Home » Nasional » Perjalanan Karir I Made Cahyana Negara, Menginspirasi Generasi Muda Banyuwangi.

Perjalanan Karir I Made Cahyana Negara, Menginspirasi Generasi Muda Banyuwangi.

- Banyuwangi 12 Des 2025 239

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM –

I Made Cahyana Negara bukan nama yang asing bagi masyarakat Bumi Blambangan. Dia merupakan putra asli Banyuwangi kelahiran Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro yang lahir pada 04 Maret 1979 atau 46 tahun lalu.

Ia mengawali karier politik dari tingkat bawah sebagai Ketua Ranting Desa Ketapang, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kalipuro, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan menjadi Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banyuwangi sejak tahun 2014 sampai saat ini.

Sebagai anggota legislatif, Mas Made sapaan akrabnya terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi di usia relatif muda yaitu 30 tahun atau pada periode 2009-2014. Kemudian di periode kedua (2014-2019), ketiga (2019-2024) dan keempat (2024-2029), dia diamanahi sebagai ketua DPRD Banyuwangi.

Sosok I Made Cahyana Negara sangat low profil. Dia tidak pernah membedakan kawan maupun lawan, semua kalangan dirangkulnya. Hampir setiap hari, baik dirumahnya maupun dikantornya selalu kebanjiran tamu. Semua masyarakat bisa menemui dengan mudah tanpa ada protokoler.

Berdasarkan hal tersebut, tak heran jika PDIP memberikan kepercayaan untuk kali ketiga menjadi ketua DPRD Banyuwangi. Ia juga merupakan figur sentral yang memiliki pengalaman panjang dalam dinamika legislatif di Banyuwangi. Tidak hanya menunjukkan stabilitas kepemimpinan, tetapi juga membawa pesan penting bahwa Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini masih melihat Made sebagai pilihan terbaik untuk mengawal kebijakan daerah, menjaga keseimbangan politik, serta merangkul berbagai aspirasi yang muncul di tengah masyarakat. Jumat (12/12).

Baca Juga :  Oknum Anggota Polda Sulsel Dilaporkan Telah Terlantarkan Keluarga, Hasdar: Harap Polda Sulsel Cepat Respon Hal Ini

Selama dua periode sebelumnya, ketika menjadi ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDIP Banyuwangi, ia menunjukkan kemampuan untuk menjembatani kepentingan berbagai pihak, baik kepentingan internal partai, kepentingan internal di dalam DPRD maupun eksternal dengan eksekutif dan masyarakat. Konsistensinya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama dalam sektor pembangunan, kesejahteraan, dan ekonomi, menjadi modal besar yang membuat dirinya terus dipercaya oleh partai dan kolega politiknya.

Selain itu, dia memiliki pemahaman mendalam terkait berbagai isu strategis di Banyuwangi, kemampuan dalam membaca dinamika politik lokal, menghadapi tantangan kebijakan, serta menjaga harmonisasi antara DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) dan menjaga sinergitas sesama partai politik parlemen maupun non parlemen menjadi kunci sukses dalam dua periode sebelumnya. Dengan situasi politik yang terus berkembang, konsistensi Made menunjukkan bahwa stabilitas di pucuk pimpinan legislatif dan pimpinan partai politik daerah adalah faktor penting dalam menjaga kesinambungan program-program strategis yang sudah berjalan.

Banyaknya suara dari akar rumput yang memberikan dukungan terhadap I Made Cahyana Negara, untuk kembali memimpin DPC PDIP Kabupaten Banyuwangi. Hampir mayoritas kader dan anggota partai menilai Made sebagai figur yang telah teruji melalui berbagai dinamika organisasi dan tantangan politik yang tidak ringan. Alasan mereka memilih Made karena terbukti mampu membawa roda organisasi tetap solid meski menghadapi situasi yang pada periode sebelumnya disebut “sangat berat”. Namun demikian, seluruh proses kepartaian dapat diselesaikan dengan baik.

Hal ini menunjukkan bahwa baik di internal partai maupun eksternal partai I Made Cahyana Negara merupakan pemimpin yang humble dan komunikatif. Selain itu, Made bukan hanya sekadar politisi, tetapi juga pejabat publik yang memiliki konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Kiprahnya di dunia politik lokal menunjukkan bagaimana ia berdedikasi penuh untuk membesarkan partai sekaligus menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Badan Penyelenggara Advokat Independen (BPAI) Selenggarakan Pelatihan Paralegal Angkatan Kelima

Tak heran jika dirinya merupakan salah satu role model generasi muda Banyuwangi. Rekam jejak dan perjalanan karirnya sangat menginspirasi, maka sangatlah pantas jika I Made Cahyana Negara kembali dipercaya untuk memimpin DPC PDIP Banyuwangi. Posisinya yang saat ini menjadi Ketua DPRD Banyuwangi untuk periode ketiga seharusnya juga diikuti dengan kepercayaan untuk menjadi ketua DPC di periode yang ketiga juga.

Penulis berpendapat jika I Made Cahyana Negara layak untuk memimpin DPC PDIP Banyuwangi, karena dia orang yang konsisten menjadi sosok pejuang rakyat, menjaga idealisme partai, sekaligus berpengalaman menjaga dinamika perjalanan demokrasi di Kabupaten Banyuwangi.

“Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa”. Peribahasa itu tepat untuk menggambarkan ketokohan I Made Cahyana Negara untuk mencetak sejarah sebagai satu-satunya tokoh yang berhasil tiga kali menjadi ketua DPRD dan nantinya tiga kali menjadi ketua DPC PDIP Banyuwangi. Jika dalam istilah sepakbola hal semacam itu disebut Hattrick, seperti ketika klub sepak bola Real Madrid yang menjuarai Liga Champions Eropa selama tiga musim berturut-turut.

Penulis: Bondan Madani Ketua Umum Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Cherie dan Vivianne Wangsa Harumkan Indonesia, Masuk Tiga Besar Nilai Tertinggi Festival Musik Internasional

- Banyuwangi

31 Mei 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putri daerah asal Kabupetan Banyuwangi di kancah internasional. Dua bersaudara, Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa, sukses mengharumkan nama Bumi Blambangan bahkan Indonesia dalam ajang Champs Universal Music Festival (CUMF) 2026 yang berlangsung di Johor, Malaysia. Tidak sekadar meraih gelar juara di kategori masing-masing, keduanya juga …

Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

x
x