- Top NewsWakil Wali Kota Lubuk Linggau Safari Jumat di Masjid Al-Amin Kayu Arahan
- Top NewsWali Kota Lubuk Linggau Sholat Tarawih Bersama di Masjid Al-Basir, Ajak Warga Tingkatkan Keimanan di Bulan Ramadan
- Top NewsWakil Wali Kota Lubuk Linggau Sholat Tarawih Bersama Warga di Masjid Nurul Hidayah
- HukumMerasa Difitnah dan Diancam, Indra Resmi Tempuh Jalur Hukum: Laporan Dilayangkan ke Polresta Banyuwangi
- daerahSatresnarkoba Polres Pesisir Selatan Ungkap Tiga Kasus Peredaran Sabu, Tiga Pelaku Diamankan

Pembebasan empat pulau Aceh Singkil : Simbol Perlawanan Rakyat?
Assoc.Prof.Dr.TB.Massa Djafar
Ketua Program Doktor Ilmu Politik, UNAS.
Praktek pemerintahan 10 tahun dibawah rezim Jokowi, semakin jauh dari spirit Undang Undang Dasar 1945 dan nilai-nilai Pancasila. Hanya sebatas jargon politik, yang sering dipidatokan oleh para pejabat.
Menyimak amburadul tata kelola sumber daya alam selama ini cenderung merusak ekosistem. Karena itu, berbagai pertanyaan kritis perlu diajukan. Apakah benar ekplorasi tambang minyak, emas, batu bara, pasir, nikel dari Sabang sampai Meuroke dinikmati oleh anak bangsa ? Sudah jadi rahasia umum, hasil kekayaan sumber daya alam pihak asing/aseng yang sangat diuntungkan. Termasuk para elit politik, ekonomi, oknum aparatur pemerintah dan keamanan yang jadi kaki tangan oligharki.
Konspirasi asing/aseng dan negara, dengan beban hutang, kenaikan pajak, kebocoran anggaran, sangat mencekik rakyat. Sangat tidak adil. Kenapa semua ekses pembangunan dipikul oleh rakyat ? Tak bisa dibantah, kebijakan acakadul pemerintah, berkorelasi meningkatnya angka kemiskinan. Kini jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 160 juta. Angka ini sangat fantastis selama Indonesia merdeka. Sungguh memilukan.
Lihat lah, ketimpangan sosial ekonomi ekstrim bukan semakin berkurang. Ketimpangan itu sangat telanjang. Jawa dan luar jawa, pusat dan desa. Kesenjangan antar golongan, antar wilayah. Kekayaan negeri ini dinikmati segelintir orang, hanya 1 % kurang, dari jumlah penduduk Indonesia.
Negara ini telah dibajak oleh oligharki. Relasi ekonomi politik yang dibangun telah merusak tatanan politik, ekonomi dan hukum. Gaya kolonialis masi melekat pada prilaku aparat dan elit pemerintahan. Kebijakan yang buruk, tatanan hukum, ekonomi dan politik yang rusak. Çiri-ciri itu dikemukakan Aksemoglu & Robinson (2018), Indonesia berpotensi besar, akan jadi negara gagal (failed state)
Lihatlah, kasus korupsi tidak lagi dalam bilangan milyar, tapi trilyunan. Perampasan kekayaan negara dan hak-hak warga negara berlangsung sangat telanjang dan sadis. Tak ubahnya, seperti dibawah rezim kolonial tempo doeloe.
“Pencaplokan” wilayah pesisir Rempang Propinsi Riau, PIK 1 dan PIK 2 dan dilanjutkan beberapa kawasan pesisir Nusantara. Perambahan penguasaan wilayah pesisir dimanipulasi sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Perampasan kekayaan tambang nikel di wilayah Indonesia Timur sudah diluar akal sehat.
Ķasus sedang mencuat kerusakan ekosistem raja ampat sudah diluar akal sehat. Keserakahan para oligharki dan koorporasi asing, menegaskan kembalinya neo-kolonialisme dalam sejarah modern Indonesia.
Keserakahan dan ketamakan para oligharki, terus saja memperluas daerah atau wilayah jajahannya. Kasus yang sangat telanjang, dan mengejutkan rakyat se nusantara, para olighart mencaplok empat pulau di wilayah Kabupaten Aceh Singkil.
Ironisnya, kebijakan tersebut dikeluarkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Kemudian menuai protes keras. Bukan hanya dianggap sebagai kebijakan ngawur, karena itu kebijakan tersebut harus dicabut dan Tito Karnavian harus dicopot dari jabatannya.
Berbagai fenomena dan fakta yang terjadi tidak bisa dipungkiri. Bahwa proses pemiskinan rakyat sangat sistemik. Ketamakan para olighart yang didukung oleh instrumen kebijakan negara seakan tidak bisa dihentikan.
Dalam ketidak pastian, rakyat perlu mempertanyakan, apa makna NKRI harga mati ? Pembangunan dan kesejahteraan buat siapa ? Apakah negara masih hadir dalam dalam menyelesaikan pelbagai problematik yang dihadapi rakyat ?
Perlawanan rakyat aceh, atas pencaplokan 4 pulau, daerah pesisir Aceh Singkil, mengisyaratkan, bahwa kedaulatan rakyat masih ada. Tokoh dan Ulama Aceh Singkil, menegaskan tidak akan mundur selangkah pun. Karena, ini menyangkut harga diri dan kehormatan rakyat Aceh.
Berbagai analisis pun berseliweran. Mereka menilai, kebijakan Mendagri cacat hukum dan secara politik punya tendensi adu domba. Timbulkan konflik horizontal. Kemungkinan lain, ini skenario untuk melemahkan Presiden Prabowo.
