Home » Headline » Altar Perkabungan Tragedi Kerumunan Itaewon Dikunjungi Presiden Korsel

Altar Perkabungan Tragedi Kerumunan Itaewon Dikunjungi Presiden Korsel

dito 31 Okt 2022 78

NasionalPos.com, Seoul – Diperoleh informasi yang dilansir kantor berita Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Pada Ahad 30/10/2022 Kemaren, Yoon Suk-yeol telah mengumumkan masa berkabung nasional.

“Ini benar-benar mengerikan. Bencana dan tragedi hari Sabtu 29/10/2022 seharusnya tidak pernah terjadi. Sebagai presiden, yang bertanggung jawab atas kehidupan dan keselamatan rakyat, hati saya berat dan saya berjuang untuk mengatasi kesedihan saya,” kata Yoon dalam pidatonya di kantor kepresidenan Korsel.

Dia mengatakan, selain pengobatan korban luka, pemerintah pun akan membantu persiapan pemakaman para korban jiwa. Yoon berharap insiden seperti di Itaewon tak terulang kembali.

Baca Juga :  Inilah 16 Guru Besar dan Dosen Hukum Tata Negara Minta Anwar Usman Dipecat dari MK

“Kami akan menyelidiki secara menyeluruh penyebab kecelakaan dan melakukan perbaikan mendasar agar kecelakaan serupa tidak terjadi lagi di masa depan,” ujarnya

Terkait dengan tragedy tersebut, hari ini Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol dan istrinya, Keon-hee, mengunjungi altar perkabungan untuk para korban tragedi kerumunan Itaewon di Seoul, Senin 31/10/2022. Yoon sebelumnya telah mengumumkan masa berkabung nasional hingga 5 November dan memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang untuk menghormati para korban.

Baca Juga :  Terkait Sistem Proporsional Pemilu, PKB Akui Cemas Jelang Keputusan MK

Yoon dan Kim mengunjungi altar yang didirikan di Seoul Plaza di depan Balai Kota, meletakkan bunga, kemudian menundukkan kepala mereka dalam doa hening,” tulis kantor berita Korsel, Yonhap.

Yoon tak memiliki agenda kegiatan publik lain pada Senin sebab dia berfokus pada penanganan setelah tragedi kerumunan mematikan di Itaewon. Hingga berita ini ditulis, jumlah kematian akibat kejadian di Itaewon telah mencapai 154 jiwa. (*red/Yonhap)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x