- HeadlineSaat RUU Perampasan Aset Jadi Ancaman Ekosistem Kekuasaan
- Top NewsPisah Sambut Kepala SMAN 12 Padang, Gusnaldi Serahkan Kepemimpinan kepada Evide
- daerahPolsek Bayang Amankan Terduga Pelaku Pencurian, Sejumlah Barang Bukti Turut Diamankan
- HeadlineMeneladani Akhlak Rosulullah SAW Sebagai Qudwah Berbangsa dan Bernegara
- HeadlineKabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Setyo Novanto Korban Konspirasi Ganjal Kemenangan Partai Golkar di Pemilu 2019
Nasionalpos.com, Jakarta- Mantan Ketua DPR yang terlibat dalam kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP divonis 15 tahun penjara pada 24 April 2018. Namun, mantan ketua umum Partai Golkar itu dapat bebas lebih cepat setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali dari Setya Novanto ihwal vonis hukumannya. Setya Novanto dapat bebas lebih cepat setelah hukuman penjaranya disunat dari 15 tahun penjara menjadi 12 tahun dan 6 bulan penjara oleh MA.
“Kabul. Terbukti Pasal 3 jo Pasal 18 UU PTPK jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Pidana penjara selama 12 tahun dan 6 (enam) bulan,” demikian keterangan dari putusan nomor 32 PK/Pid.Sus/2020 yang dikutip dari laman resmi MA, Rabu (2/7/2025).
Menanggapi masalah tersebut, Abdullah Yudi Wibowo Koordinator Aliansi Mahasiswa Hukum Indonesia, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa sesungguhnya sosok Setyo Novanto, merupakan sosok yang tidak layak mendapatkan hukuman dalam kasus korupsi E-KTP pada tahun 2011 lalu, apalagi dalam penanganan kasus korupsi e-KTP yang sejak tahun 2011 telah tercium aroma konspirasi dan kolusi dalam proses awal proyek tersebut. Sehingga, KPK terjerembab menjadi alat tawar menawar konflik kepentingan kekuatan politik yang saat itu untuk menghadapi pemilu 2019
“ Kami melihat, sebenarnya kasus e-KTP adalah Penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat negara sebagai praktik korupsi politik. Korupsi politik secara sederhana dapat diartikan sebagai penyalahgunaan kekuasaan dalam pemerintahan untuk kepentingan pribadi dan golongan, “ ucap Abdullah Yudi Wibowo kepada wartawan, Kamis, 24 Juli 2024 di Jakarta.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dalam kasus korupsi e-KTP ini, sesungguhnya posisi Partai Golkar dengan Ketua Umum nya Setyo Novanto, di duga menjadi kekuatan politik yang sangat menentukan di Pemilu 2019, meskipun kondisi di internal Partai Golkar saat itu di landa konflik antara kubu yakni kubu Aburizal Bakrie atau Munas Bali, dan kubu Agung Laksono atau Munas Ancol. Tak bisa dielakkan, konflik internal selama lebih dari setahun itu telah melahirkan polarisasi yang tajam di internal parpol, nampaknya konflik itu sengaja di ciptakan oleh pihak eksternal, yang tidak menghendaki Partai Golkar menang di Pemilu 2019 lalu.
“ Dengan terpilihnya Setyo Novanto sebagai ketua umum baru Partai Golkar periode 2016-2019, dalam munaslub yang berlangsung di Bali, di bawah kepemimpinan Setyo Novanto, Partai Golkar berhasil Bersatu Kembali, dan mulai Menyusun kekuatan internal untuk kemudian Kembali menjadi kekuatan politik yang di perhitungkan.” Ucap Abdullah Yudi Wibowo.
Kondisi Partai Golkar saat itu, lanjutnya mulai menguat, situasi ini lah membuat pihak eskternal merasa khawatir kalau Partai Golkar menjadi pemenang Pemilu 2019, maka Partai Golkar menjadi ancaman serius bagi penguasa saat itu yakni pemerintahan Jokowi, dan itu tidak boleh terjadi, untuk itu di susunlah rencana untuk memperlemah partai Golkar, agar tidak menjadi pemenang pemilu 2019 lalu, melalui jalan menjatuhkan Setyo Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar, dengan menjadikannya tersangka dalam kasus korupsi e-KTP 2011-2012 yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun tersebut
“Pada Kasus korupsi e-KTP tersebut, Setyo Novanto menjadi korban sekaligus tumbal konspirasi politik melemahkan Partai Golkar di Pemilu 2019, terbukti di Pemilu 2019, partai Golkar tidak bisa meraih jawara, hanya menduduki posisi ke 2 setelah PDI-P.” tukas Abdullah.
Partai Golkar, sambungnya, di bawah kepemimpinan Setyo Novanto berpotensi menjadi pemenang Pemilu 2019, sebab sosok Setyo Novanto adalah seorang politisi pekerja keras, cerdas dan lihai dalam permainan politik, dengan kecerdasannya, ia berhasil menyatukan kubu Abu Rizal Bakrie dengan Kubu Agung Laksono Kembali berkarya di rumah besar Partai Golkar, ini merupakan salah satu modal untuk menjadikan Partai Golkar memenangkan pemilu 2019, bukan hanya itu, Setyo Novanto juga pribadi yang dapat di terima di berbagai kalangan, dari kalangan elit politik sampai dengan kalangan akar rumput, manuver Setyo Novanto di anggap sangat membahayakan kekuatan politik lainnya.
“Kalau mau fair pada Kasus Korupsi e-KTP, tidak hanya Setyo Novanto yang harus di penjara, elit politik di partai lain, mesti di tahan donk, karena jangan-jangan mereka ikut menikmatinya, Mestinya Setyo Novanto tidak layak untuk di penjarakan, karena beliau sesungguhnya korban konspirasi politik mengganjal Partai Golkar di Pemilu 2019, untuk itu kami mendukung Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan Kembali atas kasus yang menimpa Setyo Novanto.”pungkas Abdullah Yudi Wibowo.
Dhio Justice Law
26 Agu 2026
Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …
dito
25 Agu 2026
Nasionalpos.com, Jakarta- Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan penghormatan. Momen ini dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah kelahiran manusia agung, tetapi juga momentum untuk merenungi nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan, demikian di sampaikan oleh Dr KH Yusuf Aman …
Dhio Justice Law
24 Agu 2026
Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …
dito
23 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan? Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …
Dhio Justice Law
23 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …
dito
22 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan semakin menjamurnya organisasi advokat baru yang terbentuk di duga adanya celah hukum selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk organisasi advokat melalui jalur pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) berbasis perkumpulan. Maka kepada wartawan, Sabtu, 22/8/2026 di Jakarta, Praktisi hukum Andi Darwin R Rangreng SH MH, ia mengatakan bahwa dirinya …
21 Nov 2024 2.259 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.738 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.523 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.509 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.428 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.399 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.259 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.