Home » Headline » Jelang HUT Kemerdekaan RI, Pedagang Bendera Musiman Sepi Pembeli

Jelang HUT Kemerdekaan RI, Pedagang Bendera Musiman Sepi Pembeli

dito 12 Agu 2023 224
NasionalPos.com, Jakarta-   Dari pinggir jalan sampai perkampungan sudah semarak dengan dekorasi perayaan HUT ke-78 Republik Indonesia. Namun, semarak itu tak begitu dirasakan sebagian pedagang bendera musiman. Mereka mengibarkan bendera putih dan pulang kampung lebih awal karena tahun ini sepi pembeli.

Hari sudah menuju tengah malam ketika Asep (30) membongkar gerobak dagangannya di tepi Jalan Raya Panjang, Jakarta Barat, Jumaat (11/8/2023). Pedagang bendera musiman asal Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini mau pulang kampung karena lebih banyak buntung daripada untung.

”Tahun ini lebih banyak apes. Capek iya, enggak dapat uang karena sepi,” ujar lelaki yang sudah lima tahun jadi pedagang bendera musiman itu.

”Mungkin orang-orang main (beli) online (daring). Online sepertinya lebih murah dari kita-kita (pedagang musiman). Lebih jauh (murah) malah,” kata Triyatno sambil menatap sisa-sisa barang dagangan.

Asep sama seperti pedagang musiman daerah lain yang berkumpul di Jalan Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat. Mereka berdagang dengan sistem bagi hasil.

Si bos menyediakan bambu, bendera merah putih berbagai ukuran, dan gerobak, sedangkan pedagang musiman mengambil untung dari selisih harga. Mereka juga tidak perlu membayar sewa gerobak.

Asep, misalnya, mengambil untung Rp 5.000 sampai Rp 10.000 dari sebatang bambu yang dijual Rp 20.000 sampai Rp 25.000 dan bendera ukuran 90 cm x 60 cm yang dijual Rp 30.000 sampai Rp 40.000.

Baca Juga :  Dorong Industri Batik Betawi Hingga Kancah Global, Pemprov DKI Gelar Semarak Batik Betawi 2023

Bapak tiga anak ini mulai berjualan sejak 31 Juli lalu. Rutenya dari mulai menyusuri jalan raya Panjang ke Kemanggisan, Palmerah, dan paling jauh sampai Tanah Abang.

Saban hari dia berangkat selepas subuh dan pulang setelah maghrib. Dia mendorong gerobak sembari berteriak ”bambu, tiang, bendera” berulang-ulang. Tak lupa dia mengenakan topi dan berkalung handuk untuk mengurangi paaran terik matahari.

Dalam sekali jalan, Asep menghabiskan tiga botol air mineral berukuran 1,5 liter dan dua sampai tiga kali makan agar punya cukup energi pergi pulang.

”Saya enggak kuat lagi. Mending pulang kerja serabutan sambil bantu istri urus sawah milik desa,” ujarnya.

Malam itu selepas merapikan barang dagangan dan mengemas pakaian, Asep bertolak ke terminal bayangan di Slipi untuk pulang ke Bogor.

Asep hanya lulusan SMP di kampungnya. Sebelum bekerja serabutan, dia menggarap sawah milik desa. Namun, seiring waktu harga pupuk tak terjangkau dan harga gabah anjlok.

Alhasil lebih besar pasak daripada tiang. Modal untuk pupuk dan obat semprot hama naik. Sementara hasil panen belum tentu bagus di tengah perubahan iklim, sedangkan kebutuhan hidup tak bisa ditunda pemenuhannya, tiap hari harus dipenuhi, agar bisa terpenuhi kebutuhan hidup keluarganya,

Asep berupaya dengan berbagai cara yang halal, diantaranya berjualan bendera beserta tiang bambu keliling di Jakarta, tapi ternyata berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dirinya dapat keuntungan lumayan, untuk tahun ini rasanya harapan untuk mendapatkan keuntungan seperti tahun sebelumnya, tak bisa diraihnya.

Baca Juga :  Pengurus PWI Pusat Periode 2023–2028 Resmi Diumumkan

Sosok Asep pedagang bendera musiman merupakan secuil potret belum meratanya kue pembangunan di Tanah Air. Mereka berusaha memanfaatkan momen HUT ke-78 RI agar dapur tetap mengepul.

Data terbaru Profil Kemiskinan di Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik pada Senin (17/7/2023) menunjukkan, tingkat kemiskinan per Maret 2023 menurun dibandingkan dengan kondisi Maret 2022 dan September 2022.

Angka kemiskinan nasional menurun jadi 9,36 persen atau 25,9 juta orang per Maret 2023. Namun, kondisi itu belum kembali pulih ke level sebelum pandemi Covid-19. Bahkan, tingkat ketimpangan atau rasio gini justru meningkat setelah beberapa waktu sebelumnya sempat menurun (Kompas, 17 Juli 2023).

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto menyebutkan, rasio gini meningkat karena pemulihan ekonomi belum dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat. Pada periode September 2022-Maret 2023, ”kue” pertumbuhan ekonomi yang dirasakan 40 persen penduduk menengah-bawah lebih kecil porsinya dibandingkan kelompok masyarakat 20 persen teratas.

HUT ke-78 RI mengusung tema besar ”Terus Melaju untuk Indonesia Maju”. Semoga laju dan kemajuan itu dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

3 Hektare TNBBS Terbakar, Kapolres Pesisir Barat Turun Langsung: Jangan Main Api, Pembakar Hutan Bakal Diburu!!!

- Banyuwangi

07 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …

x
x