Home » Headline » Peran Drone dalam Proses Penanganan Kebakaran Gudang Peluru

Peran Drone dalam Proses Penanganan Kebakaran Gudang Peluru

dito 31 Mar 2024 156

NasionalPos.com, Kabupaten Bogor- Dua buah drone Autel Max 4T melintas di atas gudang peluru Kodam Jaya. Drone tersebut diterbangkan untuk memetakan kondisi gudang peluru yang terbakar pada Sabtu (30/3/2024) malam.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Mohamad Hasan mengatakan, drone digunakan untuk melihat situasi gudang dari dekat. Sebab lokasi gudang belum dapat dimasuki.

“Kita gunakan bantuan drone untuk memantau langsung. Memetakan dari dekat seperti apa situasi di lokasi kebakaran,” kata Hasan dalam keterangannya, Sabtu (30/3/2024) malam.

Baca Juga :  Pengamat Ekonomi :Wisman Diberi Kemudahan Bertransaksi Melalui QRIS Antarnegara

Dalam pengoperasian drone, pihak Kodam Jaya dibantu teknisi dari PT Futura Nusantara Sejahtera. Mereka adalah penyedia layanan drone yang merupakan mitra TNI.

“Kita turun memantau dengan drone yang kita kenal dengan nama Autel EVO MAX 4T. Drone ini dipakai untuk melihat langsung dari udara dari ketinggian 100 meter,” kata Manager Project Futura Nusantara Sejahtera, Philbert Audric Deigo.

Baca Juga :  Dukung Percepatan Penanganan Darurat Gempa M7,5, BNPB Serahkan Bantuan DSP Senilai 1,1 Miliar Rupiah

Drone yang digunakan ini cukup canggih. Sebab mampu melihat target secara clear sampai jarak 200 hingga 400 meter.

“Teknologi yang kita bawa ini memang mumpuni. Karena tujuan kebaradaan kami untuk membantu dan mensuport TNI,” ujarnya.

Diketahui, gudang peluru milik Kodam Jaya berlokasi di Kabupaten Bogor. Adapun kebakaran terjadi sejak Sabtu (30/3/2024) pukul 18.30 dan hari ini Minggu (31/3/2024) pukul 08.49 WIB.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

x
x