Home / Headline / Infrastruktur

Selasa, 29 November 2022 - 20:25 WIB

Guna Atasi Truk “ODOL” DPR RI Desak Kemenhub Memaksimalkan Koordinasi Dengan Polri

NasionalPos.com, Jakarta- Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menilai Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, perlu memaksimalkan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait penanganan atau penertiban Over Dimension Over Load (odol) atau kelebihan dimensi-beban. Dengan adanya koordinasi yang maksimal itu, diharapkan dapat meminimalisasi keberadaan truk ODOL untuk bisa memasuki jembatan timbang maupun pelabuhan seberang.

“Saya pikir bukan sesuatu hal yang sulit untuk diamankan truk ODOL ini kalau pengawasan dari Korlantasnya optimal,” ungkap Andi Iwan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Perhubungan Darat di Ruang Rapat Komisi V, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 29/11/2022

Ia pun memaparkan bahwa dirinya pernah bersama Komisi V DPR RI melakukan studi banding dengan komunikasi dengan Kementerian Transportasi di salah satu negara terkait ODOL ini. Pihak berwenang di sana, menurutnya, juga memiliki pengalaman serupa terkait persoalan ODOL yang sulit diatasi tersebut. Sehingga, ia menilai apabila Dirjen Perhubungan Darat mampu memberi terobosan, hal itu akan luar biasa.

Baca Juga  Update Data Corona (9/7/2021) Jumlah Pasien Positif 2.455.512 Orang dan Meninggal 64.631 Orang

“Kami harap dan kami yakin bahwa hal itu insyaallah akan bisa diselesaikan,” imbuhnya

Ia pun menyoroti terkait jam operasi jembatan timbang yang ada di pelabuhan. Menurutnya, keberadaan jembatan timbang saat ini yang seyogyanya untuk mengatasi truk ODOL justru menimbulkan masalah baru berupa kemacetan. Ia mengusulkan agar pemerintah dapat memanfaatkan teknologi, berupa sistem online.

“Mungkin teknologinya bisa lebih dioptimalkan lagi bahwa tidak perlu jembatan timbang. Mereka (para supir truk) hanya cukup melihat dari berat atau tonase itu secara langsung melalui sensor atau model kamera. Sehingga, bisa mengetahui kendaraan tersebut (apakah) over dimension atau pun over load. Itu kalau disinkronkan dengan sistem online yang kemudian memberikan sanksi denda atau pencabutan izin yang dengan Dirjen perhubungan darat, saya kira kita tidak perlu lagi banyak missed di wilayah itu,” jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Baca Juga  Serangan Balik Rusia Tutup Akses AS dan UE

Ia menjelaskan, bahwa dampak dari kemacetan yang mengular tersebut memunculkan banyak truk yang ngetem di jalan. Para supir truk itu menunggu sampai sudah tidak ada lagi orang di jembatan timbang baru kemudian mereka melewati jalan tersebut. Sehingga dirinya berharap penggunaan teknologi tersebut dapat membentuk ketertiban secara langsung dan segera dapat diimplementasikan.

“Aplikasi tersebut sudah banyak dipergunakan di negara-negara lain,” pungkasnya

 

Share :

Baca Juga

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Ekonomi

Program Pemulihan Ekonomi, BI Siap Serap SBN Rp700 Triliun
food street kramat edit

Headline

Berkedok Penataan, Abaikan Peraturan & Rugikan Pengguna jalan lainnya
Immanuel Ebenezer dan Jokowi

Headline

Jokowi Mania Khawatir Brutus Istana Dalang Hoaks ‘Jokowi End Game’
virus corona 3

Headline

Jumlah Meninggal Akibat Covid-19 Menjadi 78 Orang Dengan Jumlah Pasien 893 Orang
india lockdown

Headline

WHO : Pencabutan Lockdown Bisa Bangkitkan Kembali Virus Corona
IMG 20210602 WA0179 copy 640x427

Headline

Yontaifib 1 Marinir Juarai Marines Pentathlon Pasmar 1
IMG 20211111 WA0220 copy 512x341

Headline

Terus Jalin Soliditas antar Personil, Seskoal Rutin Laksanakan Jam Komandan
Natalius Pigai

Headline

Polisi Tahan Ambroncius, Pigai Minta Polisi Jangan Merespon Setelah Ditekan Publik