Home » Nasional » daerah » Komisi I DPRD Pessel Minta Honorer Tetap Dipekerjakan, Jangan Ada yang Dirumahkan

Komisi I DPRD Pessel Minta Honorer Tetap Dipekerjakan, Jangan Ada yang Dirumahkan

Primadoni,SH 22 Jan 2026 252

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Komisi I DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta pemerintah daerah agar tenaga honorer tetap dipekerjakan dan tidak ada yang dirumahkan meskipun terbentur aturan kepegawaian.

Permintaan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi I DPRD Pessel bersama BKPSDM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan. RDP tersebut berlangsung pada Rabu (21/01/2026) di ruang rapat Komisi I DPRD Pessel.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Pessel, Nasrianto, SH, dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Pessel, Dani Syofian, dan anggota Komisi I DPRD Pessel, serta perwakilan tenaga honorer, khususnya honorer tenaga kesehatan yang telah dirumahkan.

Rapat ini digelar sebagai respons atas persoalan banyaknya tenaga honorer yang diberhentikan akibat kebijakan penyesuaian aturan kepegawaian nasional.

Ketua Komisi I DPRD Pessel, Nasrianto, SH, menegaskan bahwa honorer masih sangat dibutuhkan dalam pelayanan publik, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, merumahkan honorer secara mendadak dapat berdampak pada terganggunya pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Pessel Bahas Strategi PJU, Lalin, dan Tata Ruang 2026 Bersama OPD Terkait

Oleh karena itu, Komisi I DPRD Pessel meminta agar honorer tetap diberi kesempatan bekerja di instansi masing-masing.

Nasrianto menjelaskan, pola yang dapat digunakan adalah melalui kontrak pengadaan barang dan jasa sebagai penyedia jasa lain perorangan.

Skema tersebut, kata dia, telah diterapkan di sejumlah daerah seperti Pemerintah Kota Bekasi dan Kota Depok.

Bahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi rujukan utama karena tidak merumahkan satu pun tenaga honorer.

Selain itu, kebijakan serupa juga diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Riau yang tetap mempertahankan honorer bekerja.

Juru bicara Komisi I DPRD Pessel, Novermal, menambahkan bahwa kebijakan ini perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Ia menegaskan bahwa honorer yang tetap bekerja tidak menuntut untuk langsung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Catatannya jelas, gaji disesuaikan dengan kemampuan daerah dan tidak ada tuntutan pengangkatan ASN,” ujar Novermal.

Untuk tenaga guru honorer, pembiayaan dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sementara itu, tenaga kesehatan honorer dapat dikontrak melalui dana BLUD Puskesmas maupun RSUD.

Baca Juga :  Kapolri Tinjau Rumah Dinas Baru Brimob di Kalbar

Adapun tenaga honorer di perangkat daerah lainnya dapat disesuaikan dengan ketersediaan anggaran masing-masing instansi.

Komisi I DPRD Pessel menilai bahwa pemerintah daerah memiliki ruang kebijakan untuk tetap mempertahankan honorer agar tidak kehilangan mata pencaharian.

Terlebih, masih banyak honorer yang belum diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) maupun P3K Paruh Waktu.

Komisi I menegaskan pentingnya memberikan kesempatan bagi honorer untuk tetap bekerja sampai ada regulasi baru dari pemerintah pusat.

Regulasi tersebut diharapkan dapat mengakomodasi pengangkatan honorer menjadi ASN secara bertahap.

Wakil Ketua DPRD Pessel, Dani Syofian, mendukung langkah Komisi I dan berharap pemerintah daerah segera mengambil kebijakan yang berpihak pada honorer.

Ia menilai persoalan honorer harus diselesaikan secara humanis tanpa mengorbankan hak dan kesejahteraan mereka.

Komisi I DPRD Pessel berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini demi menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan kesejahteraan tenaga honorer di Pesisir Selatan.***

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Gagal Insaf, Residivis Spesialis Curanmor Kembali Dibekuk Tim URC Sat Reskrim Polres Pesibar dan Unit Reskrim Polsek Pesisir Utara

Taufik Hidayat

15 Okt 2026

Pesisir Barat – Lulusan penjara yang gagal insaf, Baru keluar, langsung magang curanmor lagi, itulah sebuah kata-kata yang cocok untuk Residivis Spesialis Curanmor Kambuhan yang berhasil diringkus Tim Gabungan Tekab 308 Sat Reskrim Polres Pesibar Dan Unit Reskrim Polsek Pesisir Utara. Residivis Spesialis Curanmor Kambuhan berinisial US (40) Warga Pekon Kampung Jawa dan JB (50) …

Laporkan Dugaan Pelecehan di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, YM Minta Wali Kota Padang Turun Tangan

Zulwandi

15 Okt 2026

Padang, Nasionalpos. Com — Seorang perempuan berinisial YM, yang berprofesi sebagai YouTuber, affiliate marketer, content creator, dan edupreneur di Sumatera Barat, mengaku mengalami dugaan pelecehan verbal dan penghinaan saat berada di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, Kota Padang, pada 28 Agustus 2026 sekitar pukul 09.45 WIB. YM meminta pemerintah daerah menindaklanjuti pengaduannya secara objektif dan …

Perkuat Sinergitas, Kapolsek Iptu Doni Dermawan Kunjungi Uspika dan Tokoh Masyarakat demi Jaga Kondusivitas

Taufik Hidayat

14 Okt 2026

Pesisir Barat – Guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif, *Kapolsek Pesisir Selatan Polres Pesisir Barat Iptu Doni Dermawan Djunaidi, S.Psi., M.M.* melaksanakan kunjungan dan silaturahmi ke Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Pesisir Selatan, Selasa (13/10/2026). Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kantor Camat Pesisir Selatan, dan diakhiri dengan silaturahmi ke kediaman Tokoh Adat …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Unbrah Jadi Tuan Rumah Rakernas APTFI 2026, Diikuti 880 Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi Farmasi

Zulwandi

10 Okt 2026

Padang, Nasionalpos. Com — Universitas Baiturrahmah (Unbrah) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis hingga Sabtu (8–10 Oktober 2026) di ZHM Grendzuri Hotel Padang, Sumatera Barat (Sumbar) diikuti sekitar 880 peserta dari berbagai perguruan tinggi farmasi di Indonesia. …

x
x