Home » Headline » Sidang 100 Tahun KWI Semakin Meneguhkan Semangat 100% Katolik 100% Indonesia

Sidang 100 Tahun KWI Semakin Meneguhkan Semangat 100% Katolik 100% Indonesia

dito 18 Mei 2024 113

NasionalPos.com, Jakarta-  Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSQ beserta Sekretaris Jenderal Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM  merayakan Sidang Para Uskup 100th, terhitung pada pertama 15 Mei 1924 di Pastoran Katedral Jakarta. Acara  berpuncak pada tanggal,13 November 2024. Peringatan 100th KWI mempunyai Tema  “Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa” bertepatan dengan Sinode Para Uskup 2023-2024 tentang Sinodalitas: Persekutuan, Partisipasi, dan Misi dari  Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) membangun Gereja dan Bangsa, di jl. Cut Meutiah 10 Menteng, Jakarta. Jum’at 17/5/2024 kemaren

Acara ini juga terkait dengan kesempatan istimewa bertepatan dengan kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024.

Adapun dalam rangka memperingati 100 tahun ini, mengadakan berbagai macam kegiatan a.l: selebrasi/perayaan, formasi/studi dan aksi sosial bagi saudara yang _”difable”_.  Sidang Waligereja secara istimewa dihadiri 33 Bapak Uskup Aktif, 3 Administrator Diosesan, 1 Vikaris Jenderal (Vikjen) dan 6 Bapak Uskup Emiritus.

Sidang KWI menjadi kesempatan bagi para bapak uskup untuk mendalami kekayaan sejarah dari para narasumber dan sering para Uskup aktif dan emeritus.

Para Bapa Uskup  bersama-sama merenungkan sejarah perjalanan KWI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang tercermin dalam perjalanan dokumen pastoral PWI melalui para tokoh awam, para tokoh agama dan aktifis awam, berefleksi gereja berjalan bersama dengan bangsa, umat dan para tokoh agama dalam isu-isu tentang media, sosial politik, orang muda, lanjut usia, perempuan dan imigran dan lingkungan hidup.

Baca Juga :  Langkah Pemprov DKI Jakarta Atasi Sampah di Badan Air, Menyaring Sampah hingga Mengolahnya

Sidang KWI menjadi kesempatan bagi para Uskup dapat mendengarkan untuk didalami, diolah dan ditindak-lanjuti sampai pelaksanaan Sidang KWI November 2024 mendatang.

Pada peringatan 100th Sidang KWI, diberkati Wisma Konferensi Waligereja Indonesia,  menjadi rumah, kantor dan tempat perjumpaan bagi para uskup di jl. Cut Meutiah 10 Menteng, Jakarta.

Bersama dengan semua pihak, Konferensi Gereja Indonesia sangat bersyukur  menginjakkan kaki di pintu abad kedua dalam semangat berjalan untuk menciptakan kesejahteraan bersama, Dengan tulus hati mohon perkenanan berkat yang berlimpah dari Tuhan untuk kita semua, demikian disampaikan Mgr Ketua Konferensi Waligereja Indonesia saat menggelar konferensi pers di hadapan para awak media.

“ Dalam perayaan 100 Tahun ini, Kehadiran Gereja Katolik untuk membangun gereja dan bangsa sebagaimana diamanatkan oleh Tuhan, sidang ini menjadi refleksi bagi kita apa yang belum kami laksanakan dan harus segera dilaksanakan,” kata Monsinyur Antonius.

Mgr Antonius juga menyatakan kesiapan KWI untuk mendukung pemerintahan baru di bawah presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka. Dukungan ini bukan berarti dukungan politis, melainkan KWI akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar selalu berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga :  Eropa Bakal Kembali Hadapi Gangguan Energi

Sikap ini, lanjut Mgr Antonius, tidak mengurangi sikap kritis gereja pada setiap kebijakan yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan atau nilai gerejawi.

“Gereja Katolik itu harus netral secara politik praktis, tetapi tidak pernah netral berkaitan dalam moral,” tegas nya

Oleh karena itu, dalam sidang ini mereka membahas beberapa isu lain seperti sosial, politik, kemiskinan, kesehatan, orang muda, lanjut usia, perempuan, imigran, dan lingkungan hidup. Gereja Katolik diminta untuk terlibat bersama masyarakat menghadapi sejumlah permasalahan tersebut.

Salah satu masalah yang masih menjadi sorotan gereja adalah intoleransi, salah satunya kasus terbaru saat sekelompok mahasiswa yang berdoa bersama dibubarkan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Masalah lain adalah tindakan kekerasan di Papua yang tak kunjung usai serta masalah kemiskinan yang semakin meluas. Masalah lain adalah tindakan kekerasan di Papua yang tak kunjung usai serta masalah kemiskinan yang semakin meluas.

“”Gereja yang mengimani Yesus Kristus itu harus membumi di Indonesia. Sepak terjang dan karya-karya pastoral gereja yang diinspirasikan oleh Injil itu menjawab masalah-masalah tersebut, selain itu sidang 100 Tahun KWI Semakin  Meneguhkan Semangat 100% Katolik 100% Indonesia,”tandas Mgr Antonius

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

Diduga Ilegal!!  Penebangan di Sempadan Sungai Kedaleman Rogojampi Disorot.

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAPOS.COM – Aktivitas penebangan pohon di tepi sungai Jalan Abu Hasan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, memicu sorotan tajam. Kegiatan tersebut Diduga kuat melanggar aturan sempadan sungai dan terindikasi berlangsung tanpa izin resmi, Selasa (07/04/2026). Awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati sejumlah pekerja tengah melakukan Penebangan dan Pemotongan batang pohon menggunakan mesin …

SE Pemkab Banyuwangi Disorot Tajam : LDKS PIJAR Tantang DPRD Bertindak, Satpol PP Dituding Tumpul!!!

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAL POS.COM – Kebijakan Surat Edaran (SE) Pemkab Banyuwangi Nomor: 00.8.3/442/429.107/2029 yang mengatur jam operasional dan kepatuhan regulasi pelaku usaha kini memantik gelombang kritik keras. Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) mendesak DPRD Banyuwangi tidak setengah hati dalam mengevaluasi kebijakan yang dinilai menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ketua Umum LDKS …

Di duga Di salahgunakan Ainun Naim dkk, Paguyuban Karyawan Trisakti Desak BNI Blokir Rekening Yayasan Trisakti & Usakti

dito

01 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta- -Paguyuban Karyawan Trisakti mendesak kepada Pimpinan BNI Cabang Harmoni untuk melakukan pemblokiran terhadap rekening dari Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Na’im. Hal ini berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 407/G/2022/PTUN.JKT, jt No. 250/B/2023/PT.DKI, jt Nomor 292-K/TUN/2024jt Nomor 227 PK/TUN/2025 bahwa Yayasan Trisakti yang diinisiasi oleh Pemerintah c.q Menteri Pendidikan Tinggi secara inkracht adalah tidak …

x
x