Home » Ekonomi » Mr.Kim Angkat Bicara “Paradoks Industri Dan Pengangguran” Soroti Ketimpangan Tenaga Kerja Lokal Di Karawang

Mr.Kim Angkat Bicara “Paradoks Industri Dan Pengangguran” Soroti Ketimpangan Tenaga Kerja Lokal Di Karawang

Iyut Ermawati - Karawang 15 Agu 2025 662

Nasionalpos.com -Karawang, — Sebuah forum diskusi publik bertema “Paradoks Industri dan Pengangguran di Kabupaten Karawang” digelar pada Jumat (15/08/2025) di Hotel Lebak Sari Indah (LSI), Karawang. Forum ini mempertemukan berbagai tokoh lintas sektor yang peduli terhadap isu ketenagakerjaan dan pembangunan sosial di daerah industri terbesar di Indonesia.

Karawang, yang dikenal sebagai “lumbung padi nasional” sekaligus pusat kawasan industri multinasional, menyimpan ironi: tingginya angka pengangguran lokal di tengah menjamurnya pabrik dan perusahaan besar. Forum ini menjadi ruang terbuka untuk mengurai akar persoalan dan merumuskan solusi konkret.

Narasumber yang Hadir:
Mister KIM – Aktivis sosial pemberdayaan masyarakat lokal

Kang Ais – Pengamat ketenagakerjaan dan penggagas Perda

Baca Juga :  CEO Taksi Online Listrik Evista, Erlang Hadiwiguna, Ucapkan Selamat Tahun Baru 2025

Kang Emay Ahmad Machi – Tokoh muda dan pemerhati kebijakan publik

Bang Tejo – Ketua Barisan Rakyat Karawang (Barak)

Kang Abda Khair Mufti – Praktisi lingkungan dan advokat dampak industri

Ahmad Jubaedin, S.Ag., S.H. – Tokoh hukum dan sosial

Hendri Iwan Pradipto – Ketua Asosiasi HRD dan GA Karawang

H. Endang Sodikin – Ketua DPRD Kabupaten Karawang

Isu yang Dibahas:
Ketimpangan rekrutmen tenaga kerja lokal vs luar daerah

Minimnya transparansi dalam proses penerimaan kerja

Lemahnya pengawasan terhadap praktik ketenagakerjaan

Peran pemerintah daerah dalam regulasi dan pengawasan

Dampak sosial dan lingkungan dari ekspansi industri

“Karawang jangan hanya dikenal sebagai pusat pabrik, tapi harus menjadi rumah yang sejahtera bagi warganya,” tegas Kang Ais dalam sesi pemaparan.

Baca Juga :  Siti Mufattahah: Pinjam dari Pinjol untuk Kebutuhan Konsumtif, Hindari!

Para pembicara sepakat bahwa solusi tidak bisa datang dari satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat sipil menjadi kunci untuk membangun sistem ketenagakerjaan yang adil, transparan, dan berpihak pada warga lokal.

Seruan untuk Dialog Berkelanjutan
Forum ini ditutup dengan ajakan agar diskusi publik semacam ini dijadikan agenda rutin. Tujuannya adalah membangun kesadaran bersama, memperkuat advokasi kebijakan, dan mempercepat pembenahan sektor ketenagakerjaan di Karawang.

Dengan semangat partisipatif dan inklusif, Karawang diharapkan mampu menjawab paradoks industri dan pengangguran, serta mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya.

**Yuli **

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Antara Harapan, Peluang dan Tantangannya

dito

20 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027 sebagai target yang ambisius, tetapi masih realistis untuk dikejar. Namun, 6 persen tidak akan datang secara otomatis. Pemerintah harus menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar konsumsi pemerintah dan belanja APBN, demikian di sampaikan oleh Jan Prince Permata seorang pengamat ekonomi, kepada NasionalPos.com, Kamis, 20/8/2026 di …

Lapak Ayam Badai Gurih Hadir Perdana di Kota Padang, Sajikan Kuliner Kaki Lima Bercita Rasa Hotel

Zulwandi

18 Agu 2026

  Padang, Nasionalpos.com — Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) resmi hadir perdana di Kota Padang, Sumatera Barat. Lapak kuliner tersebut berlokasi di Jalan Alai, tepatnya di depan SD 03 Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar), dan menawarkan beragam menu dengan cita rasa yang terinspirasi dari pengalaman kuliner hotel. Acara perdana Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) digelar …

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

Mujawar dan Warung Kejujuran di Sudut Jakarta

Dhio Justice Law

05 Jul 2026

NasionalPos. Com, Jakarta – Di sebuah sudut permukiman padat di Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, berdiri sebuah Warung Madura yang tak pernah sepi dari warga sekitar. Warung sederhana itu bukan sekadar tempat membeli beras, gula, kopi, atau mi instan. Di sana, kepercayaan menjadi barang dagangan yang paling berharga.   Di balik etalase warung itu, …

Ketua DPN Bapermen Ajak Masyarakat Gunakan Jasa Syar’i Tour dan Travel untuk Umrah serta Haji Plus

Primadoni,SH

01 Jul 2026

Padang , Nasionalpos.com – Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Badan Advokasi Perlindungan Konsumen (BAPERMEN), Romi Yufhendra, S.H., CPM., CCPS., mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih biro perjalanan ibadah umrah dan haji plus. Ia merekomendasikan masyarakat menggunakan jasa Syar’i Tour dan Travel yang dinilai memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para calon jamaah. Menurut …

Dollar Naik, Rezim Runtuh?

Dhio Justice Law

17 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.Com, Jakarta – Setiap kali dolar naik dan rupiah melemah, yang bergetar bukan hanya pasar keuangan. Politik pun ikut berguncang. Di Indonesia, nilai tukar bukan sekadar angka ekonomi. Ia adalah indikator psikologis kekuasaan. Ketika rupiah melemah terlalu dalam, publik mulai mempertanyakan satu hal paling mendasar: apakah …

x
x