Home » Headline » PDPKK St Stefanus Cilandak Bersama RD Lucius Joko Kupas Berdoa Secara Katolik

PDPKK St Stefanus Cilandak Bersama RD Lucius Joko Kupas Berdoa Secara Katolik

dito 06 Jul 2023 182

NasionalPos.com, Jakarta Pada setiap Hari Rabu, Persekutuan Doa Pembaharuan Karismatik Katolik (PDPKK) Paroki St Stephanus Cilandak Jakarta Selatan, secara rutin senantiasa menggelar acara perjumpaan dalam persekutuan doa yang bukan hanya di hadiri oleh pengurus dan anggota saja, melainkan juga dihadiri umat Paroki St Stefanus maupun juga dihadiri umat dari wilayah lain.

Untuk kali ini, acara yang digelar Gedung Leo Dehon lantai 4 di Kawasan Gereja Stefanus Cilandak, Rabu, 5 Juli 2023 kemaren, pukul 19.30 WIB ini, dibuka dengan doa oleh team doa, kemudian dilanjutkan dengan melantunkan lagu-lagu pujian yang dipimpin oleh team pujian, yang diikuti oleh umat dengan penuh semangat dan khimat itu, usai menyanyikan lagu-lagu pujian, dilanjutkan dengan penyampaian homili oleh RD Lucius Joko.

Dalam homilinya, berTemakan “Berdoa Secara Katolik”, RD Lucius Joko menjelaskan secara runut dari mulai pemahaman tentang Doa, makna Doa, Virus Doa hingga Struktur Doa, yang merupakan suatu rangkaian dari aktivitas berdoa, yang sudah semestinya di pahami dan diterapkan oleh umat Katolik yang sudah menerima sakramen baptis, yang pada realitasnya banyak umat Katolik belum sungguh- sungguh memahami dan bahkan menerapkannya.

“Tiba-tiba saja seseorang bermurah hati dan mau berbagi, menyerahkan kesempatan ke orang lain, ketika orang tersebut diminta untuk menyampaikan doa, inilah realitas yang sering terjadi di kalangan umat, dengan berbagai alasan, nggak bisa doa lah, doanya kurang indahlah dsb.”ungkap RD Lucius Joko.

Padahal, lanjut RD Lucius Joko, hal itu tidak perlu terjadi, apabila seseorang mau memahami apa itu doa, yang cara penyampaiannya tidak perlu bertele-tele, tidak perlu berpanjang-panjang kalimatnya, melainkan doa merupakan ungkapan jiwa yang mengakui kebesaran Tuhan,

Karena itu, kerendahan hati adalah fondasi doa, sebab hanya orang yang rendah hati, yang dapat mengakui bahwa apa yang baik yang ada padanya berasal dari Tuhan dan bahwa ia membutuhkan Tuhan untuk dapat memperoleh kebaikan dan melakukan kebaikan, kemudian doa juga merupakan wujud keintiman perjumpaan dengan Kristus, Doa menjadi hubungan kasih antara kita—sebagai anak-anak Allah—dengan Allah Bapa kita, dengan Putra-Nya Yesus Kristus dan dengan Roh Kudus. Maka hidup doa adalah keberadaan dalam hadirat Allah Trinitas dan persekutuan denganNya.

Baca Juga :  PDIP Bakal Pertimbangkan Usung Kaesang Pada Pilkada Jateng 2024

“Tidak hanya itu, dalam berdoa pun ada virus yang harus dihindari karena dapat menghilangkan dari makna doa yang dilakukan oleh Umat Beriman.”tukas RD Lucius Joko.

Romo Lucius Joko juga menjelaskan bahwa virus doa itu  diantaranya adalah pemaksaan, pelarian dan pembenaran, nah dalam berdoa, kenapa tidak boleh ada pemaksaan, Karena  manusia yang hanya ciptaan Tuhan,jika  memaksa Tuhan itu tidak benar karena Tuhan yang berkuasa,dan apa yang Tuhan berikan sudah pasti yang terbaik bagi manusia,maka manusia tidak perlu memaksa Tuhan, kemudian virus berikutnya yang tak kalah membahayakan adalah pelarian, Doa bukanlah pelarian,” pesannya kurang lebih sama.

Kerap terungkap bahwa banyak orang tergerak untuk berdoa hanya ketika mereka mengalami masalah dan sebaliknya ketika semua berjalan biasa dan normal doa itu pun tersisihkan. Ini merupakan sikap yang menjadikan doa itu hanya sebagai “jalan” yang mengikuti selera sendiri saja, padahal sesungguhnya doa mesti menjadi suatu kebutuhan hidup umat beriman dalam keadaan apapun,

Berikut, sambungnya,  virus doa yang juga sangat membahayakan adalah pembenaran, Yesus Kristus mengajarkan kepada siapapun cara berdoa dengan rendah hati dan penuh sesal. Yesus mengkritisi (cara ber)doa orang Farisi. Bagi Yesus itu bukanlah doa sama sekali.

Itu hanyalah wacana pembenaran diri. Itu doa palsu yang merupakan bentuk kesombongan diri, keangkuhan diri menunjukkan bahwa kalau sudah sering berdoa, kemudian mengklaim dirinya jadi orang benar dan berhak untuk menghakimi orang lain, justru sikap ini lah yang bukan hanya merusak keintiman relasi manusia dengan Allah, akan tetapi juga merusak relasi manusia dengan manusia.

