Home » Headline » Memaknai Soft Landing Secara Obyektif & Kreatif, Negara Perlu Bentuk Team Independent Soft Landing

Memaknai Soft Landing Secara Obyektif & Kreatif, Negara Perlu Bentuk Team Independent Soft Landing

dito 11 Mei 2023 87

NasionalPos.com, Jakarta-Sesuai dengan prinsip yang selalu utamakan kepentingan mayoritas massa-Rakyat dan Bangsa,  dalam memberikan opini pada kondisi memanasnya suhu politik saat ini, dirinya ingin menegaskan bahwa adalah kewajiban kita semua, termasuk Ilmuwan, Birokrasi, sebagai elemen Bangsa untuk tetap terikat pada prinsip dasar tersebut,

Tidak hanya itu, Jelang Pemilu dan Plipres 2024 mendatang, ditengarai munculnya  terminologi “Soft Landing“yang  menjadi salah satu tema populer dalam diskusi maupun dialog. Berbagai opini, prediksi atau dugaan atas berbagai peristiwa terkait Soft Landing juga mewarnai era kini, demikian disampaikan Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom, Mantan Ketua Presidium GMNI  dan juga mantan Ketua DPP KNPI kepada awak media, Kamis, 5 Mei 2023 di Jakarta

Soft landing” yg kini kerap menjadi materi diskusi bisa dimaknakan dalam berbagai bentuk dan model, akan tetapi saya mencermati bahwa Soft landing yang kerap dimaksud  akhir-akhir ini, cenderung banyak berdimensi sosial, politik, hukum dan ekonomi, yang mengabaikan nilai-nilai budaya/kultural.”ungkap Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom  mantan Vice President, Technical Consultancy Development Program for Asia and the Pacific (TCDPAP)

Secara positif, lanjut Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom, dirinya lebih tertarik untuk berdiskusi tentang Soft Landing, meski tetap dikaitkan dengan akan berakhirnya masa kepemimpinan Presiden Jokowi, yang langsung terkait kepentingan Rakyat, Bangsa, Tanah Air dan Negara, yang juga secara obyektif, setelah pemerintahan ini berakhir  pada 2024 nanti, ada berbagai persoalan yang harus disiapkan penyelesaiannya, agar terus bermanfaat bagi bangsa dan negara terutama bagi mayoritas Massa-Rakyat,

Baca Juga :  Ada Upaya Jahat Halangi Bergulirnya Hak Angket Usut Kejahatan Pemilu 2024

selain itu juga adanya Proyek2 pembangunan baik IKN, berbagai macam infrastruktur, antara lain jalan tol, transportasi umum, airport, lokasi2 Wisata, serta lainnya, baik yang baru dalam tahapan negoisasi perencanaan konstruksi maupun finance, yang  mulai tahapan awal konstruksi, proses pelaksanaan konstruksi dan evaluasi, atau yang sudah selesai dan sudah digunakan, agar terus memiliki nilai tambah (“added value”) secara ekonomi, politik, budaya, hankam dan sosial.

“Kondisi tersebut, tentunya wajib diantisipasi sejak sekarang tidak hanya dalam aspek hukum, politik atau opini yang umum tapi juga harus “dihitung” dan “dianalisis” secara teknis-ekonomis hingga mencapai kondisi yang realistik, Intinya, bagaimana proyek-proyek dan program yang telah dicanangkan, direncanakan dan dilaksanakan oleh kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama 10 tahun terakhir dapat dilanjutkan.”tukas Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom mantan Ketua Umum Inkindo (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia

Dengan tetap, sambungnya, melaksanakan asumsi, analisis dan kajian obyektif guna tercapainya tujuan proyek-proyek maupun program-program tersebut, sedangkan dalam proses analisis dan kajian itu, dalil kritis, obyektif, idealis dan realistis harus menyertai metoda kerjanya, sehingga segera diperlukan terbentuknya Tim independen untuk melakukan berbagai kajian ilmiah guna proses dan tujuan tercapainya Soft Landing yang berdimensi positif-obyektif dapat tercapai.

