Home » Headline » Pesan NU Circle untuk Presiden Prabowo: Hasil TKA Jeblok Berdampak pada Rp1.123,4 triliun Potensi Kerugian Negara

Pesan NU Circle untuk Presiden Prabowo: Hasil TKA Jeblok Berdampak pada Rp1.123,4 triliun Potensi Kerugian Negara

Dame.T 26 Des 2025 214

Jakarta,NasionalPos – Masyarakat Profesional Santri kembali mengingatkan Presiden Prabowo Subianto tentang buruknya hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menunjukkan rendahnya kompetensi literasi dan numerasi anak Indonesia.

Buruknya kompetensi ini menyebabkan negara berpotensi mengalami kerugian secara ekonomi finansial sebesar Rp224,7 triliun per tahun atau Rp1.123,4 triliun selama lima tahun hingga 2029.

Peringatan ini disampaikan Wakil Ketua Perkumpulan Nusantara Utama Cita (NU Circle) Ahmad Rizali dalam renungan akhir tahun 2025 di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

“Ini peringatan serius untuk Presiden Prabowo. Jika Presiden masih menyepelekan urusan literasi dan numerasi siswa Indonesia, ingat kerugian ekonomi Indonesia sebesar Rp224,7 triliun per tahun. Artinya selama periode kepemimpinan Prabowo, selama lima tahun, bisa tembus Rp1.123,4 triliun. Menteri Keuangan Purbaya juga harus melihat fakta ini. ‘Kas negara’ bisa digerogoti oleh rendahnya nalar siswa,” tegas Ahmad Rizali.

Angka yang disampaikan Ahmad Rizali merujuk laporan dari World Literacy Foundation tahun 2022. Dalam laporan berjudul The Economic and Social Cost of Illiteracy tersebut, kerugian akibat illiteracy (buta membaca dan buta matematika) diasumsikan sebesar 1,2% dari GDP Indonesia.

Indonesia dikategorikan sebagai negara emerging (menuju negara maju) dengan GDP sebesar USD 1,121 triliun (tahun 2022). Tahun 2025, GDP Indonesia naik sebesar USD 1,54 triliun. Perhitungan ini berdasarkan formula yang direkomendasikan UNESCO dan digunakan WLF dalam menyusun laporan.

Ahmad Rizali menilai, pemerintahan Presiden Prabowo belum melakukan revolusi pendidikan atau perubahan secara mendasar untuk meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah kebijakan revolusioner di bidang pendidikan. Bukan kebijakan tambal sulam. Anggaran untuk melakukan perubahan mendasar itu tersedia dan dijamin UUD 1945 sebesar 20% dari APBN. Sayangnya anggaran tersebut dibelokkan untuk program makan bergizi. Pemerintah masih memprioritaskan isi perut bergizi tapi isi otak tetap saja kurang gizi,” imbuhnya.

Baca Juga :  DPRKP Bakal Jalin Kemitraan Dengan Perkonindo Banten

Ahmad Rizali tidak menolak program MBG. Seharusnya, katanya, program isi perut bergizi harus paralel dengan program isi otak bergizi. Jangan sampai badan sehat, nalarnya stunting. “Ini jauh lebih berbahaya,” sergahnya.

Menurutnya, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sedang melakukan kebijakan terobosan bernama pembelajaran mendalam atau deep learning.

“Kebijakan pembelajaran mendalam boleh jadi bisa menjadi solusi jangka panjang asalkan dipraktikkan secara nyata di dalam kelas. Bukan hanya dibahas dalam seminar dan Diklat saja,” katanya.

Dampak Ekonomi Akibat Illiterasi

Selama reformasi, menurut Ahmad Rizali, siswa Indonesia mengalami buta membaca dan buta matematika secara serius hingga hari ini. Bahkan program Merdeka Belajar yang digadang bisa memerdekakan buta membaca dan buta matematika, ketika diuji dalam Tes Kompetensi Akademik, hasilnya semakin jeblok.

Buta membaca bukan berarti buta huruf. Buta matematika juga bukan siswa tidak menguasai operasi matematika (tambah kurang kali bagi) secara sederhana. Illiterasi baik membaca maupun matematika ditafsirkan sebagai ketidakmampuan menggunakan keterampilan membaca, menulis, dan numerasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Dampaknya tidak hanya personal tetapi meluas ke keluarga, komunitas, dan ekonomi nasional secara keseluruhan,” imbuh Rizali.

Kerugian ekonomi Indonesia akibat terpuruknya kompetensi literasi dan numerasi siswa Indonesia mencakup hal-hal antara lain efisiensi tenaga kerja, produktivitas, dan peluang pertumbuhan ekonomi yang hilang karena rendahnya keterampilan literasi di populasi.

Menurut World Literacy Foundation, orang atau pekerja yang berliterasi rendah cenderung memiliki pendapatan 30-42% lebih rendah dibandingkan pekerja yang berliterasi tinggi. Pekerja yang berliterasi rendah juga menyebabkan produktivitas perusahaan menurun serta berbiaya tinggi.

Baca Juga :  Sungai Eti Meluap Rendam Permukiman Warga di Desa Eti

Pekerja berliterasi rendah menyebabkan terjadinya loss bisnis dan manajemen. Perusahaan dan organisasi menghadapi biaya operasional lebih tinggi akibat kekeliruan komunikasi, waktu yang hilang, dan biaya pelatihan berulang.

