Home » Headline » Memaknai Soft Landing Secara Obyektif & Kreatif, Negara Perlu Bentuk Team Independent Soft Landing

Memaknai Soft Landing Secara Obyektif & Kreatif, Negara Perlu Bentuk Team Independent Soft Landing

dito 11 Mei 2023 105

NasionalPos.com, Jakarta-Sesuai dengan prinsip yang selalu utamakan kepentingan mayoritas massa-Rakyat dan Bangsa,  dalam memberikan opini pada kondisi memanasnya suhu politik saat ini, dirinya ingin menegaskan bahwa adalah kewajiban kita semua, termasuk Ilmuwan, Birokrasi, sebagai elemen Bangsa untuk tetap terikat pada prinsip dasar tersebut,

Tidak hanya itu, Jelang Pemilu dan Plipres 2024 mendatang, ditengarai munculnya  terminologi “Soft Landing“yang  menjadi salah satu tema populer dalam diskusi maupun dialog. Berbagai opini, prediksi atau dugaan atas berbagai peristiwa terkait Soft Landing juga mewarnai era kini, demikian disampaikan Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom, Mantan Ketua Presidium GMNI  dan juga mantan Ketua DPP KNPI kepada awak media, Kamis, 5 Mei 2023 di Jakarta

Soft landing” yg kini kerap menjadi materi diskusi bisa dimaknakan dalam berbagai bentuk dan model, akan tetapi saya mencermati bahwa Soft landing yang kerap dimaksud  akhir-akhir ini, cenderung banyak berdimensi sosial, politik, hukum dan ekonomi, yang mengabaikan nilai-nilai budaya/kultural.”ungkap Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom  mantan Vice President, Technical Consultancy Development Program for Asia and the Pacific (TCDPAP)

Secara positif, lanjut Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom, dirinya lebih tertarik untuk berdiskusi tentang Soft Landing, meski tetap dikaitkan dengan akan berakhirnya masa kepemimpinan Presiden Jokowi, yang langsung terkait kepentingan Rakyat, Bangsa, Tanah Air dan Negara, yang juga secara obyektif, setelah pemerintahan ini berakhir  pada 2024 nanti, ada berbagai persoalan yang harus disiapkan penyelesaiannya, agar terus bermanfaat bagi bangsa dan negara terutama bagi mayoritas Massa-Rakyat,

Baca Juga :  P2MRI Desak Menkominfo Beri Sanksi Pejabat di Dirjen SDPPI Terkait Pencabutan IAR Yang Tidak Sesuai Permenkominfo 17 Tahun 2018

selain itu juga adanya Proyek2 pembangunan baik IKN, berbagai macam infrastruktur, antara lain jalan tol, transportasi umum, airport, lokasi2 Wisata, serta lainnya, baik yang baru dalam tahapan negoisasi perencanaan konstruksi maupun finance, yang  mulai tahapan awal konstruksi, proses pelaksanaan konstruksi dan evaluasi, atau yang sudah selesai dan sudah digunakan, agar terus memiliki nilai tambah (“added value”) secara ekonomi, politik, budaya, hankam dan sosial.

“Kondisi tersebut, tentunya wajib diantisipasi sejak sekarang tidak hanya dalam aspek hukum, politik atau opini yang umum tapi juga harus “dihitung” dan “dianalisis” secara teknis-ekonomis hingga mencapai kondisi yang realistik, Intinya, bagaimana proyek-proyek dan program yang telah dicanangkan, direncanakan dan dilaksanakan oleh kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama 10 tahun terakhir dapat dilanjutkan.”tukas Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom mantan Ketua Umum Inkindo (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia

Dengan tetap, sambungnya, melaksanakan asumsi, analisis dan kajian obyektif guna tercapainya tujuan proyek-proyek maupun program-program tersebut, sedangkan dalam proses analisis dan kajian itu, dalil kritis, obyektif, idealis dan realistis harus menyertai metoda kerjanya, sehingga segera diperlukan terbentuknya Tim independen untuk melakukan berbagai kajian ilmiah guna proses dan tujuan tercapainya Soft Landing yang berdimensi positif-obyektif dapat tercapai.

“ Ya, tentunya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, serta untuk mencegah terjadinya perspektif negatif dari kalangan masyarakat yang belum memahami mengenai situasi tersebut, maka saya mengusulkan negara perlu membentuk Tim Independen Soft Landing.”ujar Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom yang juga anggota Tim Kerja Menteri Pendayagunaan Aparatur  Negara dan Reformasi Birokrasi-Menpanrb).

