Home » Headline » Pengamat : Soal Kunker DPRD DKI Jakarta ke Luar Negeri, Jangan Plesiran Berkedok Kunker

Pengamat : Soal Kunker DPRD DKI Jakarta ke Luar Negeri, Jangan Plesiran Berkedok Kunker

dito 07 Jun 2023 79

NasionalPos.com, Jakarta-Baru-baru ini, tersiar kabar semua anggota DPRD DKI Jakarta beserta stafnya melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, yang disinyalir kegiatan tersebut menghabiskan pos anggaran sebear Rp 45 Miliar,

Sontak saja hal itu mendapatkan reaksi keras dari berbagai kalangan warga Jakarta, salah seorang diantaranya dari Damuri Fikri pengamat perkotaan kepada pers, ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut terkesan membuang-buang uang rakyat saja, pasalnya kegiatan itu terkesan lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

“Ya, kegiatan itu terkesan hanya menghabiskan atau memboroskan uang rakyat, karena kunker tak bisa dijelaskan atau dipertanggungjawabkan kemanfaatannya oleh DPRD sendiri.”ungkap Damuri kepada pers, Rabu, 7 Juni 2023 di Jakarta.

Damuri menilai anggota DPRD DKI Jakarta tampak terkesan ingin menghabiskan anggaran sebesar itu, hanya untuk kegiatan yang tidak jelas manfaatnya, sehingga hal ini disinyalir anggota DPRD beserta stafnya tidak memiliki sensitivitas terhadap kondisi warga Jakarta, yang masih banyak berada di bawah garis kemiskinan, serta masih banyak  yang harus di benahi untuk kemajuan Jakarta, dengan dana segitu, seharusnya bisa digunakan untuk kepentingan warga Jakarta, bukan untuk kunjungan kerja ke luar negeri yang hasilnya tidak ada manfaatnya.

Baca Juga :  Praktisi Hukum : Putusan MKMK Tidak Penuhi Ekspetasi Publik & Masih Sisakan Persoalan Di tubuh MK

“Buat apa jauh-jauh kunjungan kerja ke luar negeri, ngapain saja ke sana, kalau bukan sambil plesiran, emangnya nanti hasil kunker itu bisa diterapkan di Jakarta?”tukas Damuri.

Menurut Damuri, kegiatan kunjungan kerja itu boleh boleh saja, asalkan tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat bisa diterapkan hasil kunjungan kerja itu untuk mensejahterahkan warga Jakarta maupun untuk membenahi kota Jakarta, jadi apa yang diserap dari kunjungan kerja itu, hasilnya dapat menjadi problem solving permasalahan yang terjadi dalam kehidupan warga Jakarta, ya, kalau hasil kunjungan kerja itu tidak bisa diterapkan untuk membenahi Kota Jakarta, yang masih macet, masih banyak pemukiman kumis (Kumuh & Miskin) serta masih terancam adanya bahaya banjir maupun ancaman bahaya bencana kebakaran, buat apa kunjungan kerja, jangan-jangan kunjungan kerja itu hanya kedok belaka agar bisa plesiran ke luar negeri.

Baca Juga :  PPIR Mengundang Pegiat Kopi Untuk Mempopulerkan Kopi ke Mancanegara sebagai Warisan Tradisional Indonesia.

“Kalau mau plesiran ke luar negeri, jangan berkedok kunjungan kerja donk, pake duit sendiri, jangan bebani APBD, ntuh duit rakyat, harus dipertanggungjawabkan, kalau kagak bisa dipertanggungjawabkan dengan kasih tau ke warga Jakarta, hasil kunjungan kerjanya ke luar negeri ntuh apa saja, kalau kagak bisa ngasih tau ke masyarakat, ya,  sudah kagak perlu ada program kunjungan kerja, buat apa kunker? kalau malah jadi ajang plesiran, nyang kayak gini nih, besok saat pemilu jangan dipilih lagi dah, nyusahin rakyat aja, bersenang-senang diatas penderitaan rakyat”pungkas Damuri.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Pengamanan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Izzatul Islam Grand Wisata Libatkan Komunitas Lintas Agama

Hery

21 Mar 2026

Bekasi,NasionalPos — Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Izzatul Islam, kawasan Grand Wisata, berlangsung khidmat dan aman berkat dukungan pengamanan dari komunitas lintas agama yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Kerukunan Umat Beragama Grand Wisata (FPKUB GWS). Sejak pagi hari, ratusan jamaah telah memadati area masjid untuk menunaikan ibadah Sholat Ied. Di …

x
x