Home » Headline » Soal Eksploitasi Driver Online, Jokowi dan PDI-P jangan Lari Dari Tanggung jawab Sejarah

Soal Eksploitasi Driver Online, Jokowi dan PDI-P jangan Lari Dari Tanggung jawab Sejarah

dito 01 Jul 2025 85

NasionalPos.com, Jakarta-

Kepada siapapun yang mencoba mengatakan bahwa masa pemerintahan Jokowi sudah selesai, dan bahwa segala kritik terhadap kebijakan yang lahir di eranya harus dihentikan, maka dirinya perlu menyikapinya dan mengkritisi nya, demikian disampaikan Dody Ilham driver online mitra GreenSM perusahaan transportasi asal Vietnam kepada wartawan, Selasa, 1 Juli 2025 di Jakarta.

” Rezim Itu Kolektif, dan Di Balik Jokowi, Ada PDIP, selama dua periode penuh, Presiden Jokowi adalah kader resmi PDI Perjuangan. Seluruh kebijakan strategis nasional, termasuk soal digitalisasi ekonomi, ketenagakerjaan, dan transportasi online, lahir di bawah payung politik PDIP baik di eksekutif maupun legislatif.” Ungkap Dody Ilham

 

Maka, lanjut Dody, ketika kebijakan itu gagal melindungi rakyat terutama jutaan pengemudi online, dengan realitas tersebut, PDIP tidak bisa bilang: “Itu bukan urusan kami.”, dan itu artinya tidak bisa menikmati kemenangan politik, lalu lari dari tanggung jawab kebijakan maupun tanggung jawab Sejarah eksploitasi digital yang di alami driver ojek online sebagai warga negara Indonesia.

Baca Juga :  UT Dukung Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif, Untuk 60% Usia Produktif Mahasiswanya

” Adapun terjadinya Suspend Sepihak, Eksploitasi Digital, Ketimpangan Platform—Itu Terjadi Saat PDIP Memegang Kekuasaan Penuh, tidak hanya itu, UU Cipta Kerja juga disahkan oleh koalisi yang dikomandoi PDIP.” Tukas Dody

Akan tetapi, sambung Dody, sangat di sayangkan dan bahkan sangat mengherankan, ketika itu tidak ada satu pun Perpres atau UU spesifik tentang perlindungan pengemudi online yang lahir dalam 10 tahun Jokowi & PDIP, padahal di saat itu hingga sekarang jutaan mitra ojol diperas oleh sistem suspend, bonus tak transparan, dan relasi tanpa perlindungan hukum.

“Semua itu terjadi saat PDIP dominan di DPR dan kabinet., nah, kalau hari ini para pengemudi menggugat ketidakadilan itu, maka PDIP tidak bisa bersikap seolah bukan bagian dari masa lalu yang melukai.” Kata Dody Ilham yang juga eksponen aktivis pejuang Reformasi 1998.

Lebih lanjut Dody menyampaikan, bahwa realitas politik hari ini, keberadaan Pemerintahan Prabowo Tidak Bisa Dianggap Halaman Baru Tanpa Evaluasi Halaman Lama, yang kemudian membuka ruang bagi beberapa elite PDIP, yang kini bersikap seolah ingin mengambil posisi moral tinggi, atau malah menyeberang jadi oposisi demi citra.

Baca Juga :  Potret Penanganan Kasus Pelecehan Seksual di DKI Jakarta

“Padahal kami sebagai rakyat tidak lupa, bahwa Keadilan tidak datang dari aktor yang ganti kostum, tapi dari partai yang berani bertanggung jawab atas sejarah kekuasaannya.” Tegas Dody

Dalam kesempatan ini, Dody mengingatkan bahwa Jika PDIP ingin dipercaya kembali, mereka harus ikut bertanggung jawab memperbaiki kesalahan struktural era Jokowi. Bukan malah melakukan fait accompli, seolah kesalahan itu selesai begitu saja.

“Kami tidak anti partai, tapi kami hanya anti pada partai yang menikmati kekuasaan saat berkuasa, tapi mencuci tangan saat rakyat menagih keadilan, Karena luka yang kami alami bukan terjadi di masa lampau, ia masih berdarah hingga hari ini.”pungkas Dody Ilham.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Transparansi Dipertaruhkan, Anggaran Sewa Rumah DPRD Banyuwangi Tuai Kecurigaan.

Indra

16 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Anggaran sewa rumah dinas bagi anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi kian memanas. Sorotan tajam publik mencuat setelah beredarnya konten TikTok jurnalis muda bersama Pasopati Jatim yang membongkar Dugaan ketidak jelasan dasar anggaran dan mekanisme pencairannya. Konten tersebut menyinggung perbedaan tafsir antara tunjangan perumahan dan biaya sewa rumah dinas, yang hingga kini dinilai belum …

Pemilu Langsung dan Nasib Jenazah Koruptor

Dhio Justice Law

13 Jan 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Belakangan ini, publik disuguhkan wacana bertema mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pro kontra pun mencuat, bagi pemerintah termasuk partai-partai koalisi pendukungnya, Pilkada melalui DPRD itu adalah solusi untuk memangkas mahalnya ongkos pilkada langsung. Sementara, disisi oposisi dan masyarakat …

Jejak Panjang H. Amran Sidi : Dari Padang Panjang Ke Kota Padang, Perjuangan Cinta Hj Jusma Hingga Yayasan Baiturahmah

Primadoni,SH

11 Jan 2026

Padang, Nasionalpos .com — H. Amran Sidi lahir pada 20 September 1929 di Padang Panjang, Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebuah kota kecil yang kelak menjadi saksi awal perjalanan hidupnya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, menjalani masa muda dengan tekad kuat untuk bekerja keras dan bertanggung jawab atas hidup serta keluarganya. Pada tahun 1952, …

Purna Tugas di Bumi Blambangan Kombes Pol Rama Samtama Putra: Banyuwangi Sangat Terkesan.

Indra

10 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Jajaran Polresta Banyuwangi menggelar tradisi Farewell Parade sebagai bentuk penghormatan atas purna tugas Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Kapolresta yang baru, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Sabtu (10/1/2026). Dalam momen emosional tersebut, Rama mengungkapkan satu kata kunci untuk menggambarkan …

Hadiri Perayaan Natal 2025 Bersama Pemprov DKI Jakarta, Kardinal Ign Suharyo Sampaikan Pesan Persatuan & Perdamaian

dito

09 Jan 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub DKI Rano Karno menghadiri acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026) Pram dan Rano tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kompak menggunakan batik cokelat. Begitu tiba, mereka mendapat sambutan hangat dari hadirin. Pram mengaku terkejut dengan acara ini. Menurutnya, …

Berkaca Dari Penculikan Nicolas Maduro, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah: Prabowo Harus Waspadai Fenomena “Kudeta Senyap” Di Circle Kekuasaan

dito

09 Jan 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Peristiwa geopolitik yang mengguncang Venezuela menjadi alarm keras bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kasus penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, yang diikuti dengan cepatnya pengambilalihan kekuasaan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez, memunculkan satu isu sensitif namun krusial: pengkhianatan elite dari dalam kekuasaan itu sendiri. Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah …

x
x