Baca Juga :  Ini Pemenang Turnamen Tenis Piala Pj Gubernur 2023

Dr Kritiya juga mengusulkan, agar keanggotaan Tim Independen Soft Landing tersebut, adalah terdiri dari komponen dari unsur perwakilan Pemerintah, unsur dari pakar Strategi dan Kajian pembangunan secara teoritis dan praktis, opini dan teknis, sedangkan elemen perwakilan pemerintah perlu dilibatkan Tim Ahli Hukum Pembangunan yang berorientasi pada produk riil mendukung kepentingan Rakyat dan Bangsa.

Lebih lanjut Dr Kristiya menjelaskan bahwa secara obyektif, dapat dicermati berbagai upaya Pemerintah melalui diskusi, approach, dan pendekatan dalam dimensi politik, nampaknya wajib untuk melakukan antisipasi terhadap berbagai hal tantangan, hambatan maupun perspektif negative, agar Soft Landing nantinya dalam bentuk proyek-proyek maupun program-program yang ada tetap akan berada pada genggaman tangan pihak yang berkemampuan mengamankan dan menguntungkan pemerintahan maupun kepentingan bangsa serta rakyat Indonesia.

“ya, saya sangat berharap terbentuknya Tim Soft Landing yg obyektif, profesional, kritis, kreatif, ahli dan  berorientasi pada kepentingan  mayoritas Massa-Rakyat, Bangsa dan Negara, merupakan jawaban yg tepat untuk terjadinya Soft Landing, dalam makna pergantian pemerintahan yg tenang, damai, dan bermanfaat.”pungkas Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom yang juga mantan Sekretaris Umum LPJKN (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sambut Hari Kejaksaan Nasional, Advokat Andi Darwin R Ranreng, SH, MH Soroti Pentingnya Reformasi Kejaksaan demi Kembalikan Kepercayaan Publik

dito

02 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menyambut peringatan Hari Kejaksaan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 September, Advokat senior sekaligus pengamat hukum Andi Darwin R Ranreng, S.H., M.H kepada wartawan, Rabu, 2 September 2026 di Jakarta, ia menyampaikan pandangan kritis namun konstruktif mengenai perjalanan dan tantangan Kejaksaan Republik Indonesia di usianya yang ke-81 tahun.   Tokoh hukum yang juga …

RUU Perampasan Aset Di Sorot Praktisi Hukum, Tekankan Kejelasan Kewenangan dan Pencegahan Penyalahgunaan

dito

01 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana kembali menjadi perhatian publik.   Kali ini, masalah tersebut di respon Praktisi hukum publik Andi Darwin R. Ranreng, yang kemudian kepada wartawan, ia mengatakan bahwa regulasi tersebut perlu dirumuskan secara komprehensif agar benar-benar menjadi instrumen efektif dalam pemberantasan kejahatan, khususnya korupsi, tanpa membuka ruang penyalahgunaan kewenangan. …

Hasil Musyawarah AHWA Pilih KH Abdul Hakim Mahfud (Gus Kikin) sebagai Ketum PBNU masa khidmat 2026-2031, Muktamar NU Di Tutup Presiden Prabowo Subianto

dito

31 Agu 2026

NasionalPos.com, Jombang- Sidang Pleno Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan lima calon kandidat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).   Kelima kandidat akan diajukan ke Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar untuk mendapatkan izin tertulis dan selanjutnya diputuskan ke Ahlul Halli Wal Aqdi, Senin (31/8/2026).   Kelima nama tersebut sesuai dengan …

Investasi Masa Depan Jadi Lebih Mudah, Aman, dan Terjangkau, BRI Dorong Nasabah Manfaatkan Fitur Emas di Qita.

- Banyuwangi

30 Agu 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi super (super apps) Qita, BRI dengan aplikasinya Qita mempermudah nasabah dalam mengelola keuangan serta investasi jangka panjang, salah satunya dengan cara layanan investasi emas digital yang praktis, mudah, aman, dan terjangkau. …

Harapan Warga Nahdliyyin, Muktamar ke-35 NU dan Kesiapan NU Songsong Indonesia Emas 2045

dito

29 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- NU adalah organisasi yg didirikan oleh Para Ulama kharismatik diantara Muassis yg waro adalah Hadrotusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, setiap diadakan Muktamar pasti banyak manfaat yg dihasilkan, disamping mengevaluasi masa khidmat 5 th terakhir, membuat Program strategis 5 th kedepan, dan Rekomendasi unt semua yg terkait dengan keumatan,   Sedangkan manfaat utama Muktamar …

Ratusan Buruh FPE KSBSI Gelar Aksi Unras di Kantor Pusat PT. NNI, Tolak PHK Sepihak dan Union Busting

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan orang Massa pekerja/buruh dari Federasi Pertambangan Dan Energi filiasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), menggelar aksi demo di Kantor PT. Nadesico Nickel Industry (NNI), di Gedung Noble House, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat , 28/8/2026.   Aksi demo tersebut dilatar belakangi, kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak, yang dilakukan …

x
x