Home » Nasional » Saling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum

Saling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum

- Banyuwangi 10 Jul 2026 15

Pesisir Barat, Nasinalpos.com – Sebuah Peristiwa memalukan yang mencoreng nama baik Dunia Medis di kabupaten Pesisir Barat Lampung kini menjadi sorotan masyarakat, Salah Seorang tenaga pengamanan (Security) berinisial AD diduga terlibat perkelahian dengan seorang tenaga kesehatan (perawat) berinisial AH di UPTD Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat saat ada seorang pasien membutuhkan rujukan atau harus pindah ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi atau dokter spesialis untuk mendapat perawatan khusus. Jum’at (10/07/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di bulan Juni, Kejadian ini muncul kepermukaan setelah kedua belah pihak yang bertikai tidak menemukan penyelesaian.

Tenaga kesehatan (Perawat) berinisial AH saat diwawancarai Awak Media menjelaskan ” Kejadian itu bermula saat ada seorang pasien datang ke UPTD Puskesmas Krui dengan tidak sadarkan diri, setelah mendapatkan pertolongan dengan memberikan infus dan terapi, pasien tersebut kemudian sadar dan mengeluhkan nyeri dada berat, setelah diperiksa dokter pasien diarahkan untuk dirujuk ke RSU Handayani, Saya kemudian disuruh Dokter untuk mencari supir ambulance berinisial T ke halaman belakang UPTD Puskesmas Krui tetapi tidak ketemu ” ujar AH saat memberikan keterangan dengan awak media pada hari Kamis (09-07-2026).

” Karena Supir ambulance T tidak mempunyai HP, saya kemudikan menghubungi Security AD untuk minta tolong carikan Supir ambulance, tetapi jawaban nya seperti meremehkan dengan (cengengesan) kemudian security tersebut menghubungi saya melalui sambungan WhatsApp dengan kata kata kasar. Saya mempertanyakan hal tersebut dengan mengajak Security AD ke halaman depan untuk mengobrol, Security AD pun datang dan tiba tiba langsung mencekik saya sebanyak 2 kali sambil berkata panggil saudara saudaramu akhirnya perkelahian pun terjadi dan tidak terhindarkan” Kata Perawat AH.

Baca Juga :  Oknum Pendamping PKH Berinisial SDH Diduga Gelapkan Uang KPM Warga Desa Kemiri

Perawat AH juga menambahkan ” ia tidak membuat laporan kepolisian atas kejadian yang dialaminya itu karena akan di mediasi oleh Pihak UPTD Puskesmas Krui, saya seperti di iming imingi dengan Pihak UPTD Puskesmas Krui agar tidak melanjutkan masalah itu ke ranah hukum, hari ini saya kaget ada surat panggilan untuk saya dari pihak kepolisian untuk klarifikasi terkait dugaan Penganiayaan sebagai terlapor, Kami dari pihak keluarga tidak akan tinggal diam dan akan melaporkan balik oknum security AD tersebut” Kata Perawat AH.

Lebih lanjut, saat dikonfirmasi dengan Kepala UPTD Puskesmas Krui Indah Wahana Sukma, S.ST., M.M. melalui sambungan telepon WhatsApp ” ia menyampaikan sedang zoom dan DL ke bandar lampung dan agar menanyakan hal tersebut ke Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU) Hardianto, A.Md.Kep.

Baca Juga :  Terkait Krisis Air, Puan : Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat Jadi Taruhan

Kasubbag Tata Usaha (TU) Hardianto, A.Md.Kep.saat memberikan keterangan resmi nya melalui sambungan WhatsApp ” ia membenarkan bahwa peristiwa memang benar terjadi di UPTD Puskesmas Krui dan kami sudah berusaha agar terjadinya mediasi secara kekeluargaan” kata ian.

Pelanggaran Berat dalam Profesi

Perawat dan satpam adalah pilar utama rumah sakit. Perawat bertugas memberikan layanan kesehatan, sementara satpam menjaga keamanan dan ketertiban. Perkelahian di antara keduanya menciptakan masalah besar dan mencoreng UPTD Puskesmas Krui yang bisa menyebabkan :

1. Kepercayaan Pasien Hancur: UPTD Puskesmas Krui seharusnya menjadi tempat yang aman untuk penyembuhan. Keributan membuat pasien merasa takut dan tidak nyaman.

