Home » Headline » Pengamat : Mundurnya Mauara Sirait Dari PDI-P, Manuver dari Kepanikan Lawan Politik

Pengamat : Mundurnya Mauara Sirait Dari PDI-P, Manuver dari Kepanikan Lawan Politik

dito 16 Jan 2024 93

NasionalPos.com, Jakarta- Mundurnya Mauara Sirait dari PDI-Perjuangan, bukanlah hal mengejutkan bagi para kader PDI-Perjuangan dan bahkan hal itu dianggap suatu pengulangan peristiwa tindakan maupun sikap pembangkangan dari sosok alm Sabam Sirait ayahnda Maura Sirait terhadap kebijakan DPP PDI-Perjauangan, pada pilpres 2014 silam, demikian disampaikan Agus Yohanes Pemerhati Sosial Politik kepada awak media, Selasa, 16/1/2024

“Saat itu, semua kader PDI-Perjuangan patuh dan taat kepada Kebijakan Partai yang mengusung Jokowi-Jusuf Kalla sebagai capres-cawapres di Pilpres 2014, akan tetapi alm Pak Sabam Sirait bersikap membangkang, menolak dan bahkan memilih mundur dari PDI-Perjuangan.”ungkap Agus Yohanes.

Rupanya, lanjut Agus Yohanes, sikap pembangkangan dari alm Sabam Sirait sebagai politisi senior tersebut, nampaknya kini di ikuti oleh Mauara Sirait, bedanya, kalau alm Sabam Sirait  berani dengan tegas menolak kebijakan Partai, dengan terang-terangan, dan di saat proses pemilihan presiden belum di mulai, kemudian beliau mundur lalu mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI,

Serta hasilnya beliau terpilih sebagai Anggota DPD RI dapil DKI Jakarta periode 2014-2019, dalam diri Sabam Sirait tidak ada dendam atau sakit hati baik dengan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI-Perjuangan beserta jajarannya maupun dengan kader-kader lainnya.

Baca Juga :  Warga Perbatasan Serahkan Senjata Rakitan jenis Rira (Meriam) Kepada Satgas Pamtas Yonif 645/GTY

“Sedangkan Mauara Sirait mengundurkan diri dari PDI-Perjuangan dengan sikap yang tidak elegan, bahkan nampak adanya sikap lebih mengikuti Jokowi daripada taat dan patuh terhadap kebijakan DPP PDI-Perjuangan, serta di saat seluruh mesin PDI-Perjuangan bekerja keras berjuang untuk memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud MD”tukas Agus Yohanes.

Lebih lanjut Agus Yohanes mengatakan bahwa pengunduran diri Ara tersebut, dirinya menduga adanya manuver politik dari pihak tertentu untuk mendorong Ara keluar dari PDI-Perjuangan dengan tujuan agar memperlemah mesin politik PDI-Perjuangan dan merusak konsentrasi para kader PDI-Perjuangan yang sedang berjuang meraih kemenangan Ganjar-Mahfud MD di pilpres 2024 maupun meraih kemenangan di Pemilu legislative 2024.

“Sinyalemen itu nampak adanya indikasi framing opini yang dibentuk seakan-akan ada persoalan dirinya dengan Megawati SP, yang membuat dia teraniaya atau semacam playing victim, padahal itu semua itu manipulatif untuk membungkus manuver politik, menjatuhkan citra PDI-Perjuangan dan sekaligus menjatuhkan citra pasangan Ganjar-Mahfud MD.”tandas Agus Yohanes.

Menurut Agus, bukan rahasia lagi, bahwa Ara sangat dekat dengan Jokowi dan mendukung 3 periode jabatan Presiden, dimana PDI-Perjuangan juga tidak setuju dengan usulan tersebut, dari kedekatan itu sudah jelas, bahwa sesungguhnya Jokowi telah menanamkan orang semacam Ara untuk merusak atau menggerogoti PDI-Perjuangan dari dalam, melalui taktik mundurnya Ara kemudian di blow-up besar-besaran sehingga di harapkan akan mempengaruhi basis PDI-Perjuangan agar kemudian basis massa itu beramai-ramai meninggalkan PDI-Perjuangan dan tentunya diharapkan oleh mereka basis dukungan ke Ganjar-Mahfud MD melemah kemudian kalah di pilpres 2024.

Baca Juga :  Ketua Serikat Buruh di Halmahera Utara Diduga di Fitnah Perusahaan

Kondisi tersebut, imbuh Agus,  menunjukkan adanya kepanikan di kubu lawan politik, karena ternyata di ujung akhir pelaksanaan pilpres, nampaknya rakyat sudah meninggalkan mereka, oleh sebab itu, mereka diduga melakukan taktik memanfaatkan Ara sebagai peluru untuk memporak-porandakan basis PDI-Perjuangan, tapi mereka lupa, PDI-Perjuangan itu partai Ideologis dan sudah memiliki infrakstruktur ideologis sampai akar rumput.

“Percayalah, PDIP itu ahlinya perang darat. Mereka sudah buktikan itu bertahun-tahun. Apalagi Pilpres ini adalah pilpres bergengsi buat PDIP. Mereka akan buktikan bahwa partai lebih besar dari kader, sehingga bisa dikatakan Mundurnya Mauara Sirait Dari PDI-Perjuangan Manuver Politik dari Kepanikan Lawan Politik, dan ini harus di waspadai”pungkas Agus Yohanes.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

x
x