Home » Headline » Pengamat : Mundurnya Mauara Sirait Dari PDI-P, Manuver dari Kepanikan Lawan Politik

Pengamat : Mundurnya Mauara Sirait Dari PDI-P, Manuver dari Kepanikan Lawan Politik

dito 16 Jan 2024 81

NasionalPos.com, Jakarta- Mundurnya Mauara Sirait dari PDI-Perjuangan, bukanlah hal mengejutkan bagi para kader PDI-Perjuangan dan bahkan hal itu dianggap suatu pengulangan peristiwa tindakan maupun sikap pembangkangan dari sosok alm Sabam Sirait ayahnda Maura Sirait terhadap kebijakan DPP PDI-Perjauangan, pada pilpres 2014 silam, demikian disampaikan Agus Yohanes Pemerhati Sosial Politik kepada awak media, Selasa, 16/1/2024

“Saat itu, semua kader PDI-Perjuangan patuh dan taat kepada Kebijakan Partai yang mengusung Jokowi-Jusuf Kalla sebagai capres-cawapres di Pilpres 2014, akan tetapi alm Pak Sabam Sirait bersikap membangkang, menolak dan bahkan memilih mundur dari PDI-Perjuangan.”ungkap Agus Yohanes.

Rupanya, lanjut Agus Yohanes, sikap pembangkangan dari alm Sabam Sirait sebagai politisi senior tersebut, nampaknya kini di ikuti oleh Mauara Sirait, bedanya, kalau alm Sabam Sirait  berani dengan tegas menolak kebijakan Partai, dengan terang-terangan, dan di saat proses pemilihan presiden belum di mulai, kemudian beliau mundur lalu mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI,

Serta hasilnya beliau terpilih sebagai Anggota DPD RI dapil DKI Jakarta periode 2014-2019, dalam diri Sabam Sirait tidak ada dendam atau sakit hati baik dengan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI-Perjuangan beserta jajarannya maupun dengan kader-kader lainnya.

Baca Juga :  Hadapi Ancaman Resesi Global, DPR RI Desak Kemenakertrans Pastikan Perlindungan Pekerja

“Sedangkan Mauara Sirait mengundurkan diri dari PDI-Perjuangan dengan sikap yang tidak elegan, bahkan nampak adanya sikap lebih mengikuti Jokowi daripada taat dan patuh terhadap kebijakan DPP PDI-Perjuangan, serta di saat seluruh mesin PDI-Perjuangan bekerja keras berjuang untuk memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud MD”tukas Agus Yohanes.

Lebih lanjut Agus Yohanes mengatakan bahwa pengunduran diri Ara tersebut, dirinya menduga adanya manuver politik dari pihak tertentu untuk mendorong Ara keluar dari PDI-Perjuangan dengan tujuan agar memperlemah mesin politik PDI-Perjuangan dan merusak konsentrasi para kader PDI-Perjuangan yang sedang berjuang meraih kemenangan Ganjar-Mahfud MD di pilpres 2024 maupun meraih kemenangan di Pemilu legislative 2024.

“Sinyalemen itu nampak adanya indikasi framing opini yang dibentuk seakan-akan ada persoalan dirinya dengan Megawati SP, yang membuat dia teraniaya atau semacam playing victim, padahal itu semua itu manipulatif untuk membungkus manuver politik, menjatuhkan citra PDI-Perjuangan dan sekaligus menjatuhkan citra pasangan Ganjar-Mahfud MD.”tandas Agus Yohanes.

Menurut Agus, bukan rahasia lagi, bahwa Ara sangat dekat dengan Jokowi dan mendukung 3 periode jabatan Presiden, dimana PDI-Perjuangan juga tidak setuju dengan usulan tersebut, dari kedekatan itu sudah jelas, bahwa sesungguhnya Jokowi telah menanamkan orang semacam Ara untuk merusak atau menggerogoti PDI-Perjuangan dari dalam, melalui taktik mundurnya Ara kemudian di blow-up besar-besaran sehingga di harapkan akan mempengaruhi basis PDI-Perjuangan agar kemudian basis massa itu beramai-ramai meninggalkan PDI-Perjuangan dan tentunya diharapkan oleh mereka basis dukungan ke Ganjar-Mahfud MD melemah kemudian kalah di pilpres 2024.

Baca Juga :  Bantuan Pertanian Perkotaan Bagi 25 Ponpes Diserahkan oleh Pj Gubernur DKI Jakarta

Kondisi tersebut, imbuh Agus,  menunjukkan adanya kepanikan di kubu lawan politik, karena ternyata di ujung akhir pelaksanaan pilpres, nampaknya rakyat sudah meninggalkan mereka, oleh sebab itu, mereka diduga melakukan taktik memanfaatkan Ara sebagai peluru untuk memporak-porandakan basis PDI-Perjuangan, tapi mereka lupa, PDI-Perjuangan itu partai Ideologis dan sudah memiliki infrakstruktur ideologis sampai akar rumput.

“Percayalah, PDIP itu ahlinya perang darat. Mereka sudah buktikan itu bertahun-tahun. Apalagi Pilpres ini adalah pilpres bergengsi buat PDIP. Mereka akan buktikan bahwa partai lebih besar dari kader, sehingga bisa dikatakan Mundurnya Mauara Sirait Dari PDI-Perjuangan Manuver Politik dari Kepanikan Lawan Politik, dan ini harus di waspadai”pungkas Agus Yohanes.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Pengamanan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Izzatul Islam Grand Wisata Libatkan Komunitas Lintas Agama

Hery

21 Mar 2026

Bekasi,NasionalPos — Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Izzatul Islam, kawasan Grand Wisata, berlangsung khidmat dan aman berkat dukungan pengamanan dari komunitas lintas agama yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Kerukunan Umat Beragama Grand Wisata (FPKUB GWS). Sejak pagi hari, ratusan jamaah telah memadati area masjid untuk menunaikan ibadah Sholat Ied. Di …

FK REPNUS Dukung Gerakan Pilah Sampah Jakarta, Dorong Peran Strategis Pasar Jaya dalam Pengolahan Sampah Terpadu

dito

17 Mar 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Ketua Umum Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS), Faisal Nasution, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara mendasar. Hal ini merespons ajakan Gubernur DKI Jakarta yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam gerakan memilah sampah dari sumbernya. Faisal Nasution menegaskan bahwa persoalan sampah …

x
x