2. Pelanggaran Etika: Profesi medis menuntut kesabaran dan empati. Perkelahian mencerminkan hilangnya profesionalisme.

3. Gangguan Pelayanan: Saat tenaga kesehatan dan tenaga keamanan berselisih, fokus perawatan pasien pun bisa terbengkalai dan terganggu.

Kejadian Perkelahian yang terjadi di ruang lingkup UPTD Puskesmas Krui sangat disayangkan apalagi sedang ada pasien yang membutuhkan pertolongan. insiden kekerasan atau keributan di fasilitas kesehatan bisa merusak citra pelayanan medis di UPTD Puskesmas Krui. Hal ini melanggar kode etik dan tanggung jawab profesi di mana kedua belah pihak seharusnya saling melindungi nyawa dan menjaga ketertiban umum.

(Tim).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Warga Desak APH & Satpol PP Banyuwangi “JANGAN TUTUP MATA!!! Aduan Masyarakat Jangan Diabaikan

- Banyuwangi

10 Jul 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Dugaan masih beroperasinya aktivitas Prostitusi Terselubung di kawasan PAKEM, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kembali menuai sorotan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat penegak hukum (APH), agar segera turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya …

HUT ke 58 ORARI Momentum Untuk mengembalikan ORARI sesuai dengan Marwahnya

dito

09 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada Peringatan HUT ke 58 ORARI, saat yang tepat untuk melakukan refleksi oleh seluruh Komponen ORARI, baik pengurus maupun anggota, demikian di sampaikan oleh Ketua Umum ORARI Pusat hasil Munaslub ORARI 2022, Suryo Susilo YBØJTR kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026 di Jakarta “Saat ini ORARI masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” menurut Suryo. …

Akademisi: Implementasi Pasal 33 UUD 1945, Prabowo Sedang Diuji Melawan Oligarki dan Kapitalisme Global

Dhio Justice Law

09 Jul 2026

NasionalPos. com, Jakarta – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga kini belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi nasional benar-benar berpijak pada amanat konstitusi. Sebagai keynote speaker dalam Seminar “Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis …

Urban Farming Wahana Efektif Manfaatkan Hasil Pemilahan Sampah”

dito

06 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Urban farming atau urban agriculture adalah kegiatan budidaya tanaman atau memelihara hewan ternak di dalam dan di sekitar wilayah kota besar (metropolitan) untuk memperoleh bahan pangan atau kebutuhan lain.   Di Daerah Khusus ibukota Jakarta, keberadaan Urban farming, nampaknya sudah semakin berkembang dan di budidayakan, di antara urban farming yang tumbuh berkembang di …

Kepala Sekolah dan Humas SMKN 1 Banyuwangi Bungkam, Dugaan Penjualan Seragam Tuai Pertanyaan Publik

- Banyuwangi

03 Jul 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com –  Diduga penjualan seragam sekolah kepada peserta didik baru di SMKN 1 Banyuwangi menuai sorotan publik. Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah wali murid mengaku diarahkan membeli paket seragam usai dinyatakan lolos dan melakukan daftar ulang. Salah seorang wali murid bahkan menunjukkan bukti pembayaran yang Diduga berkaitan dengan pembelian seragam tersebut, Jumat (03/07/2026). Praktik …

Meski Putusan Sudah Inkracht, PN Jakarta Pusat Tak Patut Eksekusi Eks Hotel Sultan

dito

02 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Eksekusi pengosongan dan pengambilalihan kawasan lahan Blok 15 Kompleks Gelora Bung Karno, lokasi eks Hotel Sultan seluas 13,6 hektar di Jakarta Pusat, telah dilaksanakan secara resmi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 18 Juni 2026 lalu.   Lahan yang nilainya ditaksir lebih dari Rp 28 triliun tersebut dinyatakan dikembalikan ke penguasaan negara, beralasan …

x
x