Home » Headline » Suara Alumni Trisakti Kebijakan PTN-BH Bisa Berpotensi Menjadi Sarang Korupsi Di Dunia Pendidikan

Suara Alumni Trisakti Kebijakan PTN-BH Bisa Berpotensi Menjadi Sarang Korupsi Di Dunia Pendidikan

dito 28 Mei 2024 121

NasionalPos.com, Jakarta-   Alumni memiliki peran yang sangat signifikan dalam kemajuan perguruan tinggi. Mereka adalah bukti nyata dari kualitas pendidikan yang diberikan dan bisa menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas dan reputasi perguruan tinggi di mata dunia, begitu pula dalam hal penyelesaian konflik dalam suatu perguruan tinggi, sudah suatu kewajaran alumni perlu di libatkan dalam penyelesaian konflik, seperti halnya yang terjadi di lingkungan internal Yayasan Trisakti berserta satuan Pendidikan yang berada di bawah naungannya, demikian disampaikan Ahmad Maulana alamuni STMT 1998 kepada nasionalpos.com, di kantor Yayasan Trisakti, Senin, 27 Mei 2024 kemaren.

“Sejak adanya konflik di internal Yayasan Trisakti yang secara otomatis berdampak pada lingkungan Satuan Pendidikannya, selama ini kami sebagai alumni yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Trisakti tidak pernah di libatkan, tidak pernah diajak diskusi mengenai konflik yang terjadi di Trisakti, bahkan malahan pihak luar yang di libatkan, inikan mengherankan, orang luar diajak bicara, sedangkan kami boleh dikatakan anggota keluarga Trisakti tidak diajak bicara.”ucap Ahmad Maulana.

Baca Juga :  Kepala BNPB Dampingi Presiden RI Serahkan Bantuan Stimulan Bagi Petani Gagal Panen Terdampak Bencana Banjir

Menurut Ahmad Maulana, sebagai bagian dari civitas akademika Trisakti, keberadaan alumni juga memiliki tanggungjawab secara moral terhadap keberlangsungan keberadaan Yayasan Trisakti beserta Satuan Pendidikan yang ada di bawah naungannya, sehingga dalam konsteks penyelesaian konflik internal Yayasan Trisakti tersebut, sudah semestinya alumni di libatkan bukan hanya berperan sebagai mediator antar pihak yang berkonflik, melainkan dapat berperan strategis memberikan tawaran Solusi penyelesaian konflik tersebut.

“Adapun keterlibatan Alumni dalam permasalahan di Trisakti ini tanpa kepentingan pragmatism apapun, justru merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, kami ingin Trisakti yang merupakan Perguruan tinggi favorit yang sudah sangat dipercaya dan sangat di minati masyarakat ini, tetap langgeng, Lestari dan tanpa konflik.”tukas Ahmad Maulana yang juga Sekjen Ikasakti 2002-2006.

Oleh karena itu, lanjut Ahmad Maulana, dirinya akan mendorong beberapa alumni Trisakti lainnya untuk berembug, berdiskusi dan tentunya hasil diskusi itu merupakan kajian secara komprehensif tawaran solusi bagi penyelesaian konflik di lingkungan Yayasan Trisakti, diantaranya adalah masalah kebijakan Pemerintah yang akan Men PTN-BH kan Universitas Trisakti, yang ternyata justru rencana tersebut memperuncing konflik di lingkungan Trisakti,

Baca Juga :  Kidsloops Hadir Ciptakan wacana Belajar itu Menyenangkan Bagi Anak Indonesia

Hal itu juga mengindikasikan bahwa kebijakan pemerintah mengenai PTN-BH kan Perguruan Tinggi, banyak mengundang berbagai permasalahan di dunia Pendidikan di Indonesia ini, serta di indikasikan kebijakan PTN-BH kan bakal menjadi ajang konflik kepentingan di kalangan Perguruan Tinggi, maupun disinyalir bisa jadi sarang bancakan (Korupsi) dari para petinggi di Perguruan Tinggi, bahkan kebijakan tersebut berimplikasi pada semakin mahalnya biaya Pendidikan di Perguruan Tinggi, sehingga membebani masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi.

“Mengenai PTN-BH tersebut, kami mengajak seluruh alumni Trisakti untuk melakukan kajian secara komprehensif mengenai kebijakan Pemerintah tersebut, khususnya yang akan diterapkan di lingkungan Trisakti beserta Satuan Pendidikannya, karena kami juga khawatir kebijakan PTN-BH ini bisa berpotensi menjadi sarang korupsi di Dunia Pendidikan, dan ini jangan sampai terjadi di Yayasan Trisakti beserta Satuan Pendidikannya”pungkas Ahmad Maulana.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Diduga Minta Uang Damai Rp50 Juta, Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim Dilaporkan ke Propam

- Banyuwangi

05 Jun 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Dugaan praktik tangkap lepas dan pemerasan dengan “uang damai” yang melibatkan oknum Ditresnarkoba Polda Jatim kembali mencuat setelah Hp salah satu dari dua orang penyalahguna yang dibawa oknum anggota kepolisian dipakai untuk melakukan kejahatan. Adapun awal mula kejadian tangkap lepas dengan uang damai tersebut terjadi pada hari Kamis, 7 Mei 2026, sekira …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

x
x