Lebih jauh dari itu. Juga dikaitkan, ini bisa jadi sebagai proxy war. Untuk memecah belah, hingga Indonesia bubar.
Kali ini ekspansi, keserakahan oligharki kena batunya. Hal ini angat mengejutkan. Seketika, para pemimpin Aceh bersama rakyat menolak keras kebijakan Tito Karnavian. Mereka minta mencabut keputusan Mendagri. Sikap keras penolakan rakyat serambi Mekah, mendapat dukungan berbagai elemen rakyat nusantara.
Penolakan ini, harus dibaca bahwa, kedaulatan rakyat masi ada. Masih eksis, meskipun meskipun ditengah represif. Rakyat pribumi akan bangkit, takkan membiarkan perampasan hak-hak atas tanah mereka. Yang menarik adalah, perlawanan rakyat terhadap ketamakan oligharki, harus dibaca dalam dua makna. Pertama sebagai penyelamatan NKRI. Kedua, sebaliknya, semakin memperkuat proses dis‐integrasi bangsa. Salah salah NKRI bisa bubar.
Sejumlah fakta empiris itu, mengkonfirmasi analìsa para pengamat. NKRI akan bubar tahun 2030 an ??? Hal itu bukan tidak mungkin, Aceh dan Papua menjadi kunci pertahanan dan ketahanan integrasi bangsa.
Proyeksi ancaman disintegrasi bangsa dan potensi bubarnya NKRI, pernah digaungkan dan jadi isu kampanye calon Presiden Prabowo, pilpres tahun 2019. Karena itu, Presiden Prabowo sebagai mandataris rakyat, harus mengambil langkah tegas terhadap antek asing dan aseng, para olighart, atau siapa saja yang ingin menciptakan pra kondisi, yang berujung Indonesia bubar.
Karenanya, langkah konyol mendagri, juga kebijakan sektor lainnya juga bisa menuai disintegrasi bangsa. Penyebabnya, bukan kelompoķ masyarakat atau rakyat yang kerap dijadikan kambing hitam. Tapi justru datangnya dari negara.
Dengan kata lain, kerusakan negeri ini, lebih banyak diproduksi oleh negara itu sendiri melalui kebijakan menyesatkan.
Rakyat adalah pemilik sejati kedaulatan. Tidak ada pilihàn. Para pemimpin dan rakyat harus melawan setiap ketidak adilan dàn kerusakàn di negeri ini. Atau membiarķan NKRI bubar ???
Primadoni,SH
05 Mar 2026
Padang, Sumbar, Nasionalpos.com –– Visi dan komitmen Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dalam membina karakter siswa di lingkungan Sekolah Rakyat (SR) mendapat apresiasi dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat. Program pembinaan yang diinisiasi Kapolda Sumbar tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam membentuk generasi muda berkarakter kuat sekaligus memutus mata rantai kemiskinan. Apresiasi itu disampaikan Kepala …
Dewi Apriatin
03 Mar 2026
Kontroversi Penjualan Seragam di SMKN 3 Bale Endah: LSM GEBRAK Minta Gubernur Jawa Barat Turun Tangan Bandung, 3 Maret 2026 – Ketua DPP LSM GEBRAK, Ichsan Nurbudina, mengungkapkan kekecewaannya atas tidak adanya tanggapan dari Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait kasus penjualan seragam di SMKN 3 Bale Endah. LSM GEBRAK telah melayangkan surat …
Dewi Apriatin
02 Mar 2026
Bandung Barat,NASIONALPOS .COM<> 2 Maret 2026 – Pemerintah Desa Cipendeuy, kecamatan Cipeundeuy melalui Dinas Perhubungan memberikan Klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan pemasangan gateway parking di Pasar Tradisional Cipeundeuy dilakukan tanpa sosialisasi dan perencanaan yang matang. Pihak terkait menegaskan bahwa pembangunan sistem parkir tersebut telah direncanakan sejak lama sebagai bagian dari upaya penataan tata kelola pasar …
Dhio Justice Law
01 Mar 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Pesta Demokrasi Tanah Air masih tiga tahun lagi, namun publik mencermati mesin politik mayoritas partai politik mulai dipanaskan. Branding partai dan sosok atau figure pun dibangun. Meski ada pesimis dibenak sebagian publik Tanah Air menyaksikan sepak terjang para elit politik yang kerap mengecewakan dan tak …
Admin Redaksi
28 Feb 2026
NASIPNALPOS.com PESISIR BARAT, 28 Februari 2026 – Aroma skandal mencuat dari gedung DPRD Kabupaten Pesisir Barat. Tanda tangan Ketua DPRD dalam surat undangan pertama pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD diduga dipalsukan. Kasus yang sempat menjadi bisik-bisik internal kini resmi memasuki babak hukum. Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Mohammad Emir Lil Ardi, atau yang …
Dewi Apriatin
27 Feb 2026
Darurat Tak Bisa Menunggu: Dugaan Kelalaian IGD RSUD Cikalong Wetan Uji Kepatuhan Hukum BANDUNG BARAT – Dugaan tersendatnya penanganan pasien sesak napas di IGD RSUD Cikalong Wetan bukan sekadar isu pelayanan. Ini menyentuh jantung kewajiban hukum rumah sakit dalam kondisi gawat darurat. Video yang beredar memperlihatkan kepanikan keluarga yang merasa anaknya tidak segera ditangani. Di …
21 Nov 2024 1.538 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.279 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.206 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.129 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
28 Jul 2025 1.113 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
09 Jul 2025 1.062 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.047 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.