Tak hanya itu, pekerja berliterasi rendah juga akan meningkatkan biaya sosial. Pekerja berliterasi rendah cenderung menghadapi masalah kesehatan dan masalah lain akibat tidak memahami informasi medis, nutrisi atau panduan kesehatan. Hal ini akan meningkatkan biaya kesehatan pekerja.

Orang berliterasi rendah juga lebih rentan tidak bisa keluar dari siklus kemiskinan. Mereka kesulitan memperoleh pekerjaan bernilai tambah tinggi dan pendapatan yang lebih stabil. Rendahnya literasi juga berakibat pada terjadinya ketidaksetaraan sosial, selalu bergantung pada bantuan sosial, dan berpotensi pada meningkatnya tindak kriminalitas.

Ahmad Rizali meminta Presiden Prabowo segera mengeluarkan Instruksi Presiden tentang peningkatan kompetensi literasi dan numerasi dengan anggaran setara dengan anggaran MBG atau berbagi dengan anggaran MBG.

“MBG harus berbagi anggaran untuk menyehatkan nalar dan otak siswa. Jangan sampai badan sehat, nalar sakit. Inpres peningkatan mutu literasi dan numerasi adalah kebijakan revolusioner,” tandasnya.

Sementara itu, World Literacy Foundation merekomendasikan selain pendidikan anak dalam meningkatkan literasi membaca dan matematika secara sungguh-sungguh (dan revolusioner), penting juga dilakukan program literasi dewasa dan pendidikan orang tua.

Intervensi dini terhadap anak yang berisiko tidak literat juga harus dilakukan baik melalui taman bacaan anak maupun program remedial. Lembaga internasional itu juga meminta negara mengalokasikan anggaran yang cukup untuk program peningkatan literasi dan numerasi ini serta melibatkan kaum perempuan dan anak di daerah terpencil dan terluar.(*)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Investasi Masa Depan Jadi Lebih Mudah, Aman, dan Terjangkau, BRI Dorong Nasabah Manfaatkan Fitur Emas di Qita.

- Banyuwangi

30 Agu 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi super (super apps) Qita, BRI dengan aplikasinya Qita mempermudah nasabah dalam mengelola keuangan serta investasi jangka panjang, salah satunya dengan cara layanan investasi emas digital yang praktis, mudah, aman, dan terjangkau. …

Harapan Warga Nahdliyyin, Muktamar ke-35 NU dan Kesiapan NU Songsong Indonesia Emas 2045

dito

29 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- NU adalah organisasi yg didirikan oleh Para Ulama kharismatik diantara Muassis yg waro adalah Hadrotusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, setiap diadakan Muktamar pasti banyak manfaat yg dihasilkan, disamping mengevaluasi masa khidmat 5 th terakhir, membuat Program strategis 5 th kedepan, dan Rekomendasi unt semua yg terkait dengan keumatan,   Sedangkan manfaat utama Muktamar …

Ratusan Buruh FPE KSBSI Gelar Aksi Unras di Kantor Pusat PT. NNI, Tolak PHK Sepihak dan Union Busting

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan orang Massa pekerja/buruh dari Federasi Pertambangan Dan Energi filiasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), menggelar aksi demo di Kantor PT. Nadesico Nickel Industry (NNI), di Gedung Noble House, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat , 28/8/2026.   Aksi demo tersebut dilatar belakangi, kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak, yang dilakukan …

Wali Kota Lubuk Linggau Hadiri Rakernas JKPI XII di Ternate

Andi Ledi Lubuk Linggau

28 Agu 2026

NASIONALPOS.COM – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (28/8/2026). Rakernas yang mengusung tema “Penyusunan Kebijakan dan Memperkuat Kolaborasi Dalam Pelestarian Kota Pusaka Secara Berkelanjutan” tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Baca Juga :  …

Blokir Nomor rekening Bank Tidak Bisa Sewenang-wenang, Ada Aturannya, Jika di langgar, Rentan Di gugat

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Blokir rekening adalah tindakan pembatasan sementara terhadap akses rekening bank, sehingga kamu tidak bisa melakukan transaksi keluar seperti penarikan, transfer, maupun pembayaran.  Namun, saldo di dalam rekening tetap tercatat dan tidak serta-merta diambil alih oleh pihak berwenang.   Tujuan utama pemblokiran biasanya untuk mencegah aliran dana yang diduga terkait tindak pidana, sengketa perdata, …

Sengketa Tanah 52 Hektar Manggala: Bukti Hanya Fotokopi, Di duga Pemprov-Pemkot Makassar Melanggar Konstitusi dan Hukum Agraria

dito

27 Agu 2026

Nasionalpos.com, Makassar-  Masih terkait dengan Sengketa lahan seluas 52 hektar di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, A. Darwin R Rangreng SH MH Kuasa hukum pihak pemilik sah, Hj. Magdalena de Munnik, Kepada wartawan, Kamis, 27 Agustus 2026 di Makassar, ia mengatakan kini perkara tersebut kembali mencuat ke permukaan setelah pihak pemilik sah, Hj. Magdalena …

x
x