Home » Headline » PKB Soal Kemungkinan Gabung KIM Plus: Ketum enggak paham

PKB Soal Kemungkinan Gabung KIM Plus: Ketum enggak paham

dito 09 Agu 2024 79

NasionalPos.com, Jakarta- Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Jazilul Fawaid mengatakan bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tidak begitu memahami Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

“Yang jelas, PKB bersinergi dengan Gerindra, coba ditulis, soalnya tanya KIM Plus saja. PKB bersama Gerindra sebab KIM Plus itu enggak tahu saya plusnya itu plus-plus apa,” katanya saat ditanya jurnalis mengenai peluang PKB bergabung dengan KIM Plus di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat, 9/8/2024 malam

KIM merupakan koalisi pendukung pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang terdiri atas sejumlah parpol, yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, hingga Partai Solidaritas Indonesia.

Baca Juga :  Konsolidasi Pemuda Panca Marga, Kedepankan Generasi Muda Sebagai Pemimpin Organisasi dan Bangsa

Sementara KIM Plus merupakan KIM pada Pemilu 2024 ditambah partai di luar koalisi tersebut, seperti Partai Kebangkitan Bangsa, PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai NasDem.

Jazilul Fawaid menjelaskan bahwa sinergi yang dibangun antara PKB dengan Gerindra dimulai dari momen-momen politik, seperti Pilkada 2024.

“Sebisa mungkin itu semua bisa bersinergi, kan tidak mungkin juga semua kabupaten/kota sama. Hanya yang menjadi perhatian publik utamanya di tingkat gubernur atau provinsi di Jawa yang menjadi perhatian publik dan sudah kami buktikan di Banten,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia mengatakan bahwa sinergi PKB dengan Gerindra bisa menyusul pada Pilkada Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Baca Juga :  PDI-P Cenderung Bakal Usung Ahok Daripada Usung Anies?

“Semuanya dibicarakan, kan ada pertimbangan-pertimbangan dan proses dari cabang-cabang, wilayah, dan Desk Pilkada. Semua didengarkan dulu prosesnya,” ujarnya.

Saat ditanya jurnalis mengenai kemungkinan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, Jazilul mengatakan bisa saja PDIP memilih berkoalisi dengan pihak lain, termasuk KIM Plus.

“Kalau PDIP ke sana bagaimana? Maksud saya, itu yang kami proses. Jadi, posisi keputusan yang diambil partai-partai lain, PKS, NasDem, PDIP itu kami hormati. Itu semua proses, belum ada kesimpulan, cuma semalam ada kesepahaman bahwa PKB berkolaborasi, bersinergi dengan Gerindra,” jelasnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x