Home » Nasional » Transparansi Dipertaruhkan, Anggaran Sewa Rumah DPRD Banyuwangi Tuai Kecurigaan.

Transparansi Dipertaruhkan, Anggaran Sewa Rumah DPRD Banyuwangi Tuai Kecurigaan.

- Banyuwangi 16 Jan 2026 66

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM –

Anggaran sewa rumah dinas bagi anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi kian memanas.

Sorotan tajam publik mencuat setelah beredarnya konten TikTok jurnalis muda bersama Pasopati Jatim yang membongkar Dugaan ketidak jelasan dasar anggaran dan mekanisme pencairannya.

Konten tersebut menyinggung perbedaan tafsir antara tunjangan perumahan dan biaya sewa rumah dinas, yang hingga kini dinilai belum dijelaskan secara transparan oleh pihak Sekretariat DPRD Banyuwangi.

Ironisnya, klarifikasi yang muncul justru terkesan saling lempar tanggung jawab dan tidak menjawab substansi persoalan.

Ketua Komunitas Wartawan Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, dengan tegas mengecam sikap tertutup tersebut. Ia menilai Sekretaris DPRD Banyuwangi gagal menjalankan prinsip keterbukaan informasi publik.

Baca Juga :  Suara Indah Para Peserta PSCD Pesparani Nasional II Buat Penonton Merinding

“Ini uang rakyat. Jangan ditutup-tutupi. Jangan saling lempar begitu dong. Publik ingin tahu, bukan diberi jawaban normatif yang berputar-putar,” tegas Abi Arbain, Jumat (16/01/2026)

Abi menilai, jika memang anggaran tersebut telah diatur dalam regulasi seperti PP Nomor 18 Tahun 2017 dan diperjelas dalam Peraturan Bupati, maka seharusnya dokumen tersebut dibuka secara terang benderang ke publik, bukan sekadar disampaikan lewat pesan pribadi atau klarifikasi terbatas.

“Buka saja datanya. Berapa besarannya, dibayarkan per bulan atau per tahun, masuk pos apa, dan siapa yang bertanggung jawab. Kalau jelas, kenapa harus ditutup?” lanjutnya.

Lebih jauh, Abi mengingatkan bahwa praktik komunikasi yang tertutup justru berpotensi memunculkan Dugaan adanya maladministrasi hingga penyimpangan anggaran, apalagi menyangkut fasilitas pejabat publik yang sensitif di mata masyarakat.

Baca Juga :  Implikasi Moeldoko Ajukan PK Ke MA, Jangan-Jangan Koalisi Besar Vs Kotak Kosong di Pilpres 2024?

Sorotan ini juga memunculkan desakan agar APIP, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum (APH) turun tangan melakukan penelusuran jika DPRD dan Sekretariat DPRD Banyuwangi terus menghindar dari keterbukaan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Sekretaris DPRD Banyuwangi belum memberikan keterangan resmi secara terbuka terkait rincian anggaran sewa rumah dinas anggota DPRD, termasuk dasar hukum, besaran anggaran, dan mekanisme penggunaannya.

Publik pun menunggu: apakah DPRD Banyuwangi memilih transparan, atau terus bersembunyi di balik regulasi yang tidak pernah dibuka ke rakyat?

(Tim)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

Serah Terima Kunci Rumah Parahyangan Garden City di Margaasih: Wujudkan Impian Hunian Nyaman dan Strategis

Suryana Korwil Jabar

25 Apr 2026

Bandung, 25 April 2026, ARMEDIA.NEWS – Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba! Perumahan Parahyangan Garden City yang berlokasi di Jl. Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mengadakan acara serah terima kunci rumah bagi para pembeli unit huniannya. Acara ini menjadi bukti komitmen pengembang dalam menyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dan memberikan hunian …

x
x