- Top NewsKomisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster
- HeadlineTragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah
- HeadlineNegara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)
- PolitikDPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung
- PolitikPartai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Bermodus Palsukan Dokumen, Diduga Mafia Tanah Serobot Tanah Milik Ahli Waris Alm Abdullah Bin Doing
NasionalPos.com, Jakarta; Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait layanan pertanahan, berkomitmen untuk memberantas mafia tanah hingga ke akarnya. Salah satu langkah nyata yang dilakukan, yakni membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Mafia Tanah, tim gabungan antara Kementerian ATR/BPN dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang sudah selama setahun ini, nampaknya belum menyentuh permasalahan dugaan mafia tanah yang bekerja terstruktur, sistematis dan massif, yang kali ini memakan korbannya adalah para ahli waris dari (alm) Abdulah bin Doing pemilik lahan seluas 2 hektar (20.000 meter persegi) yang berlokasi di Jalan Raya Arjuna RT 002/003 Kel Kedoya Utara Kec. Kebon Jeruk, Kota Adm Jakarta Barat, dengan modus operandi melakukan perbuatan pemalsuan dokumen kepemilikan lahan, yang digunakan untuk menyerobot kepemilikan lahan tersebut.
“ Kami ini mengelolah lahan milik kakek kami yang secara turun temurun, dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, untuk menjadi sumber kehidupan kami, dan sejak orang tua kami masih hidup hingga meninggal dunia, kami tidak pernah menjual atau menggadaikan lahan itu kepada siapapun, tapi tiba-tiba saja ada pihak yang mengklaim lahan itu menjadi miliknya, saat ada pembuatan pemagaran lahan milik kakek kami, sekitar tahun 2013 lalu, bersama saudara saya yang lain melawan mereka, tapi karena kami orang nggak punya kalah sama mereka ”ungkap Nisah Binti Gani (60) cucu dari Almarhum Abdullah Bin Doing, saat ditemui awak media di kediamannya, di Kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa, 10/1/2023
Menurut Nisah, kakeknya yang bernama Abdullah Bin Doing yang terakhir berdomisili di jl. Arjuna utara itu Rt.05/03 Kelurahan Kedoya Selatan Kec.Kebon Jeruk, Kota Adm Jakarta Barat dan kemudian meninggal dunia di tahun 1960, telah mewariskan lahan tersebut kepada pihak keluarganya, dan lahan itu merupakan satu-satunya sumber kehidupan keluarga yang dikelola turun temurun, namun tiba-tiba saja di Tahun 2005 terjadi pencopotan papan plang triplek bertuliskan Tanah Ini Milik Alm Abdullah Bin Doing yang terpasang di dua pohon rengas oleh Alm H Rohim, kemudian dipasang lagi oleh Alm H Rojali yang juga ahli waris, kejadian ini memicu terjadinya aksi pasang-copot sebanyak 30 kali hingga tahun 2008.
