Home » Ekonomi » Pj Gubernur Heru Apresiasi Festival Kuliner Betawi Digelar di Mal

Pj Gubernur Heru Apresiasi Festival Kuliner Betawi Digelar di Mal

dito 22 Mei 2023 94

NasionalPos.com, Jakarta- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengapresiasi gelaran Festival Kuliner Betawi yang diselenggarakan di dalam Central Park Mall pada 21-23 Mei 2023 dan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) Tahun 2023 secara serentak di 94 pusat perbelanjaan/mal di lima wilayah kota, pada 21 Mei hingga 21 Juli 2023.

Kegiatan ini merupakan wujud kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan berbagai pihak, seperti Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-496 Kota Jakarta.

Selain itu, juga bertujuan meningkatkan dan menggerakkan roda perekonomian di DKI Jakarta. Festival tersebut melibatkan sekitar sebelas tenant UMKM binaan Pemprov DKI Jakarta.

Mereka menyajikan makanan khas Betawi, dari makanan pembuka seperti dodol betawi, hidangan utama seperti asinan juhi dan kerak telur, hingga makanan penutup seperti es podeng.

“Semoga dengan pelaksanaan Festival Kuliner Betawi dan FJGS ini, kuliner dan budaya Betawi semakin dicintai masyarakat dan dapat mendorong perekonomian DKI Jakarta dan Indonesia. Kami juga berharap, agar masyarakat dapat turut merasakan kegembiraan dan menikmati festival ini dan berbagai acara lainnya dalam rangka menuju HUT ke-496 Kota Jakarta,” kata Pj Gubernur Heru kepada pers, Senin 22/5/2023.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi Komisi A-Satpol PP Bahas Perda Tibum

Sementara itu, Kepala Dinas UMKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menambahkan, sesuai arahan Pj Gubernur Heru dalam rangka mengenalkan kuliner khas Betawi dengan bersinergi bersama berbagai pihak, termasuk semua pengusaha mal dan retail, maka pembukaan Festival Kuliner Betawi ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan FJGS. Dengan begitu, harapannya, budaya dan kuliner Betawi semakin dikenal luas, bahkan mengglobal.

“Ajakan Pak Pj Gubernur ini adalah bentuk kepedulian beliau untuk mengangkat kuliner dan budaya Betawi semakin dikenal luas di masyarakat. Karena ternyata banyak makanan dan camilan Betawi yang rasanya enak dan cocok di lidah banyak orang,” jelas Ratu.

Ratu juga menambahkan, Dinas UMKM Pemprov DKI memiliki berbagai program yang secara berkelanjutan dilakukan untuk memajukan UMKM Jakarta. Salah satunya adalah dengan menggandeng UMKM binaan kami untuk mengikuti berbagai event atau bazar, seperti pada Festival Kuliner Jakarta yang diselenggarakan di mal.

Baca Juga :  Hari ini Resmi Dilantik Anggota DPR RI & DPD RI Hasil Pemilu 2024

FJGS telah dibuka di Central Park Mal, Jakarta Barat, pada Minggu (21/5) kemarin. Pada acara pembukaan dilakukan juga penyerahan atribut ulang tahun DKI Jakarta yang ke-496 kepada sejumlah pihak, seperti Ketua APPBI DKI Jakarta, Ketua Umum Hippindo, Presiden Direktur Central Park Mall CPM Assets Indonesia, Presiden Direktur Secure Parking, Perwakilan dari Outdoor Advertising Association of Indonesia, serta Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Media Luar Ruang DKI Jakarta sebagai simbol sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pada pembukaan FJGS kemarin, ada pula ulasan makanan di Festival Kuliner Betawi oleh sejumlah food vlogger, sehingga keseruan acara ini dapat tersampaikan secara luas kepada publik. Rangkaian agenda ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan para pelaku UMKM di DKI Jakarta dalam memperingati HUT ke-496 Kota Jakarta.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x