Home » Ekonomi » Salah Satu Faktor Penting Pengembangan Bisnis UMKM Adalah Digitalisasi

Salah Satu Faktor Penting Pengembangan Bisnis UMKM Adalah Digitalisasi

dito 16 Feb 2023 96

NasionalPos.com, Jakarta- UMKM merupakan salah satu dari tonggak perekonomian Indonesia, merasakan dampak yang cukup signifikan karena adanya pandemi Covid-19. Semua sektor yang ada harus tanggap dan adaptif untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19, baik tantangannya maupun peluangnya, termasuk UMKM, demikian disampaikan Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, dalam webinar bertajuk Ngobrol bareng Legislator dengan tema “Generasi Pemuda Peduli UMKM”, Kamis, 16/2/2023.

“Infrastruktur TIK dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah,” kata Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika,

Sedangkan Anggota Komisi I DPR Dave Akbarsyah yang hadir sebagai narasumber, mengatakan, bahwa UMKM merupakan tulang punggung utama dari perekonomian Indonesia dengan sumbangsih hampir 30% serta pembukaan lapangan pekerjaan hingga 65%.  Menurutnya, UMKM dalam pengembangannya menciptakan berbagai peluang serta masa depan bagi perekonomian Indonesia. Peluang tersebut dapat dirasakan baik secara individu hingga jangkauan makro.

“UMKM mampu membuka lapangan pekerjaan, mengembangkan keterampilan individu, memberikan peluang masyarakat untuk dapat menjalankan bisnis, mendorong serta mengembangkan inovasi, hingga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi negara,” katanya.

Baca Juga :  Bertemu Panglima Komando Armada II TNI AL, Bamsoet Harap Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Segera Terwujud

Atas dasar itu, lanjutnya, peran pemuda dalam hal ini sangat krusial untuk mengembangkan UMKM dalam beradaptasi ke dalam sistem digitalisasi yang ada di masyarakat saat ini.

Sementara itu, Direktur PT IndoAgro Julio Jekonia Resowijoy menambahkan, pemilik usaha dapat mengoptimalkan bahan baku yang mudah untuk digunakan, menentukan segmentasi pasar, serta memiliki SOP (Standard Operational Procedure) yang cocok dengan bisnis yang dipilih, hingga akhirnya dapat melakukan implementasi digital dari bisnis usaha.

Dalam mengoptimalisasi peran digitalisasi, masyarakat pun bisa mengutilitasi berbagai platform daring untuk melakukan penjualan, mulai dari platform jual beli daring, mempromosikan dan meraih target konsumen melalui media sosial, berkomunikasi langsung dengan konsumen melalui layanan aplikasi, hingga melakukan transaksi pembayaran dengan dompet digital.

Hal senada juga disampaikan Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kreativitas dan Inovasi Milenial Alia Noor Ayu Laksono, yang mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menghambat perkembangan UMKM di Indonesia, termasuk kurangnya dukungan finansial, pengetahuan para pelaku, hingga regulasi peraturan terkait UMKM.

Baca Juga :  Polresta Banyuwangi Bersama Forkopimda Serta Dinas Terkait, Gelar Rakor Eksternal Pastikan Kesiapan Pengamanan Ops Lilin Semeru 2024

“Dalam mendukung hal tersebut, para pelaku UMKM perlu memiliki set-skills UMKM yang meliputi kemampuan dalam mengembangkan strategi pemasaran, memahami potensi pasar, menciptakan produk yang inovatif dan berkualitas, hingga mampu berkoordinasi serta bekerjasama dengan lembaga yang berkepentingan,” ujarnya.

Menurutnya, UMKM berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Maka dari itu, adanya implementasi digitalisasi UMKM merupakan hal yang penting untuk diutamakan saat ini.

Alia Noor Ayu Laksono juga berharap agar Seminar ini dapat meningkatkan kesadaran generasi muda untuk peduli dan turut berkontribusi terhadap pengembangan UMKM di Indonesia serta dapat memanfaatkan infrastruktur TIK pada dunia perekonomian, khususnya di sektor UMKM.  Dukungan semua pihak, mulai dari pemuda Indonesia hingga pemerintah berpengaruh besar dalam mengembangkan UMKM.

“Peningkatan set-skills para pelaku UMKM juga diperlukan agar mereka mampu mengembangkan bisnisnya guna memajukan perekonomian Indonesia dan menciptakan masa depan yang cerah bagi generasi muda.”pungkas Alia Noor Ayu Laksono (*dit)

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
MBG : Jangan Jadi Karpet Merah Korporasi, Petani Banyuwangi Jangan Jadi Penonton

- Banyuwangi

15 Agu 2026

BANYUWANGI, MASIONALPOS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program pemberian makanan, tetapi peluang ekonomi raksasa bagi petani, peternak, pembudidaya ikan dan nelayan Banyuwangi. Namun tanpa kebijakan tegas, peluang tersebut justru berpotensi menjadi karpet merah bagi korporasi dan distributor besar dari luar daerah. Pemkab Banyuwangi jangan sampai hanya menjadi penonton ketika uang program pemerintah …

Jajaran Pemkot Lubuk Linggau Hadiri dan Ikuti Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan

Andi Ledi Lubuk Linggau

14 Agu 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat diwakili Sekretaris Daerah (Sekda),  H Trisko Defriyansa menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau, Jumat (14/8/2026). Baca Juga :  Sudahkah Capres …

Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Usulkan Status Hybrid bagi Ojol dan pembentukan BLU bid Transportasi Online Berbasis Koperasi

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menanggapi usulan pemerintah agar ojol Berstatus sebagai pelaku UMKM, kepada wartawan, Ign Wibowo ketua umum Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Rabu, 12/8/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ojol di masukkan sebagai pelaku UMKM, pasalnya ojol bukan pelaku usaha mandiri seperti pelaku UMKM yang lain, karena tergantung pada penyedia layanan …

Lagi-Lagi Kabupaten Pesisir Selatan Raih Nilai Terbaik, JDIH Diganjar Predikat AA Istimewa

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Pesisir Selatan berhasil meraih nilai 94 dengan predikat AA (Istimewa) berdasarkan hasil Evaluasi Penilaian Kinerja Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Tahun …

Viral Isu Minim Bendera di Siguntur, Hasil Cek Lapangan: Warga Justru Semarakkan HUT RI dengan Berbagai Lomba dan Goro

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Isu minimnya pemasangan Bendera Merah Putih di Kanagarian Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, akhirnya diklarifikasi. Kodim 0311 Pessel menurunkan langsung personil kelapangan untuk memastikan hal tersebut, Dari hasil pengecekan langsung ke lapangan pada Senin (10/8/2026) menunjukkan kondisi …

GGBC Jabotabek Tolak Ojol Berstatus UMKM”

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gojek Grab Bikers Comunity (GGBC) Jabotabek menolak status ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rencana peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang segera disahkan Pemerintah, demikian di sampaikan Aping Ketua Umum GGBC Jabotabek kepada wartawan, Rabu, 12/8/2026 di …

x
x