Home » Headline » Debat Capres-Cawapres untuk Uji Gagasan, Bukan Dapat Tepuk Tangan Terbanyak

Debat Capres-Cawapres untuk Uji Gagasan, Bukan Dapat Tepuk Tangan Terbanyak

dito 23 Des 2023 74

NasionalPos.com, Jakarta- Calon wakil presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sudah seharusnya diingatkan bahwa debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI adalah salah satu metode kampanye dengan tujuan uji gagasan. Tidak seperti pertandingan sepak bola, kandidat bukan sekadar mendapatkan tepuk tangan terbanyak.

Hal itu disampaikan anggota dewan pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menanggapi sikap cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka yang kembali kedapatan mengompori pendukungnya dalam ruang debat cawapres, Jumaat, 22/12/2023, kemarin.

Menurutnya, tindakan yang mengarah pada provokasi antarpendukung serta menyulut kebencian harus dihindari. “Calon harus menjaga perilaku dan tata tertibnya saat debat. Mereka hadir pada forum debat untuk saling menguji gagasan bukan untuk mendapatkan tepuk tangan paling banyak dari suporter seperti pada pertandingan sepakbola,” kata Titi kepada wartawan, Sabtu, 23/12/2023 di Jakarta.

Baca Juga :  Pemprov DKI Serahkan Bantuan Beasiswa bagi 1.142 Mahasiswa

Ia berpendapat, pemimpin yang baik tidak perlu memberikan tepuk tangan meriah dalam agenda debat. Alih-alih, mereka dituntut menyampaikan program kerja yang mampu dipahami dengan baik, mendapat dukungan rakyat, dan terimplementasi.

Sejalan dengan itu, Titi mendorong KPU untuk membuat tata tertib debat yang tegas. Utamanya pengaturan saat sesi tanya jawab antarcalon, yang mengharuskan capres maupun cawapres mengajukan pertanyaan yang jelas, tidak ambigu, tidak multitafsir.

“Serta tidak bersifat singkatan ataupun akronim, terlebih akronim bahasa asing yang tidak familiar di publik,” tandasnya.

Diketahui, Gibran mengajukan pertanyaan dengan istilah singkatan kepada cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar, yakni soal SGIE. Saat mengajukan pertanyaan itu, Gibran tidak menjelaskan kepanjangan SGIE. Gus Muhaimin terpaksa menggunakan kesempatan menjawab selama dua menit untuk bertanya ke Gibran maksud SGIE, yang belakangan diketahui State of the Global Islamic Economy.

Baca Juga :  Silahturahmi Ketum DPP Partai Golkar, PAN & PPP Bentuk Koalisi Bertiga Bersatu

Saat menanggapi pertanyaan jebakan model Gibran, capres pendamping Gus Muhaimin, Anies Baswedan mengatakan hal itu dapat dijawab dengan bantuan mesin pencari Google.

Menurut Anies, jenis pertanyaan yang dibutuhkan dalam debat untuk tingkat kepemimpinan nasional adalah hal substansial. Meski sah ditanyakan, pertanyaan itu dinilai Anies hanya berada pada ranah teknis.

“Publik nanti akan menilai, apakah memang ini format cerdas cermat untuk hafalan atau ini format tentang ideologi, gagasan, nilai, yang kemudian diwujudkan dalam kebijakan,” tukas Anies.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

PRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR

dito

06 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …

PMKRI CABANG JAKARTA PUSAT DIPERCAYA MENJADI TUAN RUMAH KONGRES XXXV DAN MPA XXXIV PMKRI TAHUN 2028

dito

29 Jul 2026

Nasionalpos.com, Ruteng-   Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat Sanctus Robertus Bellarminus resmi dipercaya menjadi tuan rumah Kongres XXXV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIV PMKRI Tahun 2028. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI yang dipimpin oleh Mandataris Terpilih Cristian A. D. Rettob, setelah forum memberikan kesempatan kepada …

Yayasan Trisakti Tolak Keras Rencana Ubah Status Universitas Trisakti Jadi PTN-BH

dito

27 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Adanya isu yang beredar tentang rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi RI untuk mengubah Status UNIVERSITAS TRISAKTI dari Perguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri, Badan Hukum (PTN-BH),       Menanggapi permasalahan tersebut, pada acara konferensi pers, Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Kantor Yayasan Trisakti di kawasan Rawasari Jakarta Timur. …

Tabur Bunga Peringatan 30 Tahun Malapetaka 27 Juli 96, Menjadi Momentum Refleksi Demokrasi Kekinian

dito

27 Jul 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Peringatan 30 tahun Peristiwa 27 Juli 1996 diperingati oleh jajaran DPP PDI Perjuangan melalui aksi tabur bunga di gedung DPP PDI-P di Diponegoro no 58 Jakarta Pusat.   Acara tabur bunga ini dipimpin oleh fungsionaris partai di depan Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.   Sementara itu acara tabur bunga, Digelar …

PMKRI SOROTI DUGAAN PEMBIARAN POLRES MANGGARAI, PENANGANAN KASUS PENGEROYOKAN KETUA PMKRI JAKARTA PUSAT DINILAI TIDAK PROFESIONAL

dito

26 Jul 2026

Nasional pos.com, Ruteng- Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus, menuai sorotan tajam.   Pasalnya hingga beberapa hari setelah laporan polisi dibuat, belum terlihat adanya langkah penegakan hukum yang memberikan kepastian kepada korban.   Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai profesionalisme Polres Manggarai dalam menangani perkara kekerasan yang terjadi …

x
x