“Pokoknya sejak kejadian itu, kami sekeluarga nggak bisa tenang, dan bergantian menjaga lahan milik kakek kami itu, nah, anehnya, pada bulan Oktober 2013, siang bolong, kagak tau tuh, siapa mereka, tiba-tiba mendatangkan beko dan membuat pemagaran lahan itu, ya, kami tetap melawan, tapi tetap kalah, mereka dibantu aparat, kami bersama alm H Rojali dan saudara nyang laen, kalah, terusir dari lahan itu, ya, akhirnya berdirilah pagar itu sampai sekarang, akibatnya kamipun nggak bisa masuk ke lahan itu, dan tidak bisa lagi bercocok tanam untuk menghidupi keluarga kami.”ucap Nisah Binti Gani (60)
Sementara itu di tempat yang sama, H Sulardi, SH, MH kuasa hukum dari ahli waris, menjelaskan bahwa permasalahan ini mulai terkuak oleh adanya berawal dari jual-beli saham dan bidang tanah terdiri dari 24 akta jual beli di lokasi Kelurahan Kedoya Selatan, para pihak itu adalah Albert Kongoasa dan Susanti Haryanto selaku penjual dan kemudian Nany Lukman dan Linda Selaku Pembeli, dari 24 AJB itu, 18 AJB diantaranya digunakan alas hak mengajukan permohonan SHGB, dan ternyata dari 18 AJB dan 7 girik diajukan sebagai alas hak permohonan SHGB kepada Kantah Jakbar berdasarkan permohonan sdri Nany Lukman,
ternyata yang bersangkutan tidak pernah mengisi formular permohonan namun terdapat tanda tangan di blangko kosong, tapi faktanya sertifikat HGB diterbikan, terbitnya SHGB No.114/Kedoya Selatanb a/n PT Supra Pramesti Sakti (milik Nany Lukman) dalam pengajuannya menggunakan alas girik palsu yang tidak tercatat pada buku letter C kelurahan Kedoya Selatan, demikian juga SHM no.1517 yang diturunkan haknya menjadi SHGB 3733 menggunakan alas hak No.C palsu tidak tercatat di kantor kelurahan Kedoya Selatan, serta juga menggunakan AJB yang diduga palsu, maupun tidak terjadi transaksi penjual dan pembeli, namun direkayasa seakan-akan terjadi transaksi pelepasan hak dengan menggunakan nama dan alamat fiktif.
Selain itu, lanjut H Sulardi, SH, MH, alamat pemohon, pemegang saham, Kantor PT SPS berdasarkan data AHU setelah dilakukan pengecekan ternyata fiktif, begitu pula alamat yang tertera di AJB setelah dilakukan pengecekan pada ketua RT, RW, Lurah,Camat & Dukcapil Jakarta Barat, Cianjur dan Tangerang semuanya fiktif, Jadi mereka itu diduga melakukan penyerobotan tanah milik Abdullah Bin Doing, dengan modus melakukan dugaan pemalsuan semua surat kepemilikan lahan, rekayasa transaksi fiktif, karena itu pihaknya sudah melaporkan kasus ini tanggal 1 November 2021 lalu,
“Sempat pihak penyidik akan melakukan SP3 kasus ini, dengan alasan tidak memenuhi unsur yuridis, dan ini jelas kami tolak, karena kasus ini ranahnya adalah tindak pidana penyerobotan tanah, bukan soal pemalsuan dokumen, akibat penyerobotan itu, ahli waris kehilangan hak milik, hak ekonomis pemanfaatan lahan itu,
jadi kami sangat berharap kepada aparat hukum, agar kasus penyerobotan tanah harus dituntaskan demi terpenuhinya rasa keadilan dan rasa kemanusiaan para ahli waris, menghilangkan hak seseorang itu bukan hanya merupakan tindak pidana melainkan juga pelanggaran Hak Azasi Manusia dan jelas melanggar Pancasila, kalau mereka seorang Pancasilais, jangan menggunakan cara-cara kotor begitu, temui ahi waris saja, beli saja lahan itu dengan harga yang pantas donk, dan kami mohon Bareskrim Mabes Polri tuntaskan masalah penyerobotan tanah secara obyektif jangan dialihkan ke masalah pemalsuan dokumennya”pungkas H Sulardi, SH, MH (*dit)
dito
29 Apr 2026
Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …
Dhio Justice Law
28 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …
Dhio Justice Law
26 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI) NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …
dito
23 Apr 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) menjadi tonggak historis dalam reformasi kebijakan ketenagakerjaan nasional. Setelah lebih dari dua dekade diperjuangkan, regulasi ini tidak hanya mencerminkan kemajuan legislasi, tetapi juga menjadi bentuk koreksi atas ketimpangan struktural yang selama ini menempatkan pekerja domestik dalam posisi rentan dan minim perlindungan. Secara empiris, urgensi kehadiran UU …
Dhio Justice Law
22 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …
Dhio Justice Law
18 Apr 2026
NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …
21 Nov 2024 1.751 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.430 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.311 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.246 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.238 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.199 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.102 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.