Home / Headline / Nasional

Jumat, 13 Mei 2022 - 10:01 WIB

Rakor Pascabencana Siklon Tropis Seroja NTT : Kepala BNPB Serukan Percepatan Perbaikan Rumah

NasionalPos.com, Kupang — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memimpin rapat koordinasi percepatan pelaksanaan bantuan stimulan BNPB dalam perbaikan rumah pascabencana siklon tropis seroja di Aula Kantor Gubernur, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/5) kemaren.

Adapun kunjungan ini guna memastikan percepatan penanganan yang sudah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi serta mendampingi para pemerintah daerah setempat apabila mengalami kesulitan teknis. Kehadiran kepala BNPB juga sekaligus menjadi wujud perhatian pemerintah pusat dalam rangka pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor siklon tropis seroja di NTT pada Minggu (3/4) tahun lalu.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, terdapat 16 Kabupaten akan diberikan dana stimulan untuk perbaikan dan pembangunan rumah yakni Kabupaten Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Sumba Timur, Kupang, Sabu Raijua, Sumba Barat, Ende, Belu, Malaka, Flores Timur, Alor, Ngada, Lembata dan Manggarai Barat. Progres per 10 Mei 2022, bahwa perbaikan dan pembangunan masih rendah, walaupun Kota Kupang, Kabupaten Ende dan Kabupaten Rote Ndao telah berproses melakukan perbaikan dan pembangunan rumah rusak. Hal ini tidak terlepas dari kelengkapan administrasi yang perlu dilengkapi guna percepatan penanganan.

Baca Juga  Ini Penjelasan Dirjen Imigrasi Soal TKA China Bisa Masuk Saat PPKM Darurat

“Nampaknya masih ada daerah yang berproses terkait administrasi seperti menetapkan juknis, melakukan verifikasi, validasi, dan sosialisasi. Situasi ini harus terus dipacu terutama percepatan perbaikan dan pembangunan rumah.” Kata Suharyanto.

ketua BNPB

Suharyanto juga menekankan untuk melakukan percepatan perbaikan rumah serta pemanfaatan dana stimulan bagi para masyarakat terdampak. Terlebih fase rehabilitasi dan rekonstruksi akan berakhir pada 31 Mei 2022 dan akan diperpanjang hingga 31 Agustus 2022.

“Percepatan ini diperlukan agar masyarakat terdampak segera memperoleh hunian dan di sisi lain pemanfaatan dana stimulan dapat mendukung pemulihan ekonomi dari dampak covid-19.” Kata Suharyanto.

Disamping itu, imbuh Suharyanto, peran aktif pemerintah daerah dinilai perlu untuk mempercepat penanganan. Salah satunya dengan melibatkan unsur pentahelix lainnya dengan melakukan swakelola bagi rumah dengan kategori rusak sedang (RS) dan rusak ringan (RR), percepatan sangat mungkin dilakukan utamanya swakelola untuk RS dan RR, dirinya juga berharap kegiatan ini dapat menyelesaikan permasalahan yang ditemui di tingkat pemerintah daerah dalam hal penanganan dan penyelesaian pemanfaatan dana stimulan.

Baca Juga  Sofyan Basir, Dirut PLN Jadi Tersangka Suap PLTU Riau-1

“Kami hadir disini bukan menghakimi, melainkan untuk mendampingi, dengan harapan pada forum ini, masalah yang ditemukan dapat diselesaikan serta pemerintah daerah dapat berkomitmen untuk menyelesaikan pemanfaatan dana stimulan bagi masyarakat terdampak.” Tutup Suharyanto.

 

Turut hadir dalam rapat, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah, Deputi Penanganan Darurat BNPB Fajar Setyawan, Irtama BNPB Tetty Saragih, Kalaksa BPBD Provinsi NTT Ambrosius Kodo, unsur TNI-Polri, jajaran Forkopimda dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi NTT. (*dit)

Share :

Baca Juga

Kenaikan pangkat TNI

Headline

Puluhan Pati TNI Mendapat Kenaikan Pangkat
Gelombang

Nasional

BMKG: Potensi Ketinggian Gelombang Mencapai 6 Meter, Warga Pesisir Dihimbau Waspada
panen rayaedit

Ekonomi

Dukung Para Petani Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemprov DKI Jakarta Gelar Panen Padi di Rorotan
Dephub1

Headline

Kemenhub Selenggarakan Olimpiade Bahasa Inggris Bagi Para Taruna Perhubungan
Wahyu Setiawan ditahan

Headline

KPK Perpanjang Masa Penahanan Wahyu Setiawan dan Agustiana Tio
kudeta myanmar

Headline

Enam Tewas Sejak Aksi Demo Tolak Kudeta Militer Myanmar
Yuri jubir pemerintah untuk corona

Headline

Update Corona (6/7/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 64.958 Orang Dan Meninggal 3.241 Orang
pasien corona

Headline

Waspada, Hasil Rapid Test Negatif Tak Jamin Seseorang Bebas Covid-19