Home » Headline » Tindak Lanjuti Kasus Di Media Massa Maria Evin Dibantu Kemensos

Tindak Lanjuti Kasus Di Media Massa Maria Evin Dibantu Kemensos

dito 25 Feb 2024 159

NasionalPos.com, Manggarai Timur, NTT-  Kementerian Sosial mengunjungi Desa Golo Wune, Kecamatan Lamba Leda, Nusa Tenggara Timur, guna memberi bantuan sosial, sebagai respon terhadap kasus yang menimpa Maria Evin, seorang warga, yang diangkat di media massa.

“Ibu tidak usah berkecil hati,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini kepada Maria Evin dalam kunjungan kerjanya ke desa tersebut pada Minggu, 25/2/2024

Selain itu ada sejumlah upaya intervensi yang telah dilakukan, yaitu pemberian bantuan atensi berupa sembako, tambahan nutrisi, serta bahan perawatan diri.

Kementerian Sosial juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai Timur untuk membuatkan Kartu Keluarga (KK) serta Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi Maria.

Baca Juga :  Kunjungi Kelurahan Pekojan, Pj. Gubernur Heru Berkomitmen Selesaikan Stunting di Jakarta

Kemensos juga memastikan hak kepemilikan tanah untuk Maria dengan memfasilitasi penandatanganan surat bermaterai, yang melibatkan keluarga besar suaminya Maria, tokoh masyarakat, serta aparat Desa Golo Wune.

Rencananya, Kemensos akan membangunkan Rumah Sejahtera Terpadu di lahan itu.

Sebelumnya, kisah Maria Evin (42) muncul di media. Diketahui, dia tinggal di sebuah gubug berukuran 3×2 meter persegi, yang dinilai tidak layak huni, bersama anak-anaknya.

Rumah tersebut tidak dialiri listrik, karena Maria tidak ada biaya sehingga tak mampu memasangnya. Selain itu, rumah tersebut tidak memberikan perlindungan memadai di saat cuaca buruk.

Di kala hujan, dia menginap di rumah tetangganya untuk berteduh, karena atap rumahnya banyak berlubang.

Baca Juga :  DPRD Kota Bekasi Desak Pemkot Bekasi Tindak Tegas Pengembang Nakal

Untuk penerangan, Maria menggunakan pelita dari minyak tanah. Sementara itu, air untuk kebutuhan sehari-hari diambil dari sungai yang jaraknya satu kilometer dari rumahnya itu.
​​​
Sehari-hari, Maria bekerja sebagai buruh tani, dengan upah Rp25 ribu, dan jadwalnya pun tidak menentu. Dia juga bekerja mengumpulkan batu untuk dijual, yang dihargai Rp 350 ribu untuk satu dump truck yang dikumpulkan selama sebulan.

Maria punya suami, namun suaminya merantau ke Kalimantan pada 2015 untuk bekerja. Pada 2017, Maria menyusul suaminya dan mereka memiliki anak lagi, namun karena tidak pernah diperhatikan dan dinafkahi selama di sana, Maria memutuskan kembali ke NTT pada 2021 bersama anak-anaknya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x