Home » Ekonomi » BPS: Ayam Kampung Biasa Paling Banyak Diusahakan Di Jakarta

BPS: Ayam Kampung Biasa Paling Banyak Diusahakan Di Jakarta

dito 23 Sep 2024 118

NasionalPos.com, Jakarta- Data hasil Sensus Pertanian 2023 Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ayam kampung biasa merupakan komoditas peternakan yang paling banyak diusahakan di DKI Jakarta mencapai 1.168 Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP).

Selain ayam kampung biasa, ada juga yang mengusahakan ayam kampung pedaging. Keduanya memiliki perbedaan termasuk dari sisi pemeliharaan.

“Yang dikenal sebagai ayam kampung biasa itu ayam kampung yang dipelihara tidak dengan sistem pemeliharaan ayam broiler. Jadi kebanyakan dilepas, disuruh cari makan sendiri ayamnya. tidak dikandangkan sepenuhnya, apalagi dengan kandang baterai dan sebagainya,” jelas Statistisi Madya Direktorat Statistik Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan BPS Muhammad Adnan di Jakarta, Senin.

Baca Juga :  Diduga Adanya Provokasi dan Asumsi Sebagai Pemicu Terjadinya Tragedy Berdarah 1965 ?

Ayam kampung biasa tidak hanya diambil dagingnya tetapi terkadang diambil telurnya. Sementara itu, ayam kampung pedaging biasanya dipelihara dengan sistem yang lebih teratur dan mirip seperti pemeliharaan ayam broiler, namun tetap disebut sebagai ayam kampung.​​​​​​​

“Pakannya khusus seperti ayam ras pedaging. Sistem pemeliharaannya lebih teratur mirip pemeliharaan ayam broiler,” kata Adnan.​​​​​​​

RTUP merupakan rumah tangga yang melakukan minimal satu jenis kegiatan pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual atau ditukar (khusus tanaman pangan termasuk yang seluruhnya dikonsumsi sendiri)

Baca Juga :  Barachinida, Robot Karya Mahasiswa Computer Engineering BINUS UNIVERSITY Buat Navigasi Otomatis di Era Digital

Di Kepulauan Seribu tercatat sebanyak 21 RTUP mengusahakan ayam kampung biasa, lalu di Jakarta Selatan sebanyak 375 RTUP, di Jakarta Pusat 300 RTUP, Jakarta Barat  167 RTUP, dan Jakarta Utara sebanyak 215 RTUP.

Merujuk hasil sensus, komoditas yang menduduki peringkat kedua paling banyak diusahakan di DKI diikuti urutan ketiga hingga terakhir yakni unggas non-pangan 611 RTUP, kambing potong 581 RTUP, merpati 343 RTUP, itik manila 293, ayam lokal lainnya 259, ayam kampung pedaging 237, itik petelur 199, sapi potong 129, dan itik pedaging 98.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x