Home » Politik » Jika Heru Budi Hartono dipilih Pj Gubernur DKI Jakarta, Komunikasi Istana- Balai Agung lebih Efektif

Jika Heru Budi Hartono dipilih Pj Gubernur DKI Jakarta, Komunikasi Istana- Balai Agung lebih Efektif

dito 14 Mei 2022 110

NasionalPos.com, Jakarta

Ada tiga nama yang bakal di ajukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk ditunjuk sebagai penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan yang masa jabatannya habis pada bulan Oktober mendatang, ketiga nama itu rencananya akan diserahkan Mendagri Tito kepada Jokowi di Bulan September atau satu bulan sebelum pelantikan, sedangkan informasi dari sumber di Kemendagri yang menyebutkan nama nama yang bakal di ajukan tersebut terdapat nama Heru Budi Hartono Kepala Staf  Kepresidenan, Marullah Matali Sekdaprov DKI Jakarta dan Yuri Ardiantoro mantan anggota KPU.

Sementara itu, menanggapi informasi tersebut, Drs Primus Wawo, Msi pemerhati Sosial di Provinsi DKI Jakarta, kepada awak media, mengatakan terkait dengan nama-nama yang bakal diusulkan menjabat sebagai Pj Gubernur Provinsi DKI Jakarta, nampaknya perlu dicermati kapasitas, pengalaman dan tentunya bukan hanya memahami permasalahan di Jakarta, melainkan juga bisa menyelesaikan permasalahan Jakarta, selama kurun waktu 2 tahun menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta pada pilkada serentak tahun 2024 mendatang.

Baca Juga :  Pencapresan Ganjar Pranowo oleh PDIP Diapresiasi Partai Nasdem

“Ya, untuk menentukan Plt Gubernur DKI Jakarta, tidak berdasarkan pada penilaian politis , tapi lebih mengedepankan kualitas,  kapabilitas, pengalaman dan dapat di terima berbagai komponen masyarakat di Provinsi DKI Jakarta yang warganya multietnis ini, “ucap Drs Primus Wawo Msi mantan Pejabat di Pemprov DKI Jakarta yang juga tokoh di Paguyuban Organisasi Flobamora NTT di Jakarta ini, kepada awak media, Sabtu, 14/5/2022

Menurut Primus, dalam menentukan Plt Gubernur DKI Jakarta, sudah semestinya Pemerintah juga memperhatikan aspirasi masyarakat, dan juga memperhatikan kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan pemerintah pusat untuk kepentingan keberlanjutan pelaksanaan pembangunan di DKI Jakarta.

“Dari kriteria tersebut, Saya lebih cenderung pada sosok Heru Budi Hartono yang layak mengisi kekosongan kepemimpinan Jakarta sebagai Pejabat Gubernur Provinsi DKI Jakarta, ” tukas Drs Primus Wawo, Msi, salah seorang tokoh di ikatan keluarga Besar Nagekeo Bersatu di Jakarta

Baca Juga :  Rangkap Jabatan Heru Budi Dikritik PKS

Selain memiliki kapasitas dan pengalaman, lanjut Primus, sosok Heru Budi Hartono sangat humble, komunikatif serta dapat mengayomi warga Jakarta yang berlatarbelakang beragam etnis ini, hal ini terbukti, sebelum menjadi Kasetpres, ketika beliau menjadi Walikota Adm Jakarta Utara, seperti diketahui wilayah Kota Adm Jakarta Utara, banyak dihuni masyarakat dari berbagai etnis, namun beliau tak segan-segan menjalin relasi silahturahmi dengan sikap egaliter, terbuka dan sangat responsif oleh beragam aspirasi maupun permasalahan dengan masyarakat tersebut, selain itu, ketika beliau menjabat kepala keuangan di era kepemimpinan Gubernur Ahok memiliki hubungan yg harmonis dgn instansi terkait khususnya di forum forkopimda termasuk dgn kominda Prov DKI Jakarta.

“Kami sangat berharap Heru Budi Hartono yang di pilih Bapak Presiden Joko Widodo untuk menjadi pejabat Gubernur DKI Jakarta, karena dengan adanya beliau, komunikasi Istana dengan Balai Agung Pemprov DKI Jakarta akan lebih efektif dan lebih komunikatif”pungkas Drs Primus Wawo, Msi (*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

x
x