Home » Headline » Presiden Jokowi Ikut Kampanye Pilpres 2024 Bisa Dianggap Penyalahgunaan Jabatan & Bisa Dimakzulkan

Presiden Jokowi Ikut Kampanye Pilpres 2024 Bisa Dianggap Penyalahgunaan Jabatan & Bisa Dimakzulkan

dito 01 Feb 2024 82

NasionalPos.com, Jakarta-Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan seorang Presiden juga diperbolehkan melakukan kampanye saat pemilu berlangsung. Selain itu, Jokowi menyebut seorang Presiden juga boleh memihak pasangan calon tertentu, tentunya ungkapan Presiden Jokowi tersebut mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat, dan juga dari berbagai sudut pandang, sehingga ungkapan Presiden Jokowi tersebut memicu terjadinya polemik yang semakin memanaskan suhu politik menjelang hari pemungutan suara Pilpres tanggal 14 Februari 2024 mendatang.

Perbedaan sudut pandang untuk mencermati ungkapan disampaikan Presiden Jokowi mengenai Presiden boleh kampanye saat pemilu berlangsung, juga disampaikan oleh Agus Yohanes pengamat Sosial Politik kepada wartawan.

Ia mengatakan pernyataan Jokowi tersebut melanggar etika politik dan pranata kehidupan bernegara yang baik, serta  dinilai akan semakin menunjukkan ketidaknetralan. Dari segi etika politik, sikap Presiden tersebut dipandang tidak baik meski aturan perundang-undangan tidak melarangnya,

Begitu pula dalam negara demokrasi, presiden bisa berkampanye. Apalagi jika yang bersangkutan maju sebagai petahana, namun demikian, ada larangan pemanfaatan fasilitas negara. Akan tetapi, yang menjadi persoalan di Indonesia, sulit untuk memisahkan fasilitas negara. Mana saja fasilitas yang bisa digunakan dan mana yang harus ditinggalkan.

Baca Juga :  MAKI JATIM release Petisi #KawalputusanMK dan #Boikotpilkadaserentak,kembalikan Kedaulatan tertinggi kepada Rakyat Indonesia Dagelan Politik vs Kedaulatan tertinggi ada pada Rakyat Indonesia,siapa yang menang

“”Karena kesulitan itu, pada akhirnya presiden sebagai simbol menjadi tidak netral, tidak fair.”ungkap Agus Yohanes kepada wartawan, Kamis, 1/2/2024 di Jakarta.

Selain itu, lanjut Agus Yohanes, jika Presiden Jokowi ikut berkampanye dalam ajang Pilpres 2024, sedangkan ia bukan konstestan pilpres 2024,  lalu Presiden Jokowi berkampanye untuk siapa, tentunya Jokowi akan mendukung salah satu pasangan capres-cawapres, bagaimana pun dukungan seorang presiden kepada salah satu pasangan capres-cawapres akan sangat menguntungkan bagi pasangan calon tersebut.

Sementara jabatan presiden sebenarnya jabatan publik. Ketika jabatan itu dipakai untuk mendukung salah satu calon, dengan sendirinya itu adalah penyalahgunaan jabatan.

”Karena tidak mungkin satu orang lalu masyarakat bisa melihat dia sebagai pribadi atau sebagai presiden. Pasti akan dilihat sebagai presiden, sehingga tindakan itu menjadi daya Tarik agar masyarakat memilih pasalon yang di dukung oleh Presiden Jokowi, tindakan ini jelas menciderasi demokrasi” ucapnya.

Menurut Agus Yohanes, setidaknya ada tiga etika yang dilanggar. Pertama, presiden sulit menghindari konflik kepentingan. Benturan kepentingan menjadi keniscayaan karena yang dibela merupakan keluarga, Kedua, presiden dinilai gagal menghadapi dilema representasi, yakni representasi sebagai presiden dan kepala negara, serta representasi sebagai bagian dari kontestasi pemilu,

Baca Juga :  Ada Parpol Mau Gabung Koalisi Perubahan, Dengan Syarat Ketumnya Jadi Cawapres Anies

Problem ketiga bahwa pernyataan presiden tidak menggunakan justifikasi etika. Dia hanya berdasarkan pada aturan tertulis. Meski boleh secara dejure hukum, faktanya masyarakat lebih senang jika presiden bersandar pada prinsip etika dan moralitas.

Jika demikian kondisinya, lanjut Agus Yohanes, maka peluang rakyat untuk meminta mundur Jokowi dari jabatan Presiden itu suatu keniscayaan, yang mestinya direspon cepat oleh pimpinan Partai Politik yang masih berpihak kepada kepentingan bangsa, negara dan kedaulatan rakyat, dengan melakukan Gerakan politik untuk mempercepat impeachment Jokowi, ya, tentunya melalui Sidang Istimewa MPR, namun apabila elit parpol membiarkan atau mendiamkan tuntutan rakyat tersebut, maka hal ini akan menimbulkan kekecewaan dari masyarakat.

“ Ingat, jika rakyat sudah meningkat taraf kekecewaannya terhadap pemerintah maupun terhadap elit politik, maka jangan salahkan rakyat akan mengambil jalannya sendiri.”pungkas Agus

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

x
x