Home » Headline » Soal Eksploitasi Driver Online, Jokowi dan PDI-P jangan Lari Dari Tanggung jawab Sejarah

Soal Eksploitasi Driver Online, Jokowi dan PDI-P jangan Lari Dari Tanggung jawab Sejarah

dito 01 Jul 2025 111

NasionalPos.com, Jakarta-

Kepada siapapun yang mencoba mengatakan bahwa masa pemerintahan Jokowi sudah selesai, dan bahwa segala kritik terhadap kebijakan yang lahir di eranya harus dihentikan, maka dirinya perlu menyikapinya dan mengkritisi nya, demikian disampaikan Dody Ilham driver online mitra GreenSM perusahaan transportasi asal Vietnam kepada wartawan, Selasa, 1 Juli 2025 di Jakarta.

” Rezim Itu Kolektif, dan Di Balik Jokowi, Ada PDIP, selama dua periode penuh, Presiden Jokowi adalah kader resmi PDI Perjuangan. Seluruh kebijakan strategis nasional, termasuk soal digitalisasi ekonomi, ketenagakerjaan, dan transportasi online, lahir di bawah payung politik PDIP baik di eksekutif maupun legislatif.” Ungkap Dody Ilham

 

Maka, lanjut Dody, ketika kebijakan itu gagal melindungi rakyat terutama jutaan pengemudi online, dengan realitas tersebut, PDIP tidak bisa bilang: “Itu bukan urusan kami.”, dan itu artinya tidak bisa menikmati kemenangan politik, lalu lari dari tanggung jawab kebijakan maupun tanggung jawab Sejarah eksploitasi digital yang di alami driver ojek online sebagai warga negara Indonesia.

Baca Juga :  Erdogan Buka Jembatan Hubungkan Eropa - Asia

” Adapun terjadinya Suspend Sepihak, Eksploitasi Digital, Ketimpangan Platform—Itu Terjadi Saat PDIP Memegang Kekuasaan Penuh, tidak hanya itu, UU Cipta Kerja juga disahkan oleh koalisi yang dikomandoi PDIP.” Tukas Dody

Akan tetapi, sambung Dody, sangat di sayangkan dan bahkan sangat mengherankan, ketika itu tidak ada satu pun Perpres atau UU spesifik tentang perlindungan pengemudi online yang lahir dalam 10 tahun Jokowi & PDIP, padahal di saat itu hingga sekarang jutaan mitra ojol diperas oleh sistem suspend, bonus tak transparan, dan relasi tanpa perlindungan hukum.

“Semua itu terjadi saat PDIP dominan di DPR dan kabinet., nah, kalau hari ini para pengemudi menggugat ketidakadilan itu, maka PDIP tidak bisa bersikap seolah bukan bagian dari masa lalu yang melukai.” Kata Dody Ilham yang juga eksponen aktivis pejuang Reformasi 1998.

Lebih lanjut Dody menyampaikan, bahwa realitas politik hari ini, keberadaan Pemerintahan Prabowo Tidak Bisa Dianggap Halaman Baru Tanpa Evaluasi Halaman Lama, yang kemudian membuka ruang bagi beberapa elite PDIP, yang kini bersikap seolah ingin mengambil posisi moral tinggi, atau malah menyeberang jadi oposisi demi citra.

Baca Juga :  Perjuangkan Dana Desa Rp5 Miliar, Gus Imin: Desa Harus Jadi Pusat Pembangunan

“Padahal kami sebagai rakyat tidak lupa, bahwa Keadilan tidak datang dari aktor yang ganti kostum, tapi dari partai yang berani bertanggung jawab atas sejarah kekuasaannya.” Tegas Dody

Dalam kesempatan ini, Dody mengingatkan bahwa Jika PDIP ingin dipercaya kembali, mereka harus ikut bertanggung jawab memperbaiki kesalahan struktural era Jokowi. Bukan malah melakukan fait accompli, seolah kesalahan itu selesai begitu saja.

“Kami tidak anti partai, tapi kami hanya anti pada partai yang menikmati kekuasaan saat berkuasa, tapi mencuci tangan saat rakyat menagih keadilan, Karena luka yang kami alami bukan terjadi di masa lampau, ia masih berdarah hingga hari ini.”pungkas Dody Ilham.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

x
x