“Nah, tak kalah penting dalam berdoa adalah memahami pentingnya struktur doa dalam pembuatan maupun penyampaiannya, sehingga tidak asal-asalan, tidak bermakna dan tidak terkesan bertele-tele, “tukas RD Lucius Joko yang pernah berkarya selama 3 tahun di Tanah Lumpur, Asmat, Papua.

Menurut RD Lucius Joko, adapun struktur doa tersebut merupakan urutan rangkaian penyusunan doa, yakni di mulai dengan anamnese yaitu menghadirkan keberadaan Tuhan Allah, menghadirkan peristiwa injil (sesuai konteks waktu penyampaian doa), menghadirkan Tritunggal Maha Kudus, dan terakhir adalah aklamasi, dengan menyebutkan kata Amin., begitulah urutannya, sehingga dengan demikian, isi doa tersebut merupakan rangkaian kalimat yang bermakna, singkat, padat dan menunjukkan keintiman relasi manusia dengan Allah.

Baca Juga :  Ada Menteri Prabowo Yang Kurang Seirama Ungkap Dasco

Selain itu, RD Lucius Joko juga mengingatkan agar umat Katolik tidak takut mati, karena sesungguhnya apabila seseorang telah dibaptis, maka dosa asal yang selama ini membelenggu manusia sudah hilang, kemudian kematian kekal pun sudah tidak ada lagi, dan berganti mendapatkan kehidupan kekal, manusia lama sudah berganti menjadi manusia yang diperbaruhi oleh sakramen baptis, jadi kalau sudah ada jaminan tersebut, untuk apa takut menghadapi kematian, jadi nggak ada alasan takut menghadapi kematian, karena di dalam kematian terdapat kehidupan kekal bagi umat beriman.

“Jadi mulai saat ini, dengan apa yang saya jelaskan tersebut, saya sangat berharap bapak ibu sekalian sudah tidak takut lagi untuk memimpin doa di berbagai kesempatan.”ucap RD Lucius Joko.

Usia penyampaian homili oleh RD Lucius Joko, kemudian, berlanjut, dengan  acara Romo mendoakan umat yang berulang tahun di bulan Juni 2023, setelah itu, sebelum acara ditutup, Jerry Ketua PDPKK Paroki St Stefanus Cilandak menyampaikan beberapa pengumuman, diantaranya mengenai Buku Karya dari RD Lucius Joko selama tiga tahun berkarya di Keuskupan Agats-Asmat, Papua. Kemudian acara ditutup dengan doa dan berkat dari RD Lucius Joko

Sementara itu, usai acara tersebut, salah seorang umat yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa dirinya merasakan adanya sukacita berlimpah dalam acara itu, dan juga tentunya acara ini sangat bermanfaat semakin bertambahnya pengetahuan yang dapat semakin meningkatkan tumbuh berkembangnya kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Rugi lho, kalau nggak ikut PDPKK, karena acaranya keren penuh sukacita dan senantiasa menghadirkan keakraban persaudaraan serta pengetahuan dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten, makanya, yuk ikutan PDKK Paroki St Stefanus Cilandak.”tandasnya. (Cahyo)

 

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

LA Connextion Kupas Ketahanan Ekonomi di Tengah Badai Geopolitik Global

dito

29 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekelompok masyarakat yang pernah berkuliah di berbagai kampus di Kota Los Angeles dan berbagai kota lainnya di Amerika Serikat, menggelar Talkshow, Rabu 20 Mei 2026 lalu di peringatan hari Kebangkitan Nasional di ruang Jimbaran hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Acara ini di hadiri sebanyak 85 orang peserta Saat ini pada umumnya mereka yang …

Ketika Dasco Turun Menjadi Operator Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia NasionalPos.com, Jakarta – Penunjukan Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI mungkin dimaksudkan sebagai langkah percepatan. Tetapi dalam perspektif demokrasi, ia menyimpan pertanyaan yang jauh lebih serius: mengapa lembaga pengawas kini justru ikut menjadi pelaksana?   Di atas kertas, fungsi DPR sangat jelas: legislasi, …

Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Dhio Justice Law

25 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Diirwktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.Com – Mengapa mahasiswa hari ini tidak lagi seganas generasi sebelumnya? Meski demonstrasi masih ada. Kritik masih terdengar. Namun gaungnya tak lagi cukup kuat mengguncang kekuasaan. Lalu muncul kesimpulan sederhana: mahasiswa telah melemah. Padahal persoalannya mungkin lebih dalam. Bisa jadi mahasiswa bukan kehilangan daya, melainkan menghadapi …

Di HUT ke 23, FSAB Serukan Perkuat Soliditas Kebangsaan Dalam Hadapi Badai Krisis Global

dito

25 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada setiap tanggal 25 Mei, seluruh pengurus beserta anggota keluarga besar Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) memperingati hari lahirnya FSAB, sebuah organisasi yang memiliki missi menyebarkan “Benih” perdamaian ke masing-masing kelompok yang terkait konflik masa lalu, serta menyuarakan mencegah terjadinya konflik di masa kini dan di masa mendatang. Terkait dengan momentum peringatan Hari …

Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law

24 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)    NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat. Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan? Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, …

x
x