Home » Headline » Soal Eksploitasi Driver Online, Jokowi dan PDI-P jangan Lari Dari Tanggung jawab Sejarah

Soal Eksploitasi Driver Online, Jokowi dan PDI-P jangan Lari Dari Tanggung jawab Sejarah

dito 01 Jul 2025 153

NasionalPos.com, Jakarta-

Kepada siapapun yang mencoba mengatakan bahwa masa pemerintahan Jokowi sudah selesai, dan bahwa segala kritik terhadap kebijakan yang lahir di eranya harus dihentikan, maka dirinya perlu menyikapinya dan mengkritisi nya, demikian disampaikan Dody Ilham driver online mitra GreenSM perusahaan transportasi asal Vietnam kepada wartawan, Selasa, 1 Juli 2025 di Jakarta.

” Rezim Itu Kolektif, dan Di Balik Jokowi, Ada PDIP, selama dua periode penuh, Presiden Jokowi adalah kader resmi PDI Perjuangan. Seluruh kebijakan strategis nasional, termasuk soal digitalisasi ekonomi, ketenagakerjaan, dan transportasi online, lahir di bawah payung politik PDIP baik di eksekutif maupun legislatif.” Ungkap Dody Ilham

 

Maka, lanjut Dody, ketika kebijakan itu gagal melindungi rakyat terutama jutaan pengemudi online, dengan realitas tersebut, PDIP tidak bisa bilang: “Itu bukan urusan kami.”, dan itu artinya tidak bisa menikmati kemenangan politik, lalu lari dari tanggung jawab kebijakan maupun tanggung jawab Sejarah eksploitasi digital yang di alami driver ojek online sebagai warga negara Indonesia.

Baca Juga :  Omzet Puluhan Juta di Jakarta Fair 2022 Diraih PT Food Station Tjipinang Jaya

” Adapun terjadinya Suspend Sepihak, Eksploitasi Digital, Ketimpangan Platform—Itu Terjadi Saat PDIP Memegang Kekuasaan Penuh, tidak hanya itu, UU Cipta Kerja juga disahkan oleh koalisi yang dikomandoi PDIP.” Tukas Dody

Akan tetapi, sambung Dody, sangat di sayangkan dan bahkan sangat mengherankan, ketika itu tidak ada satu pun Perpres atau UU spesifik tentang perlindungan pengemudi online yang lahir dalam 10 tahun Jokowi & PDIP, padahal di saat itu hingga sekarang jutaan mitra ojol diperas oleh sistem suspend, bonus tak transparan, dan relasi tanpa perlindungan hukum.

“Semua itu terjadi saat PDIP dominan di DPR dan kabinet., nah, kalau hari ini para pengemudi menggugat ketidakadilan itu, maka PDIP tidak bisa bersikap seolah bukan bagian dari masa lalu yang melukai.” Kata Dody Ilham yang juga eksponen aktivis pejuang Reformasi 1998.

Lebih lanjut Dody menyampaikan, bahwa realitas politik hari ini, keberadaan Pemerintahan Prabowo Tidak Bisa Dianggap Halaman Baru Tanpa Evaluasi Halaman Lama, yang kemudian membuka ruang bagi beberapa elite PDIP, yang kini bersikap seolah ingin mengambil posisi moral tinggi, atau malah menyeberang jadi oposisi demi citra.

Baca Juga :  Pos Kotis Gabma Entikong Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Senam Sehat

“Padahal kami sebagai rakyat tidak lupa, bahwa Keadilan tidak datang dari aktor yang ganti kostum, tapi dari partai yang berani bertanggung jawab atas sejarah kekuasaannya.” Tegas Dody

Dalam kesempatan ini, Dody mengingatkan bahwa Jika PDIP ingin dipercaya kembali, mereka harus ikut bertanggung jawab memperbaiki kesalahan struktural era Jokowi. Bukan malah melakukan fait accompli, seolah kesalahan itu selesai begitu saja.

“Kami tidak anti partai, tapi kami hanya anti pada partai yang menikmati kekuasaan saat berkuasa, tapi mencuci tangan saat rakyat menagih keadilan, Karena luka yang kami alami bukan terjadi di masa lampau, ia masih berdarah hingga hari ini.”pungkas Dody Ilham.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kantor Hukum Layangkan Pemberitahuan Aksi, Kepastian Hukum di Polresta Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

20 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Dugaan Penggelapan hingga Dokumen Tanah Perusahaan, Empat Laporan di Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

19 Okt 2026

Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

x
x