sudaryanto Eksil 1965 kepada NasionalPos.com, Rabu, 24/7/2024 via telpon langsung dari Moskow.
“Situasi saat itu, sangat kacau dan membingungkan, pasport kami di cabut oleh pemerintah Orde Baru, sehingga kami tidak bisa pulang ke Indonesia, padahal saat itu, saya sudah tingkat terakhir menyelesaikan study di sini, mas,” tutur Prof Sudaryanto.
Menurut Sudaryanto, ketika itu, dirinya bersama teman-temannya dipaksa untuk mengakui pemerintah Soeharto dan juga di paksa untuk ikut mengutuk Bung Karno, namun dirinya menolak paksaan itu, yang kemudian sikap penolakannya itu berakibat dirinya dilarang untuk pulang ke tanah air, disertai dengan pencabutan paspor maupun seluruh biaya kehidupan selama di Rusia yang selama ini ditanggung oleh Pemerintah Indonesia, kondisi itu membuat dirinya sempat mengalami kegalauan,
Bahkan seperti anak ayam kehilangan induknya, tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana? namun beruntunglah situasi tersebut tidak terlalu lama dialaminya, sebab ternyata pemerintah Uni Sovyet berbaik hati memberikan ijin kepada dirinya untuk tetap tinggal di Uni Sovyet, untuk melanjutkan study nya, bahkan dirinya mendapatkan berbagai fasilitas untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, bukan hanya itu, dirinya juga mendapatkan pekerjaan di instansi pemerintah Uni Sovyet, hingga dirinya bisa menikah dengan gadis Rusia, kemudian memiliki serta membesarkan putri semata wayangnya.
“Secara pribadi saya sangat berterima kasih dengan pemerintah Rusia, yang telah bersedia menerima dirinya untuk bertempat tinggal dan hidup di negeri ini hingga saat ini, akan tetapi rasa rindu untuk pulang ke Indonesia itu tidak pernah padam, dan setelah puluhan tahun menanti, di tahun 2000 keinginan untuk pulang ke Indonesia, baru bisa terlaksana, ini sesuatu yang sangat membahagiakan bagi saya.”tukas Prof Sudaryanto.
Lebih lanjut Prof Sudaryanto menuturkan, bahwa setelah dirinya di berikan kesempatan pulang ke tanah air, ketika tiba di tanah air, ada rasa haru bercampur terkejut, ternyata semua sudah berubah, tanah air yang sangat dia cintai, rindukan dan banggakan, kini sudah berubah lebih bagus dari ketika ia tinggalkan puluhan tahun silam, namun terlepas dari rasa kekagumannya terhadap situasi negeri yang ia cintai, terbersit rasa kesedihan mendalam, dan juga kecemasan mendalam,
Di karenakan semua yang di lihatnya hanyalah sebuah etalase belaka, semua perkembangan maupun perubahan yang terjadi di Indonesia, ternyata hanya semu belaka, dibalik itu semua, faktanya Indonesia bak seorang gadis cantik telah menjadi ajang perebutan, bahkan perampokan terselubung sumber daya alam oleh pihak asing, bukan hanya itu manusia Indonesia pun nampak terjajah budayanya melalui media massa, terjajah kecerdasannya melalui teknologi, oleh pihak asing beserta antek-anteknya yang tidak menghendaki Indonesia menjadi bangsa maju, berdaulat, adil dan Makmur.
“Ini yang membuat saya sedih, mas, mereka itu tidak ingin Indonesia menjadi bangsa yang berkembang maju, mereka justru menghendaki Indonesia tetap terbelakang, miskin dan tergantung pada mereka, cita-cita kemerdekaan Indonesia seakan dihilangkan dengan hadir pihak asing itu berkedok kerjasama maupun berkedok investasi yang menguntungkan mereka dan sangat merugikan Indonesia, itu fakta yang terjadi hari ini di negeri yang saya cintai, mas.”tandas Prof Sudaryanto.
