Home » Ekonomi » Warung Kuliner Khas Betawi Di JTS Kemayoran, Wadah Perjuangkan Kedaulatan Kuliner Betawi

Warung Kuliner Khas Betawi Di JTS Kemayoran, Wadah Perjuangkan Kedaulatan Kuliner Betawi

dito 26 Nov 2022 119

NasionalPos.com, Jakarta Faktor budaya juga memiliki pengaruh dalam pembentukan pola konsumsi. Contohnya, Bubur Asei yang menjadi salah satu kuliner khas Betawi, yang sesungguhnya juga sudah menjadi identitas budaya Betawi ditanah air, yang secara struktur dasarnya, tidak terlepas dari makanan khas Indonesia dengan memiliki 2 hal penting yang selalu menyertai kekhasan rasa, yaitu kisah atau filosofi dari kuliner itu sendiri dan keragaman bumbu yang kaya akan rempah-rempah khas Indonesia, namun sayangnya, keberadaan kuliner khas Betawi, misalnya Bubur Asei, yang nampaknya  terasingkan, tidak berdaulat dinegerinya sendiri, dan tidak menjadi tuan dinegeri sendiri, demikian disampaikan Mathar Kamal pejuang kebudayaan Betawi, saat ditemui NasionalPos.com, Sabtu, 26/11/2022 di warung Kuliner Khas Betawi di Kawasan Jakarta Tenteram Sejahtera/Pusat Kuliner Indonesia, Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Kondisi inilah, yang menggugah nurani saya bersama teman-teman untuk membangkitkan kembali kuliner khas Betawi, yang selama ini, terasingkan bahkan hampir dipunahkan, ini sangat memprihatinkan di alam kemerdekaan sebuah negeri ”ungkap Mathar Kamal.

Menurut Mathar, Secara sejarah, kuliner Betawi memang telah melalui proses panjang akulturasi banyak budaya. Kawasan Batavia yang dikenal sebagai pusat kebudayaan pada masa lampau merupakan pusat perekonomian di Nusantara. Batavia dengan pelabuhan Sunda Kelapa-nya saat itu jadi pusat perdagangan. Banyak pedagang yang berdatangan ke Batavia dari banyak daerah di Nusantara. Mereka yang datang pun berasal dari berbagai suku, seperti Melayu, Arab, India, Tionghoa, dan Eropa (terutama masakan Belanda, Portugis, dan Spanyol), Hal tersebut yang akhirnya membuat perpaduan rasa makanan betawi menjadi beragam dan unik, yang tidak dijumpai di daerah lain, namun sayangnya, lanjut Mathar, keberagaman kuliner khas Betawi, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, mereka nyang katanya mengaku sebagai pewaris budaya luhur Betawi, terutama generasi mudanya, lebih mengenal dan lebih menyukai kuliner yang berasal dari Western, bangsa asing daripada mengenal makanan lain khas Betawi, yang beragam jenis dan bentuknya,

Baca Juga :  Sekda Provinsi DKI Jakarta Lantik 61 Pejabat Eselon III, IV dan Fungsional

“Mereka hanya mengenal nyang itu-itu saja, hanya kerak telor, soto Betawi, soto tangkar, sedangkan yang lainnya dibiarkan punah dan menjadi terasingkan dari kehidupan etnis Betawi sendiri, inilah yang kemudian menyentuh Nurani kami, bagaimana caranya kuliner khas Betawi yang lain tidak dipunahkan oleh pola pikir, ataupun perilaku yang demen banget dengan sok modern, sok kebarat-baratan, nyang kemudian melupakan warisan budaya nenek moyangnye, “tukas Mathar

Baca Juga :  Pernyataan Menteri LHK Terkait Ijin Tambang Ormas Menuai Kecaman Publik.

Untuk itulah, lanjut Mathar Kamal, ia bersama rekan-rekannya memulai langkah perjuangan menjadikan kuliner khas Betawi sebagai tuan di negeri sendiri, dengan membuka warung sederhana yang menyajikan makanan maupun minuman khas Betawi, yang selama ini baik bentuk makanan cara membuatnya maupun penjualnya sudah sulit di temui di Jakarta atau bahkan di luar Jakarta, misalnya Bubur Asei, ketan kinca duren, ketan kobok dll, sehingga dengan adanya warung ini, keberadaan makanan tersebut, dapat tetap eksis, dan bahkan senantiasa dapat dinikmati oleh lidah orang Betawi, terutama anak mudanya, sebagai generasi penerus budaya yang sudah diciptakan nenek moyang etnis Betawi.

“ya, di warung inilah, kami dapat membangkitkan kuliner khas Betawi agar disukai, dinikmati dan bahkan menjadi kuliner kebanggaan etnis Betawi yang insyaallah menjadi tuan dinegeri sendiri, dan tidak punah untuk selamanya, di warung ini, kita bisa ngobrol bagaimana strategi untuk membangun persepsi agar masyarakat Indonesia, terutama etnis Betawi mencintai warisan luhur nenek moyangnya di tengah gempuran kuliner asing.”pungkas Mathar Kamal

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Industri Tekstil Indonesia dan India Siap Kerjasama Menghadapi Kenaikan Biaya Energi Dunia dan Disrupsi Rantai Pasok Tekstil Garmen

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Di tengah kekhawatiran akan kenaikan harga energi dunia dan dinamika konflik geopolitik yang memengaruhi rantai pasok tekstil garmen dunia, Indonesia dan India bekerjasama untuk mewujudkan pertumbuhan utama industri tekstil dan garmen dunia. Gejolak perang Iran dengan US dan Israel telah mengakibatkan melambungnya harga bahan bakar dunia, termasuk meningkatkan harga bahan baku …

27 Warga Jakarta Utara Gagal berangkat Umroh, Jemaah gruduk rumah sekaligus kantor travel PT. Travel Arrasyid Amanah

dito

12 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Perwakilan dari 27 calon jamaah umroh yang gagal berangkat ke tanah suci , dengan di Damping Kuasa Hukum dari LBH Madani Berkeadilan kembali mendatangi kediaman Rodianah selaku Pemilik PT. Arrasyid Amanah Travel  yang beralamat di Jl. H. Taimin No. 14 Kelurahan Tugu Selatan Kecamatan Koja Jakarta Utara, untuk menuntut hak-haknya yang sampai …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Pengamanan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Izzatul Islam Grand Wisata Libatkan Komunitas Lintas Agama

Hery

21 Mar 2026

Bekasi,NasionalPos — Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Izzatul Islam, kawasan Grand Wisata, berlangsung khidmat dan aman berkat dukungan pengamanan dari komunitas lintas agama yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Kerukunan Umat Beragama Grand Wisata (FPKUB GWS). Sejak pagi hari, ratusan jamaah telah memadati area masjid untuk menunaikan ibadah Sholat Ied. Di …

FK REPNUS Dukung Gerakan Pilah Sampah Jakarta, Dorong Peran Strategis Pasar Jaya dalam Pengolahan Sampah Terpadu

dito

17 Mar 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Ketua Umum Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS), Faisal Nasution, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara mendasar. Hal ini merespons ajakan Gubernur DKI Jakarta yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam gerakan memilah sampah dari sumbernya. Faisal Nasution menegaskan bahwa persoalan sampah …

x
x