Home / Headline / Internasional / Politik

Jumat, 26 Agustus 2022 - 10:09 WIB

Thailand masuki fase ketidakpastian politik, Prayuth PM Thailand Diminta Lepas Tugas

Nasionalpos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang dilansir dari kantor berita Reuters, yang menyebutkan bahwa kondisi Thailand memasuki fase ketidakpastian politik setelah Mahkamah Konstitusi meminta Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha untuk melepaskan tugasnya. Wakil perdana menteri menggantikan Prayuth untuk sementara sambil menunggu keputusan pengadilan tinggi apakah perdana menteri telah mencapai batas masa jabatan sesuai konstitusional.

Mahkamah Konstitusi menangguhkan Prayuth pada Rabu 23/8/2022, karena mempertimbangkan argumen dalam kasusnya. Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan telah mengambil alih peran sebagai penjabat perdana menteri dan mengambil alih tugas Prayuth. Prawit diperkirakan akan mengikuti jejak yang sama dengan Prayuth. Pada Kamis (25/8/2022) Prawit memimpin rapat komite komunikasi.

Sejauh ini tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk keputusan pengadilan. Seorang profesor ilmu politik di Universitas Chulalongkorn Bangkok, Thitinan Pongsudhirak, mengatakan ada kemungkinan pengadilan akan memutuskan untuk mempertahankan Prayuth sebagai perdana menteri meskipun sentimen publik terlihat mendukung ‘interpretasi literal’ selama delapan tahun menjabat.

Baca Juga  Update Data Corona (8/9/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 200.035 Orang dan Meninggal 8.230 Orang

“Melihat bagaimana Mahkamah Konstitusi selalu memenangkannya, maka tidak heran jika Mahkamah Konstitusi hadir dengan teknisnya. Kita harus ingat itu ditunjuk selama rezim militer,” ujar Thitinan.

Thitinan mengatakan kemungkinan perbedaan pendapat akan tumbuh saat pengadilan merenungkan keputusannya. “Keluhan yang mendasari protes belum hilang. Mereka hanya tersapu di bawah karpet, keluhan telah menumpuk, ada banyak ketidakbahagiaan di Thailand di bawah pengawasan Prayuth,” ujarnya.

Popularitas Prayuth telah jatuh karena lambatnya respons pemerintah Thailand terhadap pandemi Covid-19 dan salah menangani ekonomi negara. Akan tetapi pemerintah koalisinya selamat dari mosi tidak percaya sebanyak empat kali.

Baca Juga  BEM SI tegas Tolak Penundaan Pemilu 2024

Prayuth menentang para pengkritiknya dengan mengklaim pemerintahnya telah berhasil mengarahkan ekonomi melalui pandemi. Thailand telah membuka kembali perbatasan dan mulai menghasilkan pendapatan dari sektor pariwisata yang menjadi andalan.

Jika Prayuth diizinkan untuk tetap berkuasa oleh pengadilan, maka hal itu berisiko menghidupkan gerakan protes yang telah lama berusaha untuk menggulingkannya dan membuka kembali celah yang dalam di Thailand. Politisi oposisi menyerukan Prayuth untuk mengundurkan diri dan memberi jalan bagi pemilihan baru. Pada 2020, terjadi beberapa aksi protes oleh puluhan ribu pengunjuk rasa yang menuntut Prayuth dan kabinetnya mengundurkan diri.

 

Share :

Baca Juga

pernikahan

Headline

Keluarga Berantakan di India Karena Beda Parpol
Komjen Listyo Sigit Prabowo

Headline

DPR Sahkan Komjen Listyo Sigit Prabowo Menjadi Kapolri
Sidang Isbat

Headline

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1441 H Jatuh Pada Jumat, 24 April 2020
Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini Kamis 16 Juni 2022

daerah

Layanan SIM Keliling Jakarta, Depok, Bandung 18 Juni 2022
a22a922a 2f81 462d 9155 aace87702e44

Headline

Demo di DPR Tolak RUU HIP, PA 212 mengatakan Massa Akan Lebih Besar
APD corona

Headline

Update Data Corona (2/11/2021) Jumlah Pasien Positif 4.254.373 Orang dan Meninggal 143.457 Orang
sri mulyani

Ekonomi

Dipastikan Tak Ada Kenaikan Tukin Untuk PNS.TNI/Polri
KAMI

Headline

Din, Rocky dan Sejumlah Tokoh Nasional Bentuk Gerakan Moral KAMI