- NasionalMBG : Jangan Jadi Karpet Merah Korporasi, Petani Banyuwangi Jangan Jadi Penonton
- NasionalJajaran Pemkot Lubuk Linggau Hadiri dan Ikuti Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan
- daerahBawaslu Pesisir Selatan Hadirkan Akademisi UNP Reno Fernandes, Siswa SMAN 1 Koto XI Tarusan Antusias Ikuti Kelas Pemilu
- HukumAnggaran Operasional Disporaparekraf Pesibar Tembus Rp1,5 Miliar, Rakyat Dapat Apa?
- HeadlinePerkumpulan Konsumen Transportasi online, Usulkan Status Hybrid bagi Ojol dan pembentukan BLU bid Transportasi Online Berbasis Koperasi

Prihatin Terhadap Krisis Demokrasi Di Indonesia, FMPMB Keluarkan Statement Politik
NasionalPos.com, Jakarta- Berbicara mengenai Pemilu 2024, sangat erat kaitannya dengan sistem demokrasi. Sebuah pemilu dapat dilaksanakan tentu atas dasar suatu negara tersebut menganut sistem pemerintahan yang demokratis, dimana masyarakat memiliki hak untuk menyuarakan aspirasi nya. Salah satu bentuk aspirasi itu adalah dengan ikut berpartisipasi memilih secara langsung kepala negara, maupun menggunakan hak pilihnya pada pemilihan legislatif.
Namun realitasnya, kini demokrasi justru banyak mengecewakan banyak orang. Demokrasi belum mampu mewujudkan cita Indonesia merdeka. oligarki, politik dinasti, demokrasi yang berbiaya tinggi serta lain sebagainya masih menjadi beban besar demokrasi Indonesia, dan tentunya situasi tersebut juga menjadi persoalan memprihatinkan bagi moralitas bangsa Indonesia yang memiliki falsafah hidup Pancasila,
Fenomena itulah kemudian yang mendorong, Forum Masyarakat Penegak Moral Bangsa (FMPMB) menginisiasi sebuah pertemuan senior-senior GMNI untuk mendiskusikan mengenai Situasi dan prediksi Pemilu dan Pilpres 2024, serta juga membahas Rencana Strategis Keluarga Besar Nasionalis (NKRI), pada tanggal 15 Desember 2023 lalu bertempat di Ubud Lebong Hills”, Cinere.Jakarta Selatan, demikian di sampaikan Dr Kristiya Kartika mantan Ketua Umum Presidium GMNI di era Orba kepada wartawan, Senin, 8/1/2024 di Jakarta.
“Di pertemuan tersebut mas Basuki, Bung Palar Batubara, Mas Siswono dan Mas Guntur Soekarnoputra atau Mas Tok juga masuk dalam daftar yang diundang, rupanya pertemuan ini direspon sangat positif dengan dihadiri sekitar 30 orang dari senior GMNI dari berbagai latar belakang (Aktivis berbagai Partai, Direksi BUMN, Pengusaha maupun Pengamat), sehingga diskusinya berjalan dengan hangat dan mampu menjaring berbagai pendapat maupun pandangan dari yang hadir.”ungkap Dr Kristiya Kartika.
Dari perbincangan yang hangat itu, lanjut Dr Kristiya Kartika, muncul kesan bahwa forum tersebut sungguh-sungguh independent, obyektif, ilmiah tanpa tedeng aling-aling membicarakan suatu sikap keprihatinan yang bermuara pada penyampaian kritik obyektif terhadap keberlangsungan demokrasi yang di ciderai oleh perilaku, sikap maupun tindakan yang mengabaikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa,
Bahkan pendapat keras dari peserta diskusi itu juga disampaikan dengan tegas dan lugas, misalnya saja perlu adanya sikap dan tindakan untuk turut mengawasi kinerja Penyelenggara Pemilu, dari mulai KPU, Bawaslu dan bahkan hingga Panitia Pemungutan Suara di TPS, yang di tengarai bakal di intervensi oleh penguasa, selain itu ada juga yang mengatakan menolak hasil penghitungan suara oleh KPU disinyalir bakal dicurangi untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan oligarki.
“Ya, itulah aspirasi para peserta di acara diskusi saat itu, tentunya usai acara tersebut, kami tetap menjalin komunikasi dengan rekan-rekan peserta diskusi itu, yang kemudian hasil komunikasi itu, disepakati perlunya suatu pernyataan politik dari Forum Masyarakat Penegak Moral Bangsa untuk menyikapi persoalan kemelut dan bahkan krisis demokrasi jelang pelaksanaan pemilu maupun pilpres pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang.”Tukas Dr Kristiya Kartika.
Lebih lanjut Dr Kristiya Kartika mengatakan bahwa pernyataan sikap Forum Masyarakat Penegak Moral Bangsa (FMPMB) ini di dorong dan didasarkan pada pemikiran bahwa Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 , merupakan sumber hukum tertinggi yang harus dijunjung tinggi dan dijaga marwahnya,
Kemudian sebagai negara hukum setiap orang harus mendapatkan perlakuan yang sama dan setara di mata hukum, oleh karena itu Pelaksanaan penegakan hukum harus dilakukan secara jujur dan adil , serta didasari dengan ” etika ” yang berbasis kepada kepentingan publik, sehingga dalam perwujudannya melalui momentum demokratis Pemilu ; pileg dan pilpres yang akan berlangsung serentak pada 14 Februari 2024 , diharapkan sungguh sungguh sebagai sebuah pesta demokrasi yang berjalan secara jujur , adil dan terbuka , serta dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, untuk itu perlu disampaikan pernyataan politik sebagai berikut :
- Bahwa dalam rangka proses pemilu, khususnya Pilpres telah terjadi penyimpangan demokrasi yang terjadi Mahkamah Konstitusi (MK), dengan melanggar etika berat yang dilakukan oleh Ketua MK.