Akan tetapi, lanjut Prof Sudaryanto, situasi itu tidak akan terjadi, jika Rusia melakukan kerjasama dengan Indonesia, maka Rusia yang memiliki teknologi canggih ini bakal memberikan manfaat bagi kemajuan Indonesia, sebab prinsip kerjasama maupun investasi Rusia adalah kerjasama yang saling menguntungkan dan saling memberdayakan, begitu pula dalam hal berinvestasi, Pemerintah Rusia lebih mengedepankan saling menguntungkan dan saling bermanfaat, dengan demikian apabila Indonesia bekerjasama dengan Rusia di bidang teknologi, di bidang perdagangan dll, maka sangat bermanfaat bagi kemajuan Indonesia.
Tapi masalahnya apakah bisa terjadi hubungan bilateral Indonesia-Rusia yang saling menguntungkan tersebut, sebab banyak pihak yang tidak menghendaki itu terjadi, karena sudah ada 25.000 aturan yang dibuat oleh mereka yang tidak menghendaki terjadi harmonisasi hubungan bilateral Indonesia-Rusia, apalagi masalah investasi maupun perdagangan, mereka selalu menghalanginya, menghambat dan bahkan dengan berbagai cara agar tidak terjadi harmonisasi hubungan bilateral Indonesia-Rusia yang solid dan kokoh, terutama di bidang perdagangan dan investasi.
Terkait dengan kondisi tersebut, dirinya mengapresiasi terhadap kegiatan Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) bersama Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia (PPIR) dan Forum Peduli Literasi Masyarakat (FILEM) menyelenggarakan Webinar “Indonesia-Rusia: Mempererat Persahabatan di tengah Krisis Multidimensi” yang diselenggarakan melalui online pada Sabtu, 20 Juli 2024 lalu, sebagai ruang untuk mendiskusikan berbagai hal tentang hubungan Indonesia-Rusia sekaligus juga membahas langkah solusi dari permasalahan yang menjadi penghambat terbentuknya harmonisasi hubungan bilateral Indonesia-Rusia.
“Ya, saya sangat senang dengan acara tersebut, bisa saling berinteraksi, selain itu tentunya kami juga berharap kepada pemerintah baru Indonesia hasil pemilihan presiden 2024 ini, dapat membuat kebijakan perkuat harmonisasi hubungan bilateral Indonesia-Rusia di berbagai bidang, terutama bidang investasi dan perdagangan, untuk wujudkan Indonesia Emas 2045 mendatang .”pungkas Prof Sudaryanto.
Dhio Justice Law
29 Jun 2026
NasionalPos. com, Jakarta – Rita Shafira sosok wanita tangguh dan berani berdiri sendiri memperjuangkan kebenaran dan keadilan untuk masyarakat. Baginya, bekerja sebagai abdi negara tidak hanya membutuhkan keberanian, tapi juga kejujuran, keuletan, pantang menyerah dan siap menghadapi risiko. Prinsip itulah yang membuat Rita Shafira masih berdiri tegak digaris perjuangan pengabdian untuk masyarakat. “Amanah dan tugas …
Dhio Justice Law
29 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta – Pengangkatan komisaris pada perusahaan-perusahaan BUMN kembali menjadi sorotan publik setelah muncul nama-nama yang memiliki kedekatan dengan figur publik maupun pejabat negara. Misalnya, pengangkatan Barry Tamin sebagai Komisaris Independen di PT Sarinah yang diketahui merupakan adik ipar dari Raffi Ahmad, serta sorotan terhadap pengangkatan Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi …
dito
26 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026 ini , yang jatuh tepat di tanggal 26 Juni , maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan instruksi khusus melalui Surat Himbauan Nomor Kep-63/DP-MUI/VI/2026. MUI mengimbau seluruh masjid dan khatib di Indonesia untuk menggelar khutbah Jumat serentak dengan tema “Bahaya Narkoba dan Penyelamatan Generasi Bangsa …
dito
24 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Meski dapur MBG di komplek Pulogebang Permai RT 01/RW 12 Kelurahan Pulogebang dalam tahap persiapan operasi namun pada realitas nya di duga justru menimbulkan keresahan masyarakat dilingkungan komplek tersebut . Adapun keresahan itu muncul antara dari soal Amdal yang dicurigai akan berdampak kepada masyarakat sekitarnya, baik masalah Bau, maupun masalah sanitasi, serta …
dito
20 Jun 2026
NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …
- Banyuwangi
20 Jun 2026
Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …
21 Nov 2024 2.005 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.586 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.432 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.374 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.336 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.301 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.190 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.