Home » Politik » Maesyal-Intan Akan Wujudkan Atlet Gemilang Dan Berprestasi

Maesyal-Intan Akan Wujudkan Atlet Gemilang Dan Berprestasi

Syamsul Bahri 11 Nov 2024 69

 

Nasionalpos.com ll Kabupaten Tangerang – Moch. Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah akan menciptakan atlet Kabupaten Tangerang yang gemilang, berkarakter unggul, dan berprestasi hingga dunia internasional, apabila dirinya menjadi Bupati-Wakil Bupati Tangerang periode 2025-2030 mendatang.

Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, untuk menciptakan Kabupaten Tangerang semakin gemilang, tentu tidak hanya perihal, pembangunan infrastruktur, pendidikan, perekonomian, dan lapangan pekerjaan saja. Tetapi, pembangunan dalam dunia olahraga juga diperkukan. Karena, didalam tibuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat untuk menciptakan Kabupaten Tangerang semakin gemilang.

“Kalau bahasa latinnya, Mens sana in corpore sano. Ketika tubuh sehat, jiwa kuat Insya Allah, kita dapat bersama-sama membangun Kabupaten Tangerang semakin gemilang, ” kata Calon Bupati Tangerang nomor urut 02, Moch. Maesyal Rasyid kepada awak media, Senin 11-11-2024.

Menurut pria yang biasa disapa akrab Rudi Maesyal, untuk menciptakan atlet yang gemilang, berkarakter unggul, dan berprestasi hingga dunia internasional, dirinya akan meningkatkan standar manajemen organisasi, meningkatkan standar SDM, meningkatkan standar pola pembinaan atlet, meningkatkan kuantitas dan kualitas kompetisi.

Baca Juga :  Ini Pandangan Fraksi DPRD DKI untuk Usulan Rancangan APBD Tahun 2024

“Untuk menciptakan itu, kita akan gandeng perusahaan yang memiliki potensi untuk membina olahraga di Kabupaten Tangerang, kita siapkan pelatih-pelatih bersertifikat BNSP agar berkualitas disetiap cabang olahraga, kita tambah pusat pelatihan untuk cabang olahraga yang melakukan kegiatan pembinaan, ” kata Rudi.

Kata Rudi, KONI Kabupaten Tangerang merupakan daerah ke dua setelah Kota Bandung yang melaksanakan pelatihan untuk pelatih, yang bekerjasama dengan BNSP (LSPOR). Rudi juga mengatakan, pasangan Maesyal-Intan (MADANI) juga akan menargetkan 220 medali emas pada Porprov 2026 mendatang, dan 230 emas pada Proprov 2030 mendatang.

“Pada 2018 kita berhasil mendapat 2019 emas dengan 39 cabor. Lalu, 2022 167 emas dengan 47 cabor, dan di tahun 2026 dan 2030 akan kita geber, kita targetkan lebih, ” tukasnya.

Baca Juga :  Armia Fahmi-Ismail Janji Tuntaskan Masalah Banjir dan Proyek Mangkrak di Kampanye Akbar

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Tangerang nomor urut 02, Intan Nurul Hikmah menambahkan, pihaknya juga akan menggunakan 3 pola pembinaan pemusatan latihan yang dilakukan dua pilar, yaitu KONI dan Disporabudpar Kabupaten Tangerang, untuk meraih prestasi lokal, nasional, dan internasional.

“Prosesnya, kita libatkan KONI, Disporabudpar, dan Dinas Pendidikan dengan O2SN SD-SMP, ” tukasnya.

Prioritas pembangunan olahraga di Kabupaten Tangerang dijabarkan dalam lima pelaksanaan program unggulan. Yaitu, promosi dan degradasi buat atlet serta pelatih, jalur prestasi SD, SMP, SMA. Bonus reward atlet dan pelatih, kerjasama sponsorship dan bapak asuh, konsultasi hukum, BPJS Tenaga kerja.

“Dan publikasi media massa, cetak, sosial, dan online, ” tandasnya.

( A.Bahri / Akbar ).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x