“ Ya, tentunya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, serta untuk mencegah terjadinya perspektif negatif dari kalangan masyarakat yang belum memahami mengenai situasi tersebut, maka saya mengusulkan negara perlu membentuk Tim Independen Soft Landing.”ujar Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom yang juga anggota Tim Kerja Menteri Pendayagunaan Aparatur  Negara dan Reformasi Birokrasi-Menpanrb).

Baca Juga :  Latihan Korsel-AS, Dianggap Militer Korut Provokasi Terbuka

Dr Kritiya juga mengusulkan, agar keanggotaan Tim Independen Soft Landing tersebut, adalah terdiri dari komponen dari unsur perwakilan Pemerintah, unsur dari pakar Strategi dan Kajian pembangunan secara teoritis dan praktis, opini dan teknis, sedangkan elemen perwakilan pemerintah perlu dilibatkan Tim Ahli Hukum Pembangunan yang berorientasi pada produk riil mendukung kepentingan Rakyat dan Bangsa.

Lebih lanjut Dr Kristiya menjelaskan bahwa secara obyektif, dapat dicermati berbagai upaya Pemerintah melalui diskusi, approach, dan pendekatan dalam dimensi politik, nampaknya wajib untuk melakukan antisipasi terhadap berbagai hal tantangan, hambatan maupun perspektif negative, agar Soft Landing nantinya dalam bentuk proyek-proyek maupun program-program yang ada tetap akan berada pada genggaman tangan pihak yang berkemampuan mengamankan dan menguntungkan pemerintahan maupun kepentingan bangsa serta rakyat Indonesia.

“ya, saya sangat berharap terbentuknya Tim Soft Landing yg obyektif, profesional, kritis, kreatif, ahli dan  berorientasi pada kepentingan  mayoritas Massa-Rakyat, Bangsa dan Negara, merupakan jawaban yg tepat untuk terjadinya Soft Landing, dalam makna pergantian pemerintahan yg tenang, damai, dan bermanfaat.”pungkas Dr. Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom yang juga mantan Sekretaris Umum LPJKN (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketika Meritokrasi Dipertanyakan dalam Pengangkatan Komisaris BUMN

Dhio Justice Law

29 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengangkatan komisaris pada perusahaan-perusahaan BUMN kembali menjadi sorotan publik setelah muncul nama-nama yang memiliki kedekatan dengan figur publik maupun pejabat negara. Misalnya, pengangkatan Barry Tamin sebagai Komisaris Independen di PT Sarinah yang diketahui merupakan adik ipar dari Raffi Ahmad, serta sorotan terhadap pengangkatan Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi …

Himbauan MUI Khutbah Jum’at tentang Cegah Narkoba Sarana Efektif Sadarkan Umat Lawan Penyalahgunaan Narkoba

dito

26 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026 ini , yang jatuh tepat di tanggal 26 Juni , maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan instruksi khusus melalui Surat Himbauan Nomor Kep-63/DP-MUI/VI/2026. MUI mengimbau seluruh masjid dan khatib di Indonesia untuk menggelar khutbah Jumat serentak dengan tema “Bahaya Narkoba dan Penyelamatan Generasi Bangsa …

Dapur MBG beserta Aktivitasnya di Pulogebang Permai, Resah kan Warga, Warga Tuntut Tutup

dito

24 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Meski dapur MBG di komplek Pulogebang Permai RT 01/RW 12 Kelurahan Pulogebang dalam tahap persiapan operasi namun pada realitas nya di duga justru menimbulkan keresahan masyarakat dilingkungan komplek tersebut .   Adapun keresahan itu muncul antara dari soal Amdal yang dicurigai akan berdampak kepada masyarakat sekitarnya, baik masalah Bau, maupun masalah sanitasi, serta …

Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

KM Fortune Melimpah Disita, Nasib 1 Nahkoda dan 36 ABK Jadi Sorotan

- Banyuwangi

20 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …

Klarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Primadoni,SH

19 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa dana yang selama ini dibayarkan oleh orang tua siswa bukanlah pungutan liar, melainkan sumbangan yang …

x
x