Home » Ekonomi » Terindikasi Lelang Akal-Akalan, MARAK Desak Lelang Pekerjaan Manajemen Kontruksi Mainline Manggarai-Jatinegara (Paket A Tahap III) Di Kaji Ulang !!!!

Terindikasi Lelang Akal-Akalan, MARAK Desak Lelang Pekerjaan Manajemen Kontruksi Mainline Manggarai-Jatinegara (Paket A Tahap III) Di Kaji Ulang !!!!

dito 08 Agu 2024 127

NasionalPos.com, Jakarta-  Pada Proyek Pekerjaan Manajemen Kontruksi Mainline Manggarai-Jatinegara (Paket A Tahap III) bernilai Rp 11.022.633.000 dengan nilai HPS Rp 10.915.240.000, dengan dananya bersumber dari APBN 2024 tersebut, dari hasil penelusuran terhadap proyek tersebut, tercium adanya fenomena yang cenderung adanya tindakan yang tidak fair dan juga cenderung adanya celah perilaku kolusi dan bahkan adanya rencana  lelang akal-akalan, demikian disampaikan Agus Yohanes Koordinator LSM Marak (Masyarakat Anti Korupsi) kepada Wartawan, Kamis, 8/8/2024 di Jakarta.

“ Kami menemukan adanya indikasi kecurangan dalam proses pengadaan proyek tersebut.”ungkap Agus Yohanes.

Indikasi tersebut, lanjut Agus, adanya dugaan pelanggaran prinsip-prinsip  yang diatur dalam pasal 6 Peraturan Presiden nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, terutama prinsip transparan, yakni tidak mencantumkan kualifikasi perusahaan yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi, hal ini terkesan tertutup dan bahkan dapat terkesan adanya dugaan penunjukkan langsung atau lelang akal-akalan untuk menentukan pelaksana terhadap proyek tersebut, yang diduga pelaksananya sudah ditentukan pihak PT KAI sebagai pihak pemilik proyek tersebut, padahal dalam ketentuan Peraturan Presiden No. 16 tahun 2018 mengatur tentang ketentuan bahwa proyek dengan nilai diatas Rp 10 Milyar harus di laksanakan tender terbuka, bukan penunjukkan langsung .

Baca Juga :  Heru Ajak Tokoh Agama dan Masyarakat Jaga Kerukunan di Tengah Keberagaman

“Nah pada Proyek Pekerjaan Manajemen Kontruksi Mainline Manggarai-Jatinegara (Paket A Tahap III tersebut, kami mencium adanya indikasi penunjukkan langsung atau  dugaan tender diatur untuk menyediakan karpet merah bagi BUMN yakni  PT Nindya Karya (Persero) yang pernah mengerjakan Proyek Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian Manggarai – Jatinegara “Main Line I” tukas Agus Yohanes.

Baca Juga :  Kondisi Trotoar Depan Kedubes AS Ditinjau Pj Gubernur DKI Jakarta

Lebih lanjut Agus Yohanes mengatakan bahwa keberadaan PT Nindya Karya tersebut, saat ini sedang bermasalah dan terindikasi tidak layak mengerjakan suatu proyek apapun, bahkan dirinya memperoleh informasi PT Nindya Karya termasuk diduga BUMN yang tidak sehat.

“Karena itu, saya berharap proses pengadaan Pekerjaan Manajemen Kontruksi Mainline Manggarai-Jatinegara (Paket A Tahap III) di hentikan atau di kaji ulang, buat apa ada lelang, kalau pemenangnya sudah ketahuan, karena terindikasi adanya kolusi atau dugaan gratifikasi dengan  BUMN yang kondisinya diduga tidak sehat, jika di lanjutkan maka kami akan melaporkan hal tersebut ke KPK.”pungkas Agus Yohanes.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

x
x