Home » Politik » Istana Tak Masalah Mahasiswa Unjuk Rasa Tolak Jokowi 3 Periode

Istana Tak Masalah Mahasiswa Unjuk Rasa Tolak Jokowi 3 Periode

Dhio Justice Law 05 Apr 2022 59

NasionalPos.com, Jakarta – Istana memperislahkan mahasiswa untuk menggear aksi unjuk rasa menolak wacana jabatan presiden Joko Widodo tiga periode.

Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini berharap aksi unjuk rasa dilakukan secara tertib. Selain itu agar massa aksi menerapkan protokol kesehatan. “Mau aksi sebesar apapun, silakan saja, tidak mungkin dilarang-dilarang, ini negara demokrasi,” kata Faldo melalui keterangannya, Selasa (5/4/2022).

Faldo mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo telah menyatakan sikap tentang perpanjangan masa jabatan presiden. Jokowi, ucapnya, akan taat kepada aturan di konstitusi.

Menurutnya, perdebatan soal perpanjangan masa jabatan tak perlu lagi dikembangkan. Namun, ia tak masalah jika mahasiswa masih ingin unjuk rasa menolak wacana itu.

“Ini kan asalnya aspirasi dari parpol dan kelompok masyarakat, ya silakan berpendapat. Bagi kami, fokus pemerintah saat ini adalah masalah pandemi, mudik Idulfitri, dan harga-harga,” kataya.

Diketahui, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada tanggal 11 April 2022 nanti. Diantara tuntutan BEM SI adalah tolak Jokowi 3 periode.

Baca Juga :  Terima Delegasi Jepang, Gobel Ajak Berinvestasi dengan Konsep Berwawasan Lingkungan

“Mari bersamai gerakan ini, gerakan yang menyatukan, gerakan yang membela rakyat,” ajak Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Kaharudin, baru-baru ini, di akun IG BEM SI.

Kahar menyatakan, aksi ini adalah momentum mahasiswa Indonesia untuk mengukir sejarah dengan tinta emas, di balik rakyat yang hari ini ditindas oleh oligarki. Ia pun mengajak seluruh aliansi mahasiswa yang ada di Indonesia, kampus-kampus yang tergabung ke dalam aliansi, bergabung ke BEM SI.

“Jangan sampai mahasiswa Indonesia hari ini malah menjadi debu. Mari kita sama-sama bergerak pada tanggal 11 April 2022, aksi nasional, untuk rakyat bangkit melawan.”

“Jokowi pengkhianat rakyat. Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia. Hidup perempuan Indonesia.”

Kahar melanjutkan, sebelum tanggal 11 April nanti, Aliansi BEM SI akan mengadakan aksi di seluruh daerah dengan serentak pada tanggal 7 April 2022.

Baca Juga :  Eks Jubir FPI Munarman Bebas Dari Lapas Salemba

Adapun enam tuntutan yang mereka suarakan, di antaranya mendesak dan menuntut Presiden Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode.

Kedua, menuntut dan mendesak Presiden Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN, termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial ekologi, politik, ekonomi dan kebencanaan.

Ketiga, mendesak sekaligus menuntut Presiden Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalagan ketahanan pangan lainnya.

Keempat, mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas adanya dugaan para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.

Kelima, mendesak dan menuntut Presiden Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria.

Terakhir, menuntut komitmen Jokowi-Ma’ruf untuk menuntaskan semua janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya. (*)

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Cuaca Ekstrim Politik, Prabowo End Game?

Dhio Justice Law

07 Des 2025

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Bencana banjir bandang dan longsor sejak 24 November 2025 yang melanda tiga Propinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah menelan korban jiwa ratusan orang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) pada Sabtu (6/12/2025), korban meninggal sebanyak 883 orang, korban hilang 520 …

TB Massa: Stop ‘Omon-omon’ NKRI Sudah Genting!!

ridwan umar

07 Des 2025

NasionalPos.com, Bogor – Saat ini kepercayaan rakyat terhadap pemerintah sudah di titik nadir. Rezim Prabowo yang diharapkan mampu memperbaiki kerusakan negeri, ternyata hanya ‘omon-omon’. Hal itu diutarakan pengamat politik yang juga Ketua Program Doktor Universitas Nasional, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar saat ditemui di Bogor, Minggu (7/12/2025). “Bencana banjir yang melanda Sumatera dan Aceh …

Kunjungan Partai Amanah Negara Malaysia Di Terima oleh Partai Prima “

dito

29 Nov 2025

NasionalPos.com, Jakarta- Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menerima kunjungan dari Partai Amanah Negara Malaysia, pada hari Rabu, 26 November 2025 di kantor DPP Partai PRIMA. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jendral Partai PRIMA Meyjen Purn. R. Gautama Wiranegara. Dalam pertemuan tersebut Gautama menyambut baik dan sangat mengapresiasi kunjungan dari Partai Amanah Negara, ia juga …

Prabowo Pahamilah Filosofi Siri’ Na Pacce

Dhio Justice Law

12 Nov 2025

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Gerakan Daulat Bumiputera dan Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Himbauan Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat untuk menghormati pemimpin dan mantan pemimpin dengan cara mengangkat setinggi-tingginya kebaikannya dan memendam kekurangannya, masih menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat. Bagi publik, pernyataan Prabowo saat peresmian Pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, …

Mikul Duwur Mendem Jero; Ayah Prabowo Tak Taat Filosofi Jawa?

Dhio Justice Law

08 Nov 2025

oleh: Ridwan Umar (Sekjen Gerakan Daulat Bumiputera dan Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Dalam peresmian Pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025), Presiden Prabowo Soebianto mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menghormati pemimpin, baik yang masih menjabat maupun yang purna tugas. Menurutnya, masyarakat Indonesia seharusnya mengedepankan penghormatan terhadap orang yang berjasa. …

Sekda DKJ, Marullah Timbulkan Potensi Perpecahan Warga Jakarta?

ridwan umar

23 Okt 2025

NasionalPos.com, Jakarta – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DK Jakarta Marullah Matali dianggap memicu potensi perpecahan warga. Isu tersebut makin mencuat pasca gelaran Kongres Istimewa Masyarakat Kaum Betawi (MKB) yang dipimpin Marullah pada 18 Oktober 2025 lalu. “Ya, Kongres MKB yang dipimpin Pak Sekda, Marullah pada 18 Oktober kemarin itu jelas berdampak pada potensi perpecahan warga …

x
x