Home » Headline » Pancasila Sebagai Inspirasi Bangun Peradaban Luhur Terungkap di Webinar FSAB Pada Hari Lahir Pancasila

Pancasila Sebagai Inspirasi Bangun Peradaban Luhur Terungkap di Webinar FSAB Pada Hari Lahir Pancasila

dito 04 Jun 2024 168

NasionalPos.com, Jakarta-   Pemupukan nilai-nilai Pancasila di kalangan orang muda adalah hal urgen. Untuk diperkuat dan diperdalam pemahaman, sebagai sikap mental, serta tuntunan untuk mengaktualisasikan diri di Era sekarang yang juga disebut era VUCA ( Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ambiguitas)  atau era yang serba tak pasti dan penuh disrupsi,

Untuk itu Pancasila sebagai kompas moral dan bagian pokok dari nasional character building mesti menjadi bagian dari pembentukan karakter orang muda saat ini, Hal tersebut dikatakan Mikhail Adam penggiat Ilterasi saat di hubungi NasionalPos.com, ketika menyampaikan pendapatnya mengenai penyelenggaraan Webinar Hari Lahirnya Pancasila bertemakan “Menggali Makna Pancasila di Kalangan Orang Muda” di laksanakan pada Sabtu, 1 Juni 2024 lalu.

Lebih lanjut Adam mengungkapkan bahwa acara Webinar yang di inisiasi oleh Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) dilaksanakan melalui zoom meeting dan saluran Youtube FSAB tersebut, dihadiri oleh Ketua FSAB, Suryo Susilo, Pendiri FSAB, Nani Nurrachman, Ilya Arslaan, Pengurus FSAB, Faisal Saleh, Mayang Panggabean, Duta Besar RI untuk Ekuador (2016-2020), Dieny Tjokro dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja (2004-2007), Nurrachman Oerip,

Serta ratusan peserta secara darling, dapat di katakan sebagai ajang edukatif memupuk spirit Pancasila di kalangan orang muda, sekaligus sebagai ruang diskusi yang  mengejawantahkan kondisi terkini dalam pengamalan Pancasila, serta  mengkonfigurasi kembali Pancasila secara maknawi untuk membangkitkan Pancasila sebagai working ideologi di kalangan orang muda.

Baca Juga :  Marullah Kembali di Lantik Sebagai Sekda Provinsi Darah Khusus Jakarta

“Webinar tersebut nampak berlangsung dinamis, dialektis, dan berwarna. terwakili pembicara perempuannya dan teman-teman dari luar Jakarta dan Jawa, yakni ada Soleman Pelu dari Maluku dan Attar dari Papua. Sehingga pandangan yang disampaikan membuat pemahaman menjadi lebih kaya. Soleman Pelu yang lebih menyoroti pentingnya ideologi Pancasila bagi kaum muda, Nur Desilawati yang menguraikan kondisi kehidupan perempuan yang masih dalam kungkungan stigma,”ucap Mikhail Adam pada acara webinar tersebut berperan sebagai moderator, kepada wartawan NasionalPos.com, Selasa, 4 Juni 2024 di Jakarta.

Namun di sisi lain, sambung Adam, Nur Desilawati menegaskan bahwa kondisi tersebut bertentangan dengan semangat Pancasila yang mengedepankan musyawarah mufakat yang seharusnya melibatkan Perempuan, sebab Perempuan juga punya hak suara dalam pengambilan Keputusan pada proses musyawarah mufakat,  selain itu Nur juga menambahkan bahwa perempuan berperan penting memupuk nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan terkecil, keluarga dan rumah, sedangkan Furqan AMC selaku pembicara ketiga, mengupas dengan dalam tentang pemaknaan Pancasila lewat simbologi yang ada dalam lambang negara Garuda Pancasila. Pengertian ini membuat Pancasila sebagai sebuah spektrum makna menjadi hidup dan kaya, serta memudahkan semua kalangan masyarakat untuk menyerap nilai-nilai Pancasila dalam aktualisasi sehari-hari.

Baca Juga :  Menko Polhukam: Tim Percepatan Reformasi Hukum Rampungkan Tugas, Segera Lapor ke Presiden

Lebih lanjut Adam mengatakan bahwa semua narasumber maupun penanggap pada acara Webinar tersebut, telah menyampaikan kondisi aktual kekinian tentang keberadaan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia, dan tentunya mereka juga menyampaikan bahwa  tiap zaman memiliki semangat zaman dan tantangannya sendiri, memiliki bahasanya sendiri, serta memiliki solusi untuk menjawab tantangan zaman.

Dengan kondisi tersebut, tentunya sangat penting dan sangat relevan untuk menempatkan Pancasila agar membentuk karakter bangsa di kalangan orang muda yang sangat diharapkan dapat ikut turut serta memberikan solusi dalam perjalanan peradaban di era VUCA ( volatility (volatilitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas), Adapun era VUCA merupakan kondisi transformasi yang terjadi dengan super cepat, tanpa bisa diduga, rumit dan membingungkan.

“ Oleh karena itu, Di Era VUCA inilah Pancasila harus dapat menjadi inspirasi dan tuntunan bukan hanya menyelesaikan persoalan, tetapi untuk membangun peradaban luhur. Sebab itu Pancasila harus dapat diformulasikan oleh orang-orang muda sebagai ilmu amaliah dan amal ilmiah.”pungkas Adam

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

PRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR

dito

06 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

JDIH Kabupaten Pesisir Selatan Hadirkan Inovasi Layanan Hukum Digital untuk Wujudkan Pemerintahan Transparan

Primadoni,SH

04 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah terus memperkuat pelayanan informasi hukum kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat, akurat, dan terpercaya terhadap berbagai dokumen hukum resmi tanpa dipungut …

Viviannne Vernetta Wangsa Memukau Panggung Awarding Banyuwangi Ethno Carnival, Suara Emas Generasi Muda Gaungkan Pesona Budaya Blambangan

- Banyuwangi

03 Agu 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM  – Penampilan penyanyi muda berbakat Viviannne Vernetta Wangsa menjadi salah satu sajian paling memikat dalam malam Awarding Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dengan membawakan lagu legendaris Banyuwangi “Grajagan Banyuwangi”, Viviannne sukses mencuri perhatian para tamu undangan, pegiat seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Di bawah sorotan lampu panggung, Viviannne tampil …

A.DARWIN R. RANRENG SH,MH : DUA LEMBAGA NEGARA BERSENGKETA ATAS TANAH YANG BUKAN MILIK MEREKA, TAPI TANAH ITU MILIK WARGA NEGARA YANG TIDAK PERNAH MENJUALNYA

dito

02 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Terkait sengketa tanah di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yang sedang diperebutkan antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tersebut.   Kepada wartawan yang menghubungi, Minggu, 2 Agustus 2026 di Makassar, Andi Darwin R. Ranreng SH, MH, selaku Kuasa Hukum dari Hj. Magdalena Demunic / …

x
x