Home » Headline » Uji Coba LRT Jabodebek dengan Masyarakat Umum Diundur ke Agustus

Uji Coba LRT Jabodebek dengan Masyarakat Umum Diundur ke Agustus

dito 29 Jul 2023 124

 NasionalPos.com, Jakarta- Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal menyampaikan uji coba pengoperasian kereta ringan light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) dengan mengangkut masyarakat umum ditunda bulan ini dan diundur ke bulan depan.

“Awal-awal Agustus baru bisa. Nanti ada undangan bagi yang sudah daftar,” kata Risal kepada awak media, Sabtu 29/7/2023.

Ia menampik mundurnya pengoperasian terbatas moda transportasi terbaru itu karena masalah pada sistem.

Proses pembaharuan software operasi LRT Jabodebek sudah memasuki tahap penyempurnaan sistem integrasi antara sarana dengan pintu passenger screen door (PSD) yang terdapat pada peron stasiun.

Baca Juga :  Tindak Lanjuti Kasus Di Media Massa Maria Evin Dibantu Kemensos

Pembaharuan software yang dilakukan pada LRT Jabodebek mencakup pemutakhiran sistem automatic train supervision (ATS) dan trainguard mass transit (TMGT) yang berperan dalam mengatur jarak, dan interval antar kereta agar saat dioperasikan berjalan mulus. Pengoperasian kereta LRT Jabodebek menggunakan tingkat otomasi atau grade of automation (GoA) level 3.

“Tidak ada kendala signifikan. Hari ini kami baru selesai ikut uji coba. Keretanya sudah semakin mantab,” tukas Risal.

Diperoleh informasi sebelumnya, Pada rencana awal, tahap kedua uji coba pengoperasian terbatas LRT Jabodebek dilakukan mulai 27 Juli 2023 sampai 15 Agustus 2023 dengan melayani masyarakat umum yang sudah mengisi mendaftar.

Baca Juga :  Petinju Profesional Kodam III/Siliwangi Boxing Camp, Berhasil Juarai Event Tinju Bertaraf Internasional & Nasional

Moda transportasi hasil karya anak bangsa itu akan beroperasi sebanyak 560 perjalanan dalam sehari pada hari kerja, dengan headway atau waktu tunggu kedatangan kereta rata-rata 3-6 menit. Proyek ini terbagi dalam tiga lintas pelayanan.

Pertama, dari Stasiun cawang menuju Stasiun Harjamukti dengan panjang 14,89 kilometer (km). Lintas pelayanan 2 dari Stasiun Cawang menuju Stasiun Dukuh Atas sepanjang 11,05 km dan lintas ketiga dari Stasiun Cawang menuju Stasiun Jatimulya di Bekasi Timur sepanjang 18,49 km

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x