Home » Headline » PP PMKRI Sikapi Tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Puteri Sakinah di perairan Labuan Bajo, NTT

PP PMKRI Sikapi Tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Puteri Sakinah di perairan Labuan Bajo, NTT

dito 30 Des 2025 169

NasionalPos.com, Jakarta-

Tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Puteri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang merenggut nyawa pelatih sepak bola Valencia B Putri bersama sejumlah kru dan penumpang, diperkirakan akan menarik perhatian internasional.

Insiden ini dinilai bukan sekadar kecelakaan tunggal, melainkan cermin rapuhnya sistem pengawasan keselamatan transportasi laut di kawasan pariwisata unggulan Indonesia.

Terkait dengan masalah tersebut, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melalui Ketua Lembaga Isu Kemaritiman, Valentinus Jimy Laka kepada wartawan, Selasa 30/12/2025, menyatakan bahwa pihaknya mengecam keras lemahnya pengawasan yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Perhubungan.

Ia menilai kedua institusi tersebut gagal menegakkan kebijakan nasional maupun standar keselamatan internasional secara konsisten, sehingga evaluasi menyeluruh dianggap mendesak untuk dilakukan.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas perairan sekitar 5,9 juta kilometer persegi, Indonesia seharusnya menjadi contoh dalam tata kelola keselamatan maritim, ” ucap nya

Terlebih, lanjut Valentinus Jimmy Laka, Indonesia sebagai anggota International Maritime Organization (IMO), tragedi di Labuan Bajo justru membuka kembali persoalan lama yang terus berulang.

Menurut Valentinus Jimmy Laka, pihaknya mencatat bahwa sepanjang tahun 2024 hingga akhir Desember 2025, tercatat sekitar 15 kecelakaan kapal terjadi di wilayah perairan tersebut.

Lonjakan pariwisata yang tidak diimbangi pengawasan ketat disebut sebagai salah satu pemicu utama. Labuan Bajo sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo mengalami peningkatan kunjungan wisatawan hingga 200 persen dalam dua tahun terakhir, berdasarkan data BPS 2024.

Baca Juga :  Pengacara Gus Nur, Mahmud Jadi Caleg PKS

“Di satu sisi, kondisi ini menggerakkan ekonomi lokal, tetapi di sisi lain memicu praktik operasional berisiko. Sejumlah operator kapal wisata dinilai masih mengoperasikan kapal tua dan tidak layak laut,” tukas Valentinus Jimmy Laka

Bahkan, imbuhnya, tanpa sertifikasi keselamatan internasional seperti SOLAS, kebijakan promosi destinasi unggulan nasional turut dinilai memperparah situasi. Dorongan menjadikan Labuan Bajo sebagai ikon pariwisata global belum sepenuhnya diiringi mitigasi risiko overcrowding di jalur laut yang rawan cuaca ekstrem.

Akibatnya, sambung Jimmy Laka, kepadatan kapal terjadi di area berbahaya tanpa sistem manajemen keselamatan yang memadai.

Di sisi lain, fungsi pengawasan pelayaran juga dipersoalkan. Implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Keselamatan Pelayaran dinilai belum optimal.

Ia juga mengungkapkan bahwa Data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tahun 2025 menunjukkan, di NTT hanya sekitar 40 persen kapal wisata yang lolos inspeksi tahunan. Banyak kapal belum dilengkapi sistem pelacak AIS real-time, sementara kompetensi awak kapal masih jauh dari standar internasional.

“Kondisi ini mengingatkan publik pada tragedi serupa, seperti tenggelamnya KM Sinar Bangun pada 2018 dan KM Bahtera Indah pada tahun 2024 silam” tandas Valentinus Jimmy Laka.

Baca Juga :  Pada Masa Sidang Mendatang, Perppu Ciptaker Bakal Dipelajari

Valentinus Jimmy Laka juga  mengingatkan bahwa ancaman keselamatan semakin kompleks dengan meningkatnya risiko cuaca ekstrem. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat peningkatan gelombang tinggi dan badai di wilayah Selat Komodo hingga 30 persen sepanjang 2025 akibat perubahan iklim. Lemahnya pengawasan laut bukan hanya berdampak pada keselamatan wisatawan, tetapi juga membuka celah bagi penyelundupan dan eksploitasi sumber daya laut secara ilegal.

” Untuk itu PMKRI menegaskan, pariwisata yang berkembang tanpa kendali keselamatan berpotensi mengorbankan nyawa manusia demi keuntungan ekonomi. Negara dinilai harus menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, bukan semata mengejar target kunjungan wisata.” Tegas nya.

Atas tragedi ini, tambah Valentinus Jimmy Laka, bahwa PMKRI mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh di tubuh Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan, menggelar audit independen terhadap seluruh armada wisata laut, memperketat penerapan wajib AIS dan pengawasan berbasis drone di kawasan wisata bahari Labuan Bajo, serta membentuk satuan tugas keselamatan maritim lintas kementerian.

PMKRI juga menyerukan keterlibatan publik, aktivis lingkungan, dan media untuk terus mengawal isu keselamatan maritim.

“Indonesia sebagai negara maritim tidak boleh lagi membiarkan lautnya menjadi kuburan bagi warganya sendiri, apalagi wisatawan asing,” pungkas Valentinus Jimmy Laka.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Menkumham Di desak Andi Darwin R Rangreng SH MH, Segera Tutup Celah Hukum Pembentukan Organisasi Advokat Lewat Jalur ORMAS

dito

22 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan semakin menjamurnya organisasi advokat baru yang terbentuk di duga adanya celah hukum selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk organisasi advokat melalui jalur pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) berbasis perkumpulan. Maka kepada wartawan, Sabtu, 22/8/2026 di Jakarta, Praktisi hukum Andi Darwin R Rangreng SH MH, ia mengatakan bahwa dirinya …

Mukerda III MUI Provinsi Jakarta Sudah Sukses di Laksanakan, MUI Siap Siaga Menyongsong Lima Abad Jakarta

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pada tanggal, 18-19 Agustus 2026 bertempat di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta Barat, telah terselenggara Musyawarah Kerja Daerah ke 3 ( Mukerda III) MUI Provinsi DKI Jakarta dengan Mengusung tema “Khidmah Keumatan Menyongsong Lima Abad Jakarta”, acara ini menjadi agenda strategis untuk merumuskan program kerja dan memperkuat sinergi keumatan yang berada …

Dana USD 26 Juta Adalah Amanah Kemanusiaan Secara Hukum Terpisah dari Kasus Febrie Adrianyah,Harus di Kembalikan

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Terkait dengan keberadaan dana sebesar USD 26.000.000 yang saat ini ikut menjadi barang bukti dalam penyidikan, kepada wartawan, Jumat , 21 Agustus 2026 di Masjid Almusyawaoroh Klapa Gading Jakarta Utara, Andi Darwin R. Ranreng, S.H. selaku kuasa hukum Agustino Boer, menjelaskan bahwa dana tersebut adalah dana amanah kemanusiaan murni yang secara hukum …

Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Antara Harapan, Peluang dan Tantangannya

dito

20 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027 sebagai target yang ambisius, tetapi masih realistis untuk dikejar. Namun, 6 persen tidak akan datang secara otomatis. Pemerintah harus menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar konsumsi pemerintah dan belanja APBN, demikian di sampaikan oleh Jan Prince Permata seorang pengamat ekonomi, kepada NasionalPos.com, Kamis, 20/8/2026 di …

x
x