Home » Headline » Jelang HUT Kemerdekaan RI, Pedagang Bendera Musiman Sepi Pembeli

Jelang HUT Kemerdekaan RI, Pedagang Bendera Musiman Sepi Pembeli

dito 12 Agu 2023 194
NasionalPos.com, Jakarta-   Dari pinggir jalan sampai perkampungan sudah semarak dengan dekorasi perayaan HUT ke-78 Republik Indonesia. Namun, semarak itu tak begitu dirasakan sebagian pedagang bendera musiman. Mereka mengibarkan bendera putih dan pulang kampung lebih awal karena tahun ini sepi pembeli.

Hari sudah menuju tengah malam ketika Asep (30) membongkar gerobak dagangannya di tepi Jalan Raya Panjang, Jakarta Barat, Jumaat (11/8/2023). Pedagang bendera musiman asal Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini mau pulang kampung karena lebih banyak buntung daripada untung.

”Tahun ini lebih banyak apes. Capek iya, enggak dapat uang karena sepi,” ujar lelaki yang sudah lima tahun jadi pedagang bendera musiman itu.

”Mungkin orang-orang main (beli) online (daring). Online sepertinya lebih murah dari kita-kita (pedagang musiman). Lebih jauh (murah) malah,” kata Triyatno sambil menatap sisa-sisa barang dagangan.

Asep sama seperti pedagang musiman daerah lain yang berkumpul di Jalan Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat. Mereka berdagang dengan sistem bagi hasil.

Si bos menyediakan bambu, bendera merah putih berbagai ukuran, dan gerobak, sedangkan pedagang musiman mengambil untung dari selisih harga. Mereka juga tidak perlu membayar sewa gerobak.

Asep, misalnya, mengambil untung Rp 5.000 sampai Rp 10.000 dari sebatang bambu yang dijual Rp 20.000 sampai Rp 25.000 dan bendera ukuran 90 cm x 60 cm yang dijual Rp 30.000 sampai Rp 40.000.

Baca Juga :  PDI-P Cenderung Bakal Usung Ahok Daripada Usung Anies?

Bapak tiga anak ini mulai berjualan sejak 31 Juli lalu. Rutenya dari mulai menyusuri jalan raya Panjang ke Kemanggisan, Palmerah, dan paling jauh sampai Tanah Abang.

Saban hari dia berangkat selepas subuh dan pulang setelah maghrib. Dia mendorong gerobak sembari berteriak ”bambu, tiang, bendera” berulang-ulang. Tak lupa dia mengenakan topi dan berkalung handuk untuk mengurangi paaran terik matahari.

Dalam sekali jalan, Asep menghabiskan tiga botol air mineral berukuran 1,5 liter dan dua sampai tiga kali makan agar punya cukup energi pergi pulang.

”Saya enggak kuat lagi. Mending pulang kerja serabutan sambil bantu istri urus sawah milik desa,” ujarnya.

Malam itu selepas merapikan barang dagangan dan mengemas pakaian, Asep bertolak ke terminal bayangan di Slipi untuk pulang ke Bogor.

Asep hanya lulusan SMP di kampungnya. Sebelum bekerja serabutan, dia menggarap sawah milik desa. Namun, seiring waktu harga pupuk tak terjangkau dan harga gabah anjlok.

Alhasil lebih besar pasak daripada tiang. Modal untuk pupuk dan obat semprot hama naik. Sementara hasil panen belum tentu bagus di tengah perubahan iklim, sedangkan kebutuhan hidup tak bisa ditunda pemenuhannya, tiap hari harus dipenuhi, agar bisa terpenuhi kebutuhan hidup keluarganya,

Asep berupaya dengan berbagai cara yang halal, diantaranya berjualan bendera beserta tiang bambu keliling di Jakarta, tapi ternyata berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dirinya dapat keuntungan lumayan, untuk tahun ini rasanya harapan untuk mendapatkan keuntungan seperti tahun sebelumnya, tak bisa diraihnya.

Baca Juga :  Reformasi Setengah Hati, Apa Yang Bisa Diharapkan dari Polri?

Sosok Asep pedagang bendera musiman merupakan secuil potret belum meratanya kue pembangunan di Tanah Air. Mereka berusaha memanfaatkan momen HUT ke-78 RI agar dapur tetap mengepul.

Data terbaru Profil Kemiskinan di Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik pada Senin (17/7/2023) menunjukkan, tingkat kemiskinan per Maret 2023 menurun dibandingkan dengan kondisi Maret 2022 dan September 2022.

Angka kemiskinan nasional menurun jadi 9,36 persen atau 25,9 juta orang per Maret 2023. Namun, kondisi itu belum kembali pulih ke level sebelum pandemi Covid-19. Bahkan, tingkat ketimpangan atau rasio gini justru meningkat setelah beberapa waktu sebelumnya sempat menurun (Kompas, 17 Juli 2023).

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto menyebutkan, rasio gini meningkat karena pemulihan ekonomi belum dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat. Pada periode September 2022-Maret 2023, ”kue” pertumbuhan ekonomi yang dirasakan 40 persen penduduk menengah-bawah lebih kecil porsinya dibandingkan kelompok masyarakat 20 persen teratas.

HUT ke-78 RI mengusung tema besar ”Terus Melaju untuk Indonesia Maju”. Semoga laju dan kemajuan itu dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Menkumham Di desak Andi Darwin R Rangreng SH MH, Segera Tutup Celah Hukum Pembentukan Organisasi Advokat Lewat Jalur ORMAS

dito

22 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan semakin menjamurnya organisasi advokat baru yang terbentuk di duga adanya celah hukum selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk organisasi advokat melalui jalur pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) berbasis perkumpulan. Maka kepada wartawan, Sabtu, 22/8/2026 di Jakarta, Praktisi hukum Andi Darwin R Rangreng SH MH, ia mengatakan bahwa dirinya …

Mukerda III MUI Provinsi Jakarta Sudah Sukses di Laksanakan, MUI Siap Siaga Menyongsong Lima Abad Jakarta

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pada tanggal, 18-19 Agustus 2026 bertempat di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta Barat, telah terselenggara Musyawarah Kerja Daerah ke 3 ( Mukerda III) MUI Provinsi DKI Jakarta dengan Mengusung tema “Khidmah Keumatan Menyongsong Lima Abad Jakarta”, acara ini menjadi agenda strategis untuk merumuskan program kerja dan memperkuat sinergi keumatan yang berada …

Dana USD 26 Juta Adalah Amanah Kemanusiaan Secara Hukum Terpisah dari Kasus Febrie Adrianyah,Harus di Kembalikan

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Terkait dengan keberadaan dana sebesar USD 26.000.000 yang saat ini ikut menjadi barang bukti dalam penyidikan, kepada wartawan, Jumat , 21 Agustus 2026 di Masjid Almusyawaoroh Klapa Gading Jakarta Utara, Andi Darwin R. Ranreng, S.H. selaku kuasa hukum Agustino Boer, menjelaskan bahwa dana tersebut adalah dana amanah kemanusiaan murni yang secara hukum …

x
x