Home » Headline » Pancasila Sebagai Inspirasi Bangun Peradaban Luhur Terungkap di Webinar FSAB Pada Hari Lahir Pancasila

Pancasila Sebagai Inspirasi Bangun Peradaban Luhur Terungkap di Webinar FSAB Pada Hari Lahir Pancasila

dito 04 Jun 2024 133

NasionalPos.com, Jakarta-   Pemupukan nilai-nilai Pancasila di kalangan orang muda adalah hal urgen. Untuk diperkuat dan diperdalam pemahaman, sebagai sikap mental, serta tuntunan untuk mengaktualisasikan diri di Era sekarang yang juga disebut era VUCA ( Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ambiguitas)  atau era yang serba tak pasti dan penuh disrupsi,

Untuk itu Pancasila sebagai kompas moral dan bagian pokok dari nasional character building mesti menjadi bagian dari pembentukan karakter orang muda saat ini, Hal tersebut dikatakan Mikhail Adam penggiat Ilterasi saat di hubungi NasionalPos.com, ketika menyampaikan pendapatnya mengenai penyelenggaraan Webinar Hari Lahirnya Pancasila bertemakan “Menggali Makna Pancasila di Kalangan Orang Muda” di laksanakan pada Sabtu, 1 Juni 2024 lalu.

Lebih lanjut Adam mengungkapkan bahwa acara Webinar yang di inisiasi oleh Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) dilaksanakan melalui zoom meeting dan saluran Youtube FSAB tersebut, dihadiri oleh Ketua FSAB, Suryo Susilo, Pendiri FSAB, Nani Nurrachman, Ilya Arslaan, Pengurus FSAB, Faisal Saleh, Mayang Panggabean, Duta Besar RI untuk Ekuador (2016-2020), Dieny Tjokro dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja (2004-2007), Nurrachman Oerip,

Serta ratusan peserta secara darling, dapat di katakan sebagai ajang edukatif memupuk spirit Pancasila di kalangan orang muda, sekaligus sebagai ruang diskusi yang  mengejawantahkan kondisi terkini dalam pengamalan Pancasila, serta  mengkonfigurasi kembali Pancasila secara maknawi untuk membangkitkan Pancasila sebagai working ideologi di kalangan orang muda.

Baca Juga :  Orasi di Hadapan Apdesi, Anggota Baleg Terima Audiensi Demonstran APDESI

“Webinar tersebut nampak berlangsung dinamis, dialektis, dan berwarna. terwakili pembicara perempuannya dan teman-teman dari luar Jakarta dan Jawa, yakni ada Soleman Pelu dari Maluku dan Attar dari Papua. Sehingga pandangan yang disampaikan membuat pemahaman menjadi lebih kaya. Soleman Pelu yang lebih menyoroti pentingnya ideologi Pancasila bagi kaum muda, Nur Desilawati yang menguraikan kondisi kehidupan perempuan yang masih dalam kungkungan stigma,”ucap Mikhail Adam pada acara webinar tersebut berperan sebagai moderator, kepada wartawan NasionalPos.com, Selasa, 4 Juni 2024 di Jakarta.

Namun di sisi lain, sambung Adam, Nur Desilawati menegaskan bahwa kondisi tersebut bertentangan dengan semangat Pancasila yang mengedepankan musyawarah mufakat yang seharusnya melibatkan Perempuan, sebab Perempuan juga punya hak suara dalam pengambilan Keputusan pada proses musyawarah mufakat,  selain itu Nur juga menambahkan bahwa perempuan berperan penting memupuk nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan terkecil, keluarga dan rumah, sedangkan Furqan AMC selaku pembicara ketiga, mengupas dengan dalam tentang pemaknaan Pancasila lewat simbologi yang ada dalam lambang negara Garuda Pancasila. Pengertian ini membuat Pancasila sebagai sebuah spektrum makna menjadi hidup dan kaya, serta memudahkan semua kalangan masyarakat untuk menyerap nilai-nilai Pancasila dalam aktualisasi sehari-hari.

Baca Juga :  Diduga Kepengurusan Yayasan Trisakti Bikinan Pemerintah, Melakukan Pembohongan Publik”

Lebih lanjut Adam mengatakan bahwa semua narasumber maupun penanggap pada acara Webinar tersebut, telah menyampaikan kondisi aktual kekinian tentang keberadaan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia, dan tentunya mereka juga menyampaikan bahwa  tiap zaman memiliki semangat zaman dan tantangannya sendiri, memiliki bahasanya sendiri, serta memiliki solusi untuk menjawab tantangan zaman.

Dengan kondisi tersebut, tentunya sangat penting dan sangat relevan untuk menempatkan Pancasila agar membentuk karakter bangsa di kalangan orang muda yang sangat diharapkan dapat ikut turut serta memberikan solusi dalam perjalanan peradaban di era VUCA ( volatility (volatilitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas), Adapun era VUCA merupakan kondisi transformasi yang terjadi dengan super cepat, tanpa bisa diduga, rumit dan membingungkan.

“ Oleh karena itu, Di Era VUCA inilah Pancasila harus dapat menjadi inspirasi dan tuntunan bukan hanya menyelesaikan persoalan, tetapi untuk membangun peradaban luhur. Sebab itu Pancasila harus dapat diformulasikan oleh orang-orang muda sebagai ilmu amaliah dan amal ilmiah.”pungkas Adam

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

Diduga Ilegal!!  Penebangan di Sempadan Sungai Kedaleman Rogojampi Disorot.

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAPOS.COM – Aktivitas penebangan pohon di tepi sungai Jalan Abu Hasan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, memicu sorotan tajam. Kegiatan tersebut Diduga kuat melanggar aturan sempadan sungai dan terindikasi berlangsung tanpa izin resmi, Selasa (07/04/2026). Awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati sejumlah pekerja tengah melakukan Penebangan dan Pemotongan batang pohon menggunakan mesin …

SE Pemkab Banyuwangi Disorot Tajam : LDKS PIJAR Tantang DPRD Bertindak, Satpol PP Dituding Tumpul!!!

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAL POS.COM – Kebijakan Surat Edaran (SE) Pemkab Banyuwangi Nomor: 00.8.3/442/429.107/2029 yang mengatur jam operasional dan kepatuhan regulasi pelaku usaha kini memantik gelombang kritik keras. Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) mendesak DPRD Banyuwangi tidak setengah hati dalam mengevaluasi kebijakan yang dinilai menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ketua Umum LDKS …

Di duga Di salahgunakan Ainun Naim dkk, Paguyuban Karyawan Trisakti Desak BNI Blokir Rekening Yayasan Trisakti & Usakti

dito

01 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta- -Paguyuban Karyawan Trisakti mendesak kepada Pimpinan BNI Cabang Harmoni untuk melakukan pemblokiran terhadap rekening dari Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Na’im. Hal ini berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 407/G/2022/PTUN.JKT, jt No. 250/B/2023/PT.DKI, jt Nomor 292-K/TUN/2024jt Nomor 227 PK/TUN/2025 bahwa Yayasan Trisakti yang diinisiasi oleh Pemerintah c.q Menteri Pendidikan Tinggi secara inkracht adalah tidak …

x
x