- Sebagai akibat pelanggaran etika berat yang mengakibatkan cacat konstitusi tersebut , dikuatirkan terjadinya pelanggaran pelaksanaan.demokrasi pada proses pemilu ; khususnya pilpres 2024.
- Pencalonan Gibran Rakabuming Raka , yang merupakan Putra Presiden Jokowi, yang dipaksakan dianggap telah melanggar konstitusi dan mencederai demokrasi.
- Pemilu ; khususnya pilpres 2024 , disinyalir dalam pelaksanaanya berjalan (dalam berbagai kasus), telah terjadi penyimpangan di lapangan, khususnya keterlibatan aparat yang tidak netral.
- Kami berharap agar pelaksanaan pemilu ; khususnya pilpres 2024 , dikembalikan kembali mengikuti aturan dan perundangan yang berlaku, sehingga pesta demokrasi ini dapat berjalan dengan jujur, adil dan terbuka secara teori dan praktek.
- Masyarakat sangat prihatin atas terjadinya krisis kepemimpinan , karena terjadinya berbagai pelanggaran konstitusi, korupsi, kolusi dan nepotisme yang diperlihatkan secara vulgar.
- Mendorong dan meminta DPR untuk meneruskan.dan menindaklanjuti pelaksanaan Hak Angket.
- Apabila situasi politik maupun kondisi demokrasi dalam pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang mengalami suasana yang semakin membahayakan keselamatan kedaulatan rakyat, maka demi menyelamatkan kedaulatan rakyat dan menyelamatkan keutuhan persatuan kesatuan bangsa, Kami mendorong MPR-RI untuk segera menyelenggarakan Sidang Istimewa untuk mengevaluasi atas pelaksanaan Pancasila sebagai Ideologi Nasional, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara, dan semua aturan Perundang-undanganan yg berlaku serta menjadi dasar hukum Pelaksanaan Pemilu, dan Pilpres , guna meminta penjelasan dan pertanggungjawaban pemerintah atas terjadi situasi tersebut.
“ Ya, itulah Pernyataan Politik dari kami yang tergabung di Forum Masyarakat Penegak Moral Bangsa (FMPMB) dilandasi pemikiran strategis demi Masa depan mayoritas massa-rakyat Indonesia yang kami sampaikan dalam rangka penegakan etika hukum yang pada gilirannya merupakan sebuah penegakan moral bangsa, Semoga Allah SWT meridhoi upaya ini sebagai wujud rasa cinta kami terhadap Bangsa Indonesia. Aamin Yra.”Pungkas Dr Kristiya Kartika sebagai salah seorang penandatangan pernyataan politik ini.
Adapun pernyataan politik Forum Masyarakat Penegak Moral Bangsa ini ditanda tangani antara lain : Antonius Wantoro, Herdiyanto, dan Teky Priyanto.
- Banyuwangi
15 Agu 2026
BANYUWANGI, MASIONALPOS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program pemberian makanan, tetapi peluang ekonomi raksasa bagi petani, peternak, pembudidaya ikan dan nelayan Banyuwangi. Namun tanpa kebijakan tegas, peluang tersebut justru berpotensi menjadi karpet merah bagi korporasi dan distributor besar dari luar daerah. Pemkab Banyuwangi jangan sampai hanya menjadi penonton ketika uang program pemerintah …
Andi Ledi Lubuk Linggau
14 Agu 2026
NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), H Trisko Defriyansa menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau, Jumat (14/8/2026). Baca Juga : Satgas Yonif …
dito
12 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Menanggapi usulan pemerintah agar ojol Berstatus sebagai pelaku UMKM, kepada wartawan, Ign Wibowo ketua umum Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Rabu, 12/8/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ojol di masukkan sebagai pelaku UMKM, pasalnya ojol bukan pelaku usaha mandiri seperti pelaku UMKM yang lain, karena tergantung pada penyedia layanan …
Primadoni,SH
12 Agu 2026
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Pesisir Selatan berhasil meraih nilai 94 dengan predikat AA (Istimewa) berdasarkan hasil Evaluasi Penilaian Kinerja Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Tahun …
Primadoni,SH
12 Agu 2026
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Isu minimnya pemasangan Bendera Merah Putih di Kanagarian Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, akhirnya diklarifikasi. Kodim 0311 Pessel menurunkan langsung personil kelapangan untuk memastikan hal tersebut, Dari hasil pengecekan langsung ke lapangan pada Senin (10/8/2026) menunjukkan kondisi …
dito
12 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Gojek Grab Bikers Comunity (GGBC) Jabotabek menolak status ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rencana peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang segera disahkan Pemerintah, demikian di sampaikan Aping Ketua Umum GGBC Jabotabek kepada wartawan, Rabu, 12/8/2026 di …
21 Nov 2024 2.216 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.706 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.511 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.484 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.412 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.